Pembicaraan:Kebebasan beragama di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Wacana pembuatan artikel[sunting sumber]

Memanggil @Bonaditya: masih ingat sekitar setahun yang lalu saya punya rencana untuk membuat artikel dengan topik Intoleransi beragama di Indonesia di facebook dan kamu mengomentari agar artikelnya memiliki isi netral? Sekarang saya sedang membuat draft artikelnya. Karena saya berpikir bahwa artikel ini bersifat sensitif, dan meskipun nantinya saya berusaha agar senetral mungkin, isinya sangat berpotensi untuk dianggap tidak netral oleh 2D. Jadi saya mohon masukan, saran, dan bantuan, apa artikel ini layak tayang dengan draft awal yang saya buat itu? Atau mungkin perlu persetujuan para pengurus id:wiki lainnya apakah artikel ini "layak tayang" atau tidak? Thank you. Okkisafire ngobrol yuk 3 Agustus 2016 14.53 (UTC)

@Okkisafire: Mohon maaf atas jawaban yang terlampau lama. Saya rasa dilanjutkan saja untuk membuat drafnya terlebih dahulu, lengkapi seluruh isinya dan jika sudah selesai maka saya akan melihatnya sebelum dipublikasikan (jika Anda merasa ragu). Salam. — Bonaditya (bicara) 4 Agustus 2016 03.26 (UTC)
@Bonaditya: no worries, dude, actually I'm still trying to write something else. Bukan masalah isi, saya pikir dan yakin kalau isi artikel bakal netral. Cuman dari judul saja sudah mancing begitu, bisa kah? Kalo mau melengkapi draft tapi kalo kepengurusan akhirnya memutuskan untuk ga boleh mengupload, saya ya malas melanjutkan :p . Okkisafire ngobrol yuk 4 Agustus 2016 03.59 (UTC)
@Bonaditya: sudah saya buat kerangka besarnya, dibagi berdasarkan urutan waktu. Tapi bukan seperti itu juga sih, sebaiknya ada penjelasan secara global juga sebelum pemberian contoh per urutan waktu. Okkisafire ngobrol yuk 4 Agustus 2016 05.43 (UTC)
@Okkisafire: Kalau permasalahan pada judulnya, saya rasa tidak perlu dipermasalahkan. Toh, artikel utamanya sudah tersedia dan artikel ini menjelaskan lebih detail mengenai kasus intoleransi beragama di Indonesia yang saya rasa kurang cocok jika diletakkan pada artikel utamanya. Satu lagi, mohon berikan catatan kaki selengkap-lengkapnya yang sesuai dengan aturan yang berlaku. Salam. — Bonaditya (bicara) 4 Agustus 2016 12.46 (UTC)
@Bonaditya: gitu ya? Berarti layak tayang? Sip kalo gitu. Okkisafire ngobrol yuk 4 Agustus 2016 14.22 (UTC)

Poke @Bonaditya:, @Kenrick95:, @Stephensuleeman:, @M. Adiputra:, @JohnThorne:, @Hariadhi: artikel ini apa sudah cukup netral dan layak? Okkisafire ngobrol yuk 6 Agustus 2016 10.56 (UTC)

Saya sudah perbaiki sedikit dengan menghapus bagian "Definisi dan batasan topik", karena menurut hemat saya bagian tersebut seperti makalah dan bukan konten ensiklopedia (tidak umum ada di Wikipedia). Selain itu, mohon untuk perbaiki paragraf awal dari artikel tersebut. Untuk sekadar contoh, maka dapat dilihat pada artikel berikut. Salam. — Bonaditya (bicara) 6 Agustus 2016 12.40 (UTC)
@Bonaditya: Kalau bagian definisi dan batasan dihapus, saya takutnya ada penyunting2 yang sembarangan memasukkan konten, bahkan yang sebenarnya tidak masuk topik juga dimasuk2an, dan takutnya malah bakal ada debat keimanan. Enaknya bagaimana ya? Saya sengaja bikin detail di bagian tersebut supaya dari awal sudah ga ada yang "macam2" . Ada ide? Okkisafire ngobrol yuk 6 Agustus 2016 14.21 (UTC)
Btw soal perbaikan paragraf awal, kok saya lihat di contoh yang diberikan ya gak jauh berbeda. Tidak pasnya di bagian mana ya? Atau silahkan diperbaiki sendiri saja? Wikipedia kan bebas disunting oleh pengurus Okkisafire ngobrol yuk 6 Agustus 2016 14.24 (UTC)

Definisi dan batasan topik[sunting sumber]

Definisi[sunting sumber]

Kata intoleransi berasal dari prefik in- yang memiliki arti "tidak, bukan" dan kata dasar toleransi (n) yang memiliki arti "1) sifat atau sikap toleran; 2) batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan; 3) penyimpangan yang masih dapat diterima dalam pengukuran kerja." Dalam hal ini, pengertian toleransi yang dimaksud adalah "sifat atau sikap toleran".[1] Kata toleran (adj) sendiri didefinisikan sebagai "bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri."[2]

Kata keberagamaan (n) memiliki arti "perihal beragama". Sementara kata beragama (v) didefinisikan sebagai "1 menganut (memeluk) agama; 2 beribadat; taat kepada agama; baik hidupnya (menurut agama)."[3] Dengan demikian, intoleransi keberagamaan dapat didefiniskan sebagai "sifat atau sikap yang tidak menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) perihal keagamaan yang berbeda atau bertentangan dengan agamanya sendiri."

