Orang Catalunya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Orang Catalunya
Total populasi
5.4 juta jiwa
Kawasan dengan populasi yang signifikan
 Spanyol
         (lahir di Catalunya; tidak termasuk orang Catalunya yang lahir di daerah lain di Spanyol)
4.800.000[1]
 Argentina
         (perkiraan)
188.000
 Prancis 110.000
 Meksiko 63.000
 Jerman 48.000
 Peru 39.000
 Andorra 29.000
 Italia
         (Catalunya Alghero di Alghero, Sardinia)
23.000
 Chili 16.000
 Venezuela 6.200
 Kuba 3.600
 Amerika Serikat
         (perkiraan)
700-1,750[1][2]
 Ekuador 850[3]
Bahasa
Bahasa Catalunya (resmi) dan Bahasa Spanyol; Bahasa Prancis
Agama
Kristen (Katolik)[4]
Kelompok etnis terkait
Orang Spanyol lainnya (Andorra, Balearik, Valencia, dan Aragon), Lainnya Orang Latin Eropa

Orang Catalunya (Catalunya, Prancis dan Occitan: catalans; bahasa Spanyol: catalanes) adalah kelompok etnis Latin yang dibentuk oleh orang-orang dari, atau dengan asal usul dari Catalunya, yang juga merupakan kebangsaan wilayah timur laut Spanyol. Penduduk yang berdekatan di bagian selatan Prancis (Di Catalunya disebut Catalunya Nord dan di Prancis disebut Pays Catalan) termasuk dalam definisi ini.[5][6]

Konsep Luas[sunting | sunting sumber]

Selain orang-orang Catalunya yang ada Catalunya,, orang Catalunya lainnya yang dimaksud adalah orang Catalunya dari Andorra, Valencia, Kepulauan Balearik, la Franja di Aragon timur, Roussillon dan kota Alghero di Sardinia, juga sering diidentifikasi sebagai bagian dari kelompok etnis Catalunya (dalam konsep yang lebih luas), yang menghuni wilayah yang disebut Nasionalis Catalunya sebagai Catat Països atau "Negara Catalunya".[7]

Latar Belakang Sejarah[sunting | sunting sumber]

Daerah yang sekarang dikenal sebagai Catalunya adalah sisa Semenanjung Iiberia, yang ada pada tahun 1500 SM Proto-Celtic. Orang-orang Indo-Eropa ini diserang oleh orang-orang Iberia yang dimulai pada tahun 600 SM dalam prosesnya tidak selesai sampai abad keempat SM. Orang Catalunya telah diserang bawah peraturan berbagai musuh, dimulai dari Fenisia hingga Kartago, yang mendirikan koloni di sepanjang pantai Catalunya, termasuk Barcino (sekarang menjadi Barcelona). Setelah Perang Punisia, orang-orang Romawi menggantikan Carthaginians, dengan kekuatan luar biasa di pantai timur Liberia, termasuk bagian Catalunya, pada tahun 206 SM.

Roma meresmikan bahasa Latin sebagai bahasa resmi dan menanamkan budaya Romawi pada penduduk lokal, yang bergabung dengan koloniA Romawi dari semenanjung Italia. Bahasa Catalunya mulai berkembang dari terbentuknya bahasa Latin lokal sebelum dan selama runtuhnya Kekaisaran Romawi. Berbagai suku bangsa Jermanik Jerman tiba setelah hampir enam abad memerintah Romawi, yang telah mengubah wilayah tersebut menjadi Tarraconensis Roma. Visigoth lalu menguasai pada abad kelima dan memerintah daerah tersebut sampai tahun 718 ketika Muslim Arab dan Orang Berber menaklukkan wilayah tersebut mendekati satu abad lamanya.

Frank menahan kekuatan kelompok kecil pasukan Muslim, yang telah menguasai hampir sampai ke pusat Prancis; Kaum Frank suzerainty menguasai sebagian besar Catalunya sekarang. Perang yang lebih besar dengan kaum Muslim dimulai dengan istilah terkenal Marca Hispánica oleh Reconquista, pasukan Catalunya yang tersebar di sebagian besar Catalunya (tahun 801). Barcelona kemudian menjadi pusat penting untuk pasukan Kristen di Semenanjung Liberia pada saat itu.

