Pembicaraan:Angkutan pedesaan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Istilah yang benar apa sih? "Perdesaan" atau "pedesaan"? Kalau digoogle, ada sekitar 110 "perdesaan" sementara 7000-an "pedesaan".Stephensuleeman 14:47, 24 Mei 2008 (UTC)

Di fotonya juga tulisannya "pedesaan". Hehehe. dragunovadiscuss 07:17, 14 Juni 2008 (UTC

Mungkin pedesaan yang dimaksud adalah daerah pedalaman yang jauh dari peradaban kota. Pedesaan disini jarang di jangkau oleh pengaruh perkembangan jaman,akses sangat sulit, karena berada didaerah pegunungan yang sulit dijangkau dan juga masih primitif. mungkin sekarang sebagian besar sudah mengalami perubahan karena arus pembangunan yang membawanya lebih maju, namun masih ada sebagian kecil desa atau pedalaman yang tidak mau merubah gaya hidup mereka atau masih memepertahankan adat istiadat yang berlaku di lingkungan sekitar mereka. yah... namanya juga pedesaan memang begitu keadaanya. Angga Kusumadinata (bicara) 16:37, 2 Mei 2009 UTC


Perbedaan Kehidupan di Kota dengan di Desa[sunting sumber]

Kalau kita membandingkan kehidupan di kota dan desa, mungkin ada perbedaan yang menonjol dari segi gaya hidup, pendapatan, konsumsi,keilmuannya dan, lain sebagainya. Mari kita lihat bagaimana sebenarnya keberadaan mereka pada dua perbedaan tersebut.

Mereka yang di Kota

Biasanya orang yang tinggal di kota lebih cenderung banyak mengalami perubahan di segala bidang kehidupan karena segala sesuatu yang datang dari manapun yang pertama mengalami atau menerima adalah sudah tentu orang kota. Dari gaya hidup cenderung modern, mewah dan gensi yang diutamakannya, pendapatan cenderung besar namun jangan salah! itu bagi meraka yang mampu kalau yang miskin! gimana?? mereka tetap saja melarat dan lebih melarat dari orang-orang desa. Segala pengaruh lebih dulu datang ke kota maka dmpaknya juga yang pertama terimbas ya pasti orang kota dulu. Tidak semua orang bisa bertahan dan sukses dikota (kota besar) mereka harus bersaing ketat walaupun dalam berjualan koran pun, bagi mereka yang sudah terbiasa ya itu tidak masalah coba mereka yang baru diperkenalkan dengan keadaan kota yang sangat jauh dari biasanya,mungkin karana mereka pendatang baru dari pedsaan yang diajak saudara atau tetangganya,tinggal kita lihat meraka banyak tinggal di kumuh, kolong jembatan, dilorong-lorong,di rumah kardus, dan sebagainya. Sangat menyedihkan sekali , hidup mereka hanya mengikuti arus dan tak tahu apa itu baik baginya atau burukah? Yang pasti mereka pasrah pada keadaan. Sedangkan mereka yang kaya merasa jiji melihatnya, mereka tak pernah merasakan rasanya lapar 1-2 hari tidak makan, mereka tak berpikir di sekeliling mereka banyak yang harus dibantunya atau ditolongnya. mereka terus mempertahankan gensinya dari pada kemanusiaanya.

Mereka yang diDesa

Kalau di desa biasanya cenderung sederhana, dan gaya hidup yang masih asli (original) dengan adat kebasaannya yang kental, mereka terlihat sederhana, sahaja, ramah, rasa sali sepenanggungan yang tinggi, gotong royong,rukun dan lain sebagainya. kebanyakan dari mereka bekerja di ladang, bertani, mengolah tanahnya sendiri dan juga sebagian kecil yang bekerja di perusahaan, dan pabrik-pabrik kecil, namun kelemahannya adalah meraka sangat tertinggal dari peradaban modern dan rata dari mereka tiak dilanjutkan sekolahnya hanya sampai SD, tapi ada sebagian dari mereka berusah mengejar angan-nya mereka ada yang dilanjutkan ke jenjang lebih tinggi demi cita-citanya. secara keseluruhan pendapatan diantara mereka rendah tapi jarang yang sampai kekurangan, karena disinilah rasa tolong-menolong yang masih tertanam pada mereka sehingga dapat menutupi daripada kekurangan mereka. Beda dengan di kota kalau sudah melarat ya sudah melarat aja...««€{{dinatopDinataka91 (bicara) 00:50, 3 Mei 2009 (UTC)}}»»