Pengawaairan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Pengawaairan (bahasa Inggris: Dewatering) adalah penghilangan air dari bahan padat atau tanah dengan klasifikasi basah, pengemparan, penapisan, proses pemisahan padat-cair yang sejenis, seperti pembuangan sisa cairan dari kerak tapis dengan penekan saring sebagai bagian dari berbagai-bagai proses industri.[1]

Pengawaairan konstruksi, penghilangan air, atau pengendali air adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan pembuangan, pengeringan air tanah atau air permukaan dari dasar sungai, lokasi konstruksi, cangkang beton, atau poros tambang, dengan memompa atau menguapkan. Di lokasi konstruksi, pengawaairan ini dapat dilakukan sebelum penggalian bawah permukaan untuk fondasi, penopang, atau ruang bawah tanah untuk menurunkan muka air tanah. Hal ini sering kali melibatkan penggunaan pompa "pengawaairan" tertenggelamkan atau amblasan, pompa emparan atau sentrifugal ("sampah"), penyedot, atau penerapan vakum ke titik sumur. Pasar pompa pengawaairan global bernilai $6,4 miliar menurut perusahaan penelitian perniagaan antarbangsa "visiongain" pada tahun 2018.[2]

Proses[sunting | sunting sumber]

Sumur dalam[sunting | sunting sumber]

Sumur dalam biasanya terdiri dari lubang bor yang dilengkapi dengan pelapik berlubang dan pompa tertenggelamkan listrik. Saat air dipompa dari sumur dalam, kelandaian hidraulik terbentuk dan air mengalir ke dalam sumur membentuk kerucut penurunan di sekitar sumur ketika hanya ada sedikir atau tidak ada air yang tersisa di ruang pori tanah di sekitarnya. Sumur-sumur dalam berfungsi paling baik di tanah dengan ketelapan k = 10−3 m/s sampai 10−5 m/s; jumlah surutan yang dapat dicapai oleh sumur hanya dibatasi oleh ukuran pompa ikan.[3]

Sumur-sumur dalam dapat dipasang di lingkaran di sekitar penggalian untuk menurunkan permukaan air dan menjaga lokasi yang aman dan kering. Beberapa persamaan dapat digunakan untuk mereka sistem-sistem pengawaairan sumur dalam, tetapi banyak di antaranya yang didasarkan pada data empiris dan terkadang gagal. Praktik dan pengalaman, bersama dengan pemahaman yang kuat mengenai prinsip-prinsip dasar pengawaairan, ialah alat terbaik untuk merancang sistem yang berhasil.[4] Beberapa keadaan pengawaairan "sangat umum sehingga hampir dapat dirancang dengan aturan praktis".[5]

Sumur-sumur dalam juga digunakan untuk pengujian akuifer dan penyaliran air tanah oleh sumur.[6]

Titik sumur[sunting | sunting sumber]

Titik sumur ialah tabung berdiameter kecil (sekitar 50 mm) dengan lubang-lubang di dekat bagian bawah yang dimasukkan ke dalam tanah tempat air ditarik oleh ruang hampa yang dihasilkan oleh pompa pengawaairan. Titik-titik sumur biasanya dipasang dekat dalam garis di sepanjang atau di sekitar tepi penggalian. Oleh karena ruang hampa dibatasi 0 beting, ketinggian tempat air dapat dibatasi hingga sekitar 6 meter (dalam praktiknya).[7] Titik-titik sumur dapat dipasang secara bertahap. Tahap yang pertama menurunkan permukaan air hingga lima meter, dan tahap yang kedua, dipasang pada permukaan yang lebih rendah, sehingga semakin rendah. Air yang menetes di antara sumur-sumur dalam dapat dikumpulkan dengan satu baris titik sumur di bagian kaki. Metode ini memastikan lebar yang lebih tebal bebas dari gaya rembesan.