Batasan topik[sunting sumber]

Batasan pertama dalam artikel ini adalah batasan konflik agama. Konflik antar kepentingan (misalnya sosial dan politik) yang tidak dapat dilepaskan dari ideologi agama masuk dalam kategori artikel ini. Namun, konflik yang dipicu oleh penyebab lain, seperti konflik antar suku, bukan merupakan bentuk intoleransi keberagamaan dan tidak termasuk dalam topik yang dibahas dalam artikel ini.

Batasan kedua dalam artikel ini adalah batasan tindakan nyata. Kata sifat dapat diartikan sebagai "rupa dan keadaan; kodrat; ciri khas; tabiat"[4] sementara sikap adalah "bentuk tubuh; cara berdiri; perilaku; gerak-gerik."[5] Intoleransi beragama lebih mengarah pada "sikap", sementara "sifat" lebih mengarah pada intoleransi ideologi (iman kepercayaan suatu agama) yang masih belum berkembang menjadi suatu perbuatan nyata.

Batasan ketiga dan keempat dalam artikel ini adalah batasan lokasi dan batasan waktu, yaitu seluruh wilayah Indonesia berikut perubahan batas-batas wilayah yang terjadi selama perkembangan sejarah semenjak kemerdekaan Indonesia hingga sekarang. Peristiwa-peristiwa intoleransi beragama yang terjadi pada wilayah yang kini menjadi bagian dari wilayah Indonesia sebelum proklamasi kemerdekaan berada di luar topik artikel ini karena pada masa tersebut Negara Indonesia masih belum terbentuk dan dasar negara serta konstitusi pemerintahan Negara Republik Indonesia masih belum ditetapkan.

  1. ^ "toleransi". Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud. Diakses tanggal 3-8-2016.  Periksa nilai tanggal di: |accessdate= (bantuan)
  2. ^ "toleran". Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud. Diakses tanggal 3-8-2016.  Periksa nilai tanggal di: |accessdate= (bantuan)
  3. ^ "agama". Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud. Diakses tanggal 4-8-2016.  Periksa nilai tanggal di: |accessdate= (bantuan)
  4. ^ "sifat". Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud. Diakses tanggal 3-8-2016.  Periksa nilai tanggal di: |accessdate= (bantuan)
  5. ^ "sikap". Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud. Diakses tanggal 3-8-2016.  Periksa nilai tanggal di: |accessdate= (bantuan)

Intoleransi atau Kebebasan[sunting sumber]

@Erik Fastman: Kok saya kurang setuju ya jika judulnya "Kebebasan". Kalau menurut saya sih, artikel "Kebebasan" seharusnya topiknya lebih condong pada daftar perundang-undangan dan peraturan yang menjamin atau menghambat kebebasan beragama di Indonesia. Sementara artikel ini lebih ke arah hubungan sosial yang berdampak pada intoleransi. Keduanya sejenis dan mirip sih, malah bakal ada isi yang tumpang tindih, tetapi menurut saya sangat sayang jika artikel "Kebebasan" yang harusnya berisi UU dan PP malah isinya lebih ke arah hubungan sosial. Menurut saya, daftar PP dan UU juga tidak bisa dimasukkan ke artikel ini karena dari sub bab latar belakang arahnya sudah berbeda. Apa mungkin ada pertimbangan lain ya? Okkisafire ngobrol yuk 18 Agustus 2016 14.56 (UTC)

Jika mengacu pada artikel bahasa Inggris ini, saya usul sebaiknya dikembalikan saja seluruh isinya tidak sesuai lo. Tapi artikel tentang kebebasan beragama di Indonesia nantinya wajib dibuat juga dalam waktu dekat. Okkisafire ngobrol yuk 18 Agustus 2016 15.05 (UTC)

Judul untuk "Kebebasan beragama" memang ditujukan untuk artikel-artikel yang membahas peristiwa-peristiwa sosial terkait agama yang terdapat pada suatu negara, misalnya tentang konflik agama, penganiayaan/persekusi agama, penekanan agama, toleransi agama, perlakuan negara terhadap agama, dlsb, tak terbatas pada UU atau PP, bahkan untuk sebuah negara yang tidak memiliki UU atau PP terkait agama. Anda bisa cek artikel en:Freedom of religion in China yang juga menggunakan judul tersebut. Selain itu kelihatannya pemberian judul "kebebasan beragama di negara A" juga saya rasa agar membuat posisi netral terhadap artikel tersebut. Soalnya kalau memakai judul "intolerasi keberagaman di negara B" atau malah yang lebih ekstrimnya lagi "penganiayaan/persekusi agama di negara C", "pembatasan agama di negara D" dlsb dlsb juga memberikan kesan "negara B tidak toleran", "negara C penganiaya". Toh artikel ini juga membahas Peran pemerintah dan hukum.

Untuk masalah isi yang berbeda dengan artikel bahasa Inggris, saya rasa juga nggak apa-apa, selama artikelnya tetap pada topik yang sejalan --Erik Fastman (bicara) 18 Agustus 2016 15.23 (UTC)

@Erik Fastman: Oh, ya sudah kalau begitu. Soalnya di artikel Religious intolerance ada subbab "Religious intolerance in Australia" yang saya pikir suatu saat nanti bisa jadi dikembangkan menjadi artikel baru. Daripada nanti bingung mecah artikel id:wiki-nya bagaimana, kalau memang bakal nantinya di en:wiki artikelnya dipecah. Kalau begitu artikel ini nanti saya tambah berbagai UU dan PP saja. Okkisafire ngobrol yuk 19 Agustus 2016 00.55 (UTC)