Lukisan Pertempuran Puig karya Andreu Marçal de Sax yang menggambarkan kemenangan Kristen dengan bantuan St. Gerorge.

Kekuatan Catalunya mulai muncul pada konflik melawan Al-Andalus (Muslim Spayol), karena penguasa Kristen semakin mengakar di wilayah tersebut selama periode Karoling. Penguasa seperti Wilfred the Hairy menjadi pemimpin yang mencakup wilayah yang lebih luas di Catalunya. Mahkota Aragón termasuk Catalunya, Aragón, Valencia, dan Kepulauan Balearik. Pernikahan Isabella I dari Kastilia dan Ferdinand II dari Aragón dan penaklukan kerajaan Muslim terakhir Granada pada tahun 1492 menghubungkan Catalunya secara politis dengan kerajaan Spanyol. Meski begitu, budaya daerah Calalonia terus bertahan dan berkembang.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Mayoritas orang Catalunya berada di daerah otonom Catalunya, di bagian timur laut Spanyol. Dan sekitar 100.000 jiwa, orang Catalunya (Pays Catalan) tinggal di Prancis. Jumlah yang tidak pasti dari suku Catalunya yang beremigrasi ke Amerika selama masa penjajahan Spanyol dan ke Prancis pada tahun-tahun setelah Perang Sipil Spanyol.

castell, Menara Manusia, bagian dari budaya Catalunya sejak tahun 1712 dan telah tercatat di UNESCO menjadi warisan dunia (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).[8]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa Catalunya adalah bahasa romawi. Ini adalah bahasa yang paling dekat dengan Ossita, dan juga memiliki banyak kesamaan dengan bahasa lainnya seperti Spanyol, Prancis, Portugis, dan aragon.

Jumlah penutur bahasa Catalunya berjumlah lebih dari 9,8 juta (2011), dengan 5,9 juta orang tinggal di Catalunya. Lebih dari separuh dari mereka berbicara bahasa Catalunya sebagai bahasa kedua, dengan penutur asli sekitar 4,4 juta dari jumlah tersebut (lebih dari 2,8 juta di Catalunya).[9]

Agama[sunting | sunting sumber]

Circle frame.svg

Agama Catalunya (2014)[10]

  Katolik Roma (52.4%)
  Atheis (18.2%)
  Agnostik (12%)
  Islam (7.3%)
  Protestan (2.5%)
  Agama Lainnya (2.3%)
  Buddha (1.3%)
  Kristen Ortodoks (1.2%)
  Saksi Yehova (0.4%)

Agama tradisional di Catalunya adalah Katolik Roma. Namun, dalam perjalanannya, Catalunya telah mengalami beberapa gelombang sekularisasi. Gelombang pertama sekularisasi terjadi pada abad kedelapan belas sebagai akibat pengaruh Pencerahan di Spanyol kepada borjuis. Yang kedua terjadi pada abad kesembilan belas, yang memiliki dampak besar bagi kalangan bawah, menengah akibat pecahnya Perang Sipil Spanyol (1936- 1939).[11]

Setelah rezim Francois, penduduk yang tidak puas dengan kediktatoran, menuduh Gereja Katolik menjadi pendukung rezim tersebut dan ini menyebabkan gelombang sekularisasi lain yang berlangsung sejak tahun 1980an. Selama tahun 1990-an sebagian besar penduduk Catalunya tidak lagi mengamalkan ajaran agama Katolik.[12] Saat ini, 52.4% orang Catalan beragama Katolik, kemudian 30.2% adalah agnostik atau atheis, dan ada juga sejumlah besar agama lain: 7.3% Muslim, 2.5% Injili, 1.3% Buddhisme, dan 1.2% Kristen Ortodoks.[13]

Masakan[sunting | sunting sumber]

Salah satu jenis makanan orang Catalunya adalah escudella, sup yang mengandung kacang polong, kentang, dan ditambah sayuran panggang seperti kol, seledri, wortel, lobak, dan daging botifarra (seperti sosis), kaki babi, ham asin, ayam, dan daging sapi muda. Di Catalonia Utara kadang-kadang disebut ollada.

