Momo (dumpling)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Momo म:म
Momo nepal.jpg
Penyajian umum momo, dengan saus wijen kuning serta saus cabai merah dan bawang.
Asal
Daftar asal Asia Selatan
Dari daerah Nepal, Tibet, Bhutan, juga negara bagian Sikkim dan Distrik Darjeeling di India
Pembuat Diaspora Tibet di Asia Selatan atau saudagar Newar
Detail
Jenis makanan Hidangan pembuka
Bahan utama Adonan campuran tepung terigu dan air; isian berupa daging, sayuran atau keju
Jumlah kalori per porsi 7

Momo (bahasa Nepali: मम; Newar: ममचा, मम:; Tibet: མོག་མོག་Wylie: mog mog; Hanzi Sederhana: 馍馍; Hanzi Tradisional: 饃饃; Pinyin: mómo[1]) adalah dumpling khas Asia Selatan yang dapat ditemukan di Tibet, Nepal, Bhutan, negara bagian Sikkim dan Distrik Darjeeling di India. Hidangan ini serupa dengan baozi dan jiaozi khas Tiongkok, buuz khas Mongolian, gyoza khas Jepang dan mandu khas Korea.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Hidangan ini dipercaya berasal dari Tibet dan sejak itu menyebar ke negara-negara tetangga seiring dengan perantauan Tibet. Dikarenakan populer di antara masyarakat Newar di lembah Kathmandu, salah satu perkiraan yang umum[2] adalah saudagar Newar membawa resep dan nama "momo" dari Tibet, yaitu tempat saudagar Newar berdagang. Mereka mengubah bumbu dari hidangan tersebut dengan bahan-bahan yang tersedia, seperti daging kerbau, dan mempertahankan namanya.

Penjelasan[sunting | sunting sumber]

Momo adalah sejenis pangsit kukus dengan isian. Momo telah menjadi hidangan tradisional di Nepal, Tibet, dan masyarakat Nepal atau Tibet yang menetap di Bhutan, juga negara bagian Sikkim dan Distrik Darjeeling di India. Hidangan ini juga merupakan makanan cepat saji paling populer di Nepal. Momo juga menyebar ke negara-negara lain seperti Amerika Serikat (di tempat-tempat tertentu), Inggris Raya, dan India.

Pembuatan[sunting | sunting sumber]

Sepiring momo
Wanita yang sedang membuat momo

Adonan yang umumnya terbuat dari campuran tepung terigu dan air sering dipakai sebagai kulit. Terkadang, sedikit ragi atau soda kue ditambahkan ke dalam adonan untuk menambahkan tekstur pada produk akhir. Mononatrium glutamat (MSG) juga ditambahkan untuk memperkuat rasa.

Secara tradisional, momo diisi dengan daging giling, namun selama beberapa tahun terakhir, isian telah berubah menjadi lebih kompleks. Saat ini, momo umumnya memiliki isian berupa kombinasi antara daging giling, sayuran, tahu, keju paneer, keju chhurpi lembek serta kombinasi antara sayuran dan daging.

Adonan ini diuleni menjadi berbentuk lingkaran kecil dan dipipihkan. Setelah diisi adonan kemudian dibungkus seperti kantung atau dilipat berbentuk bulan sabit. Umumnya daging yang berlemak digunakan karena menghasilkan dumpling yang memiliki cita rasa lebih. Sedikit minyak biasanya ditambahkan pada daging giling yang tidak berlemak untuk menjaga isian tetap lembap. Dumpling kemudian dimasak dengan cara dikukus di atas kuah sup (kuah berbahan dasar daging/tulang atau sayuran) dalam panci pengukus khusus bernama mucktoo. Momo juga dapat digoreng setelah dikukus.

Variasi[sunting | sunting sumber]

Terdapat dua jenis dari momo, yaitu kