Lompat ke isi

Muhammad an-Nafs az-Zakiya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Infobox orangMuhammad an-Nafs az-Zakiya

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran690 dekade Suntingan nilai di Wikidata
Madinah Suntingan nilai di Wikidata
Kematian6 Desember 762 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata (62/72 tahun)
Madinah Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanJannatul Baqi Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslam Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanrevolusioner, rebel (en) Terjemahkan, Cendekiawan Suntingan nilai di Wikidata
KonflikPemberontakan Alawiyyun (762-763) Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
AnakAbd Allah al-Ashtar (en) Terjemahkan, Al-Qasim ibn an-Nafs az-Zakiyyah (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
AyahAbdullah bin Hasan Suntingan nilai di Wikidata
SaudaraIbrahim ibn Abd-Al·lah (en) Terjemahkan, Idris I dari Maroko, Musa al-Jawn (en) Terjemahkan, Yahya bin Abdullah dan Sulyaman I of Tlemcen (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Muhammad an-Nafs az-Zakiya adalah seorang keturunan Hasan[1] yang ahli orasi, sangat ramah dan berperawakan mengagumkan yang memimpin pemberontakan melawan Abbasiyah pada tahun 762-763 di Madinah. Dia dan beberapa ratus tentara menghadapi pasukan Abbasiyah yang besar di bawah Isa bin Musa bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas, dan dia dibunuh pada tanggal 6 Desember 762 M (145 H ).

Muhammad bin Abdullah bin Hasan bin Hasan bin Ali (dan Fatimah binti Muhammad) bin Abu Thalib bin Abdul Muthalib[2]

Keturunan

[sunting | sunting sumber]
  1. Qasim, keturunannya kemudian banyak menetap di Yanbu. Salah seorang keturunannya, Sayyid Hasan ad-Dakhil kemudian diundang menetap di Tafilalt, Sijilmasa, Maroko untuk dijadikan Imam atau pemimpin sekaligus mengharapkan barakah Ahlul Bait Nabi. Dari keturunan Sayyid Hasan ad-Dakhil[3] inilah kemudian bangkitlah Dinasti Alawi sebagai penguasa Maroko sampai hari ini.
  2. Abdullah al-Asytar, wafat terbunuh bersama putranya Muhammad di Kabul.
  3. Ali
  4. Hasan
  5. Tahir
  6. Yahya
  7. Ahmad. Dia inilah yang menjadi leluhur Ahmad At-Tijani yang sekaligus pendiri Thoriqoh Tijaniyah.
  8. Yahya
  9. Musa
  10. Muhammad

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "1. Muhammad al-Nafsuz Zakiyyah". Rodovid. 22 Maret 2014, 15:13. Diakses tanggal Selasa, 17 November 2020.
  2. "Imam Reza (A.S.) Network". www.imamreza.net. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-11-06. Diakses tanggal 2020-11-17.
  3. Buyers, Christopher. "1631 - 1636 Sultan Abul Amlak Sidi Muhammad as-Sharif bin 'Ali". Royal Ark. Diakses tanggal 17 November 2020.