Hidangan Catalunya lainnya adalah calçots (mirip dengan bawang perai) dan sering dimakan dengan saus romesco dan escalivada.

Catatan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Idescat. Statistical Yearbook of Catalonia. Population. By place of birth. Counties, areas and provinces". Diakses tanggal 29 Maret 2015. 
  2. ^ Ancestry and Ethnic Origin, US Census
  3. ^ El vicepresident del Govern es reuneix amb el Casal català de Quito, Generalitat de Catalunya
  4. ^ Estadísticas Enseñanzas no Universitarias – Resultados Detallados – Curso 2007–2008, Ministry of Education, educacion.es – Compiled by Fernando Bravo. FP: Formación Profesional (Vocational training).
  5. ^ "[1] Présentation Perpinyà 2008" (Perancis) (Katalan)
  6. ^ Culture et catalanité Conseil Général des Pyrénées-Orientales (Perancis) (Katalan)
  7. ^ rsonas-manifiestan-bruselas-favor-independencia-territorios-habla-catalana-20090307151148.html Miles de personas se manifiestan en Bruselas a favor de la independencia de los territorios de habla catalana Thousands of people demonstrate in Brussels for Catalan-speaking territories independence. News report by Europa press on 7 March 2009 (Spanyol) "And the banners gathered slogans like [...] "Valencians are Catalan people too""
  8. ^ BBC, Close-Up: Catalonia's human towers
  9. ^ Informe sobre la situació de la llengua catalana (2011) Archived 23 January 2013[Date mismatch] at the Wayback Machine. Laporan situasi bahasa Catalunya (2011) (Katalan)
  10. ^ "Baròmetre sobre la religiositat i sobre la gestió de la seva diversitat" (PDF). Institut Opiniòmetre, Generalitat de Catalunya. 2014. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 26 September 2017.  p. 30. Quick data from the 2014 barometer of Catalonia.
  11. ^ Capdevila 2013, hlm. 9.
  12. ^ Capdevila 2013, hlm. 10.
  13. ^ "El 45% dels catalans afirma que no té creences religioses" [45% of the Catalans claims to have no beliefs]. Ara (dalam bahasa Catalan). Barcelona. 8 April 2015. Diakses tanggal 5 Juli 2015. 

Sumber[sunting | sunting sumber]

  • Balcells, Albert et al. Catalan Nationalism : Past and Present (Palgrave Macmillan, 1995).
  • Capdevila, Alexandra (2013). "Entre el catolicisme, l'agnosticisme i l'ateisme. Una aproximació al perfil religiós dels catalans" [Between catholicism, agnosticism and atheism. An approach to the Catalan religious profile.] (PDF) (dalam bahasa Catalan). Centre d'Estudis d'Opinió (CEO): 86. B.17768-2013. Diakses tanggal 5 July 2015. 
  • Collier, Basil. Catalan France (J.M. Dent and Sons Ltd., 1939).
  • Conversi, Daniele. The Basques, the Catalans and Spain: Alternative Routes to Nationalist Mobilization (University of Nevada Press, 1997). ISBN 1-85065-268-6.
  • Guibernau, Montserrat. Catalan Nationalism: Francoism, Transition and Democracy (Routledge, 2004).
  • Hargreaves, John. Freedom for Catalonia?: Catalan Nationalism, Spanish Identity and the Barcelona Olympic Games (Cambridge University Press, 2000).
  • Simonis, Damien. Lonely Planet Catalunya & the Costa Brava (Lonely Planet Publications, 2003).
  • Starkie, Walter. The Road to Santiago (John Murray, 2003).
  • Michelin THE GREEN GUIDE France (Michelin Travel Publications, 2000).

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]