Tombak titik sumur umumnya digunakan untuk menarik air tanah pada keadaan tanah berpasir dan tidak seberhasil guna dalam keadaan tanah liat atau batuan. Pompa-pompa terbuka terkadang digunakan sebagai pengganti tombak jika keadaan tanah mengandung kandungan tanah liat atau batuan yang penting.[8]

Penyaliran mendatar[sunting | sunting sumber]

Pemasangan sistem-sistem pengawaairan mendatar relatif mudah.[9] Sistem parit memasang pipa yang tidak berlubang diikuti dengan pipa berlubang yang terbungkus sintetis atau organik. Panjang saluran ditentukan oleh diameter saluran, keadaan tanah, dan muka air tanah. Secara umum, panjang saluran 50 meter adalah hal yang biasa. Setelah pemasangan pipa pembuangan, pompa disambungkan ke saluran pembuangan. Setelah muka air tanah diturunkan, konstruksi yang diinginkan dapat dimulai. Setelah konstruksi selesai, pompa-pompa dimatikan, dan muka air tanah akan naik kembali. Kedalaman pemasangan hingga 6 meter biasa terjadi.

Kendali tekanan pori[sunting | sunting sumber]

Sementara para insinyur dapat menggunakan pengawaairan untuk menurunkan muka air tanah, atau mengeringkan tanah, mereka juga dapat menggunakan proses tersebut untuk mengontrol tekanan pori dalam tanah dan menghindari kerusakan pada struktur oleh pengangkatan dasar. Tekanan pori yang tinggi terjadi pada tanah yang terdiri dari lanau halus atau lempung. Oleh karena tanah ini memiliki ketelapan yang sangat rendah, pengawaairan secara tradisional (aliran gravitasi ke sumur abstraksi) mungkin terbukti sangat mahal atau bahkan sia-sia. Sebaliknya, skema pengawaairan dengan bantuan vakum, seperti sumur ejektor, atau sumur dalam yang ditutup dapat berfungsi untuk menarik air ke dalam sumur untuk abstraksi.[10]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Alimohammadi, M., Tackley, H., Holmes, B., Davidson, K., Lake, C. B., Spooner, I. S., ... & Walker, T. R. (2020). Characterizing Sediment Physical Property Variability for Bench Scale Dewatering Purposes. Environmental Geotechnics, 1-8.https://www.icevirtuallibrary.com/doi/abs/10.1680/jenge.19.00214
  2. ^ ""Global Dewatering Pump Market to be valued at $6.4 billion in 2018" reports Visiongain". Visiongain (dalam bahasa Inggris). 2019-09-05. Diakses tanggal 2019-09-05. 
  3. ^ CIRIA515 Groundwater control – design and practice. Spon. London. 2000.
  4. ^ The design of groundwater control systems using the observational method. TOL Roberts and M Preene. Geotechnique 44, No. 4, 727–34, December 1994.
  5. ^ On the analysis of dewatering systems. JK White. Proceedings of the Xth International Conference of Soil Mechanics and Foundation Engineering, June 1981.
  6. ^ ILRI, 2000, Subsurface drainage by (tube)wells: Well spacing equations for fully and partially penetrating wells in uniform or layered aquifers with or without anisotropy and entrance resistance, 9 pp. Principles used in the "WellDrain" model. International Institute for Land Reclamation and Improvement (ILRI), Wageningen, The Netherlands. On line: [1] . Free download "WellDrain" software from web page : [2] , or from : [3]
  7. ^ The adaptable wellpoint. JK White. Water Services, May 1982.
  8. ^ Civil Assist Australia. 2014. Complete Water Table Management. [ONLINE] Available at: http://civilassistaustralia.com.au/service/ground-water-control/ Diarsipkan 2015-04-02 di Wayback Machine.. [Accessed 03 March 15]
  9. ^ ILRI, 2000, The energy balance of groundwater flow applied to sububsurface drainage by pipes or ditches in anisotropic soils with entrance resistance: drain spacing equations., 18 pp. Principles used in the "EnDrain" model. International Institute for Land Reclamation and Improvement (ILRI), Wageningen, The Netherlands. On line: [4] Diarsipkan 19 February 2009 di Wayback Machine. . Free download of "EnDrain" software from web page : [5] , or from : [6]
  10. ^ Roberts, T.O.L.; Roscoe, H.; Powrie, W.; Butcher, D.J.E. (2007). "Controlling clay pore pressures for cut-and-cover tunneling". Geotechnical Engineering. 160 (4): 227–236. doi:10.1680/geng.2007.160.4.227. ISSN 1353-2618. 

10. ^ https://cdpwinc.com/contract-dewatering-services Diarsipkan 2019-12-03 di Wayback Machine. - 2019

Bacaan lanjut[sunting | sunting sumber]

Templat:Properti akuifer