Pemerintahan Sementara Republik Tiongkok

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Pemerintah Sementara Republik Tiongkok
中華民國臨時政府
Zhōnghuá Mínguó Línshí Zhèngfǔ
Chūka Minkoku Rinji Seifu
Negara boneka Jepang

 

1937–1940


Bendera

Semboyan
Xinminisme
Lagu kebangsaan
The Song to the Auspicious Cloud[1]
Ibu kota Beiping
Bahasa Tionghoa
Pemerintahan Republik
Ketua (sementara) Wang Kemin
Era sejarah Periode antar perang
 -  Insiden Jembatan Marco Polo Juli 1937
 -  Didirikan 14 Desember 1937
 -  Digabungkan dengan Republik Tiongkok-Nanjing 30 Maret 1940
Tanda pemerintah diresmikan di Zhongnanhai, Beijing pada 14 Desember 1937.
Tanda-tanda di Gerbang Tiananmen tentang berdirinya pemerintah pada tahun 1937.
Peta Pemerintah Reformasi, Sementara dan Mengjiang

Premerintah Sementara Republik Tiongkok (Hanzi Tradisional: 中華民國臨時政府; Hanzi Sederhana: 中华民国临时政府; pinyin: Zhōnghuá Mínguó Línshí Zhèngfǔ atau bahasa Jepang: Chūka Minkoku Rinji Seifu) adalah pemerintahan sementara Tiongkok yang dilindungi oleh Jepang yang ada dari tahun 1937 hingga 1940 selama Perang Sino-Jepang Kedua.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Setelah penaklukan Tiongkok Utara, Markas Umum Kekaisaran Jepang membuat sebuah rezim kolaborator sebagai bagian dari strategi untuk membuat daerah penyangga otonom (buffer zone) antara Tiongkok dan Manchukuo yang dikontrol Jepang. Secara nominal, pemerintahan baru ini menguasai Hopei, Shantung, Shansi, Henan dan Kiangsu.[3]

Pemerintah Sementara Republik Tiongkok diresmikan secara resmi oleh Wáng Kèmǐn, mantan menteri keuangan Kuomintang, pada 14 Desember 1937, dengan ibukotanya di Beijing.

Kegiatannya dengan hati-hati ditentukan dan diawasi oleh penasehat yang diberikan oleh Tentara Area Tiongkok Utara milik Jepang. Kegagalan Jepang memberikan otoritas yang nyata untuk Pemerintahan Sementara mendiskreditkan pemerintahan ini di mata penduduk lokal, dan membuat keberadaannya hanya menjadi alat propaganda terbatas untuk pemerintah Jepang.[4]

Pemerintahan Sementara bersama dengan Pemerintahan Reformasi Republik Tiongkok bergabung didalam Republik Tiongkok-Nanjing yang dipimpin Wang Jingwei dan berpusat di Nanjing pada 30 Maret 1940. Tetapi dalam pratiknya sebenarnya pemerintahan ini tetap hampir independen dengan nama "Komisi Politik Masalah Tiongkok Utara" [5] (華北政務委員會) sebelum berakhirnya paerang.

Tentara Pemerintahan Sementara[sunting | sunting sumber]

Keamanan untuk Pemerintahan Sementara pada awalnya didapat dari 5,000 anggota kepolisian. Tentara Pemerintah Sementara mulai diorganisasi pada Mei 1938 dengan organisasi akademi militer yang dimiliki Jepang di Tongzhou. Bintara-bintara memulai enam bulan pelatihan pada bulan Februari 1939 dan angkatan bersenjata resmi dibentuk pada bulan September 1939. Pada awalnya Angkatan Darat harus mengisi sebagian besar anggota petugas dan slot bintara diisi dengan mantan perwira Nasionalis sampai petugas yang terlatih bisa mengambil alih.

Tentara terdiri dari 13.200 orang, yang terdiri delapan resimen infanteri yang masing-masing beranggotakan 1,650 orang. Enam resimen kemudian diorgansasi dalam tiga brigade, dimana satu brigade terdiri atas dua resimen dan diletakkan dibawah komando dari Mayor Jenderal yang merupakan orang Tiongkok dengan penasihat dari Jepang. Selain itu, 400 pria pengawal yang kuat dibentuk untuk melindungi pejabat pemerintah setelah semua pengawal Wang Kemin yang merupakan orang Jepang tewas saat bertugas.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ China 1921-1928 at nationalanthems.info
  2. ^ Brune, Chronological History of US Foreign Relations, page 521
  3. ^ Jennings, John M.; The Opium Empire: Japanese Imperialism and Drug Trafficking in Asia, 1895-1945, pg. 92
  4. ^ Black, World War Two: A Military History, pg. 34
  5. ^ Li, Lillian M., et al; Beijing: From Imperial Capital to Olympic City, pg. 166
  • Black, Jeremy (2002). World War Two: A Military History. Routeledge. ISBN 0-415-30535-7. 
  • Brune, Lester H. (2002). Chronological History of US Foreign Relations. Routeledge. ISBN 0-415-93916-X. 
  • Jowett, Phillip S. (2004). Rays of the Rising Sun, Vol. 1. Helion and Company Ltd. ISBN 1-874622-21-3. 
  • Wasserman, Bernard (1999). Secret War in Shanghai: An Untold Story of Espionage, Intrigue, and Treason in World War II. Houghton Mifflin. ISBN 0-395-98537-4. 
  • Li, Lillian M.; Dray-Novey, Alison J.; Kong, Haili (2007). Beijing: From Imperial Capital to Olympic City. New York: Palgrave Macmillan. ISBN 0-230-60527-3.