Pasia, IV Angkek, Agam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Pasia
Nagari
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Barat
Kabupaten Agam
Kecamatan IV Angkek
Kodepos 26191
Luas - km²
Jumlah penduduk - jiwa

Pasia merupakan salah satu nagari yang terdapat dalam kecamatan IV Angkek, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia.

[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nagari Pasia terbentuk secara resmi pada tanggal 23 Agustus 1946. Penetapan terbentuknya Nagari Pasia sebagai nagari dituliskan dalam sepucuk surat Pemerintahan Kota Bukittinggi, bertanggal 10 September 1946, No. S.B.I 3-2. Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa Pasia ditetapkan sebagai nagari terhitung sejak rapat Eksekutif Pemerintah Kota Boekittinggi tanggal 23 Agustus 1946. Surat tersebut ditembuskan kepada Wali Nagari Batoe Tebal dan Wali Nagari Ampang Gadang. Artinya, Pasia yang ditetapkan sebagai nagari, tidak lagi berada dalam wilayah Nagari Batoe Tebal dan Ampang Gadang.

Dalam masa 1946 sampai 1962, Nagari Pasia berjalan dengan pemerintahan tersendiri. Dimana, pada tanggal 8 Desember 1962, Gubernur sebagai Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Barat menerbitkan Surat Keputusan mengukuhkan Nagari Pasia sebagai salah satu nagari di Sumatera Barat. Surat Keputusan tersebut sebelumnya sudah dicatatkan dalam Peperda Sumbar, 7 April 1962, No. Prp-Peperda/01/4/1962.

Pada 28 Mei 1963, dilakukan pelantikan Kepala Nagari Pasia yakni Djabir Chatib, langsung oleh Gubernur KDH Tingkat I Sumatera Barat Kaharuddin Dt. Rangkayo Basa. Sejarah mencatat, satu-satu Kepala Nagari yang dilantik oleh Gubernur adalah Kepala Nagari Pasia. Fakta itu membuat bangga masyarakat dan anak nagari Pasia. Dari sisi sejarah masyarakatnya dan penamaan pasia, menurut kisah yang disampaikan secara turun-temurun, nama pasia berasal dari kondisi alamnya. Di mana, orang yang mula-mula datang ke pasia melihat banyaknya tumpukan pasia (Indonesia: pasir). Kondisi adanya tumpukan pasia tersebut diperkirakan sebelumnya ada banjir besar dari gunung Marapi. Kapan tepatnya orang pertama datang ke pasia tidak diketahui waktu dan tahunnya secara pasti. Dalam catatan buku tambo Kelarasan Ampek Angkek yang ditulis Sjafei St. Radjo Lelo, bertanggal Soerau Kamba 29 Mei 1922, masyarakat Pasia awalnya merupakan penyebaran penduduk dari Ampang Gadang dan Batu Taba. Penduduk Ampang Gadang dan Batu Taba yang ada di Pasia pada masa itu merupakan anak-kemenakan dari pasukuan yang berasal dari Balaigurah. Artinya, masyarakat Pasia pada masa itu, tidak langsung dari Balaigurah.

Anak-kemenakan pasukuan-pasukuan yang datang ke Pasia lebih dikenal dengan sebutan ‘limo ka ateh’ dari Ampang Gadang dan ‘limo ka bawah’ dari Batu Taba. Pasukuan ‘limo ka ateh’ dari Ampang Gadang adalah: Suku Koto, Goetji, Tandjoeng, Sikoembang dan Djambak. Sementara pasukuan ‘limo ka bawah’ dari Batu Taba adalah: Suku Koto, Piliang, Goetji, Tandjoeng dan Sikoembang. Sampai sekarang, ke-6 pasukuan tersebut ada di Nagari Pasia.

Nagari Pasia, terletak di bagian timur daratan Agam. Jarak lurus dari Kota Bukittinggi kira-kira 3 km. Luas Nagari Pasia, sekitar 90 hektare. Nagari Pasia secara administratif berbatasan dengan:

Perbatasan[sunting | sunting sumber]

-Utara berbatas dengan Nagari Ampang Gadang. -Selatan berbatas dengan Nagari Batutaba. -Barat berbatas dengan Ampang Gadang/Kota Bukittinggi. -Timur berbatas dengan Nagari Balai Gurah. Nagari Pasia terdiri dari 3 (tiga) jorong dengan uraian sebagai berikut:

Nagari Pasia memiliki 3 Jorong: -Jorong Pincuran Tujuah seluas 30 hektare -Jorong Cibuak Ameh seluas 33 hektare -Jorong Surau Langga seluas 27 hektare

Pranala luar[sunting | sunting sumber]