Suku Piliang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Suku Piliang adalah salah satu suku (klan) yang terdapat dalam kelompok suku Minangkabau. Suku ini merupakan salah satu suku induk yang berkerabat dengan suku Koto membentuk Adat Ketumanggungan yang juga terkenal dengan Lareh Koto Piliang.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Menurut A.A. Navis, kata Piliang terbentuk dari dua kata yaitu Pele artinya banyak dan Hyang artinya Dewa atau Tuhan.[1] jadi Pelehyang artinya adalah banyak dewa. Ini menunjukkan bahwa pada masa lampau, suku Piliang adalah suku pemuja banyak dewa, yang barangkali mirip dengan kepercayaan Hindu.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Ada juga versi yang mengatakan suku Piliang yang merupakan saudara dari suku Koto, yang cendrung disebut dengan Koto Piliang berasal dari Kato Pilihan. Koto berasal dari kato (Ucapan) dan Piliang berasal dari Pilihan, (Unggulan). jadi Koto Piliang adalah bersal dari Kato Pilihan. karena nota bene dalam Tambo Minangkabau Koto Piliang adalah pemegang tampuk kekuasaan (pemerintahan) karena DT. Katemanggungan berdarah bangsawan (rajo). Jadi dirunut dari situ adakalanya kato pilihan asal kata Koto Piliang ada benarnya, karena kata raja (penguasa) adalah kata-kata pilihan yang akan keluar dari mulunya.

Pemekaran[sunting | sunting sumber]

Suku ini mengalami pemekaran menjadi beberapa pecahan suku yaitu:

  • Piliang Guci (Guci Piliang di nagari Koto Gadang, Agam)
  • Pili di nagari Talang, Sungai Puar (Agam)
  • Koto Piliang di nagari Kacang, Solok dan Lubuk Jambi, Kuantan Mudik, Riau
  • Piliang Laweh di Tanjung Alam, Tanah Datar dan Piliang Lowe di ([[Kuantan Singingi))
  • Piliang Sani (Piliang Soni) di Kuantan Singingi, Riau dan nagari Singkarak, Solok
  • Piliang Baruah
  • Piliang Bongsu
  • Piliang Cocoh,
  • Piliang Dalam
  • Piliang Koto
  • Piliang Koto Kaciak
  • Piliang Patar
  • Piliang Sati
  • Piliang Batu Karang di nagari Singkarak, Solok
  • Piliang Guguak di nagari Singkarak, Solok
  • Piliang Atas (Kuantan Singingi)
  • Piliang Bawah (Kuantan Singingi)
  • Piliang Godang (Piliang Besar)
  • Piliang Kaciak (Piliang Kecil)

Persebaran[sunting | sunting sumber]

Suku ini banyak menyebar ke berbagai wilayah Minangkabau yaitu Tanah Datar, Agam, Lima Puluh Kota, Solok, Riau, Padang dan beberapa daerah lainnya. Dari beberapa sumber, diketahui tidak terdapat suku ini di Pesisir Selatan dan Solok Selatan.

Wilayah Rantau dari Suku ini telah mencapai Hampir seluruh Wilayah yang ada di Indonesia, yang mencakup wilayah Sumatera. Wilayah barat Riau, wilayah selatan Sumatera Utara, wilayah tenggara, selatan dan barat Aceh, wilayah utara Bengkulu, dan wilayah selatan Jambi.

Kerabat[sunting | sunting sumber]

Di bawah payung suku Koto-Piliang, terdapat banyak suku lain yang bernaung, diantaranya adalah :

  1. suku Tanjung
  2. suku Guci
  3. Suku Sikumbang
  4. Suku Malayu
  5. Suku Kampai
  6. Suku Panai
  7. Suku Bendang

Suku Piliang berdatuk kepada Datuk Ketumanggungan di zaman Adityawarman. Gelar-gelar kebesaran Adat dalam Pasukuan Piliang antara lain :

  • Datuk Bandaro Biso di Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar
  • Datuk Mangkuto Rajo Lelo di Tanjung Alam Tanah Datar, Kabupaten Tanah Datar
  • Datuk Bandaro Panjang
  • Datuk Husnun Rajo Makan dalam

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Navis, Ali Akbar (1984). Alam Takambang Jadi Guru. Jakarta, PT. Pustaka Grafitipers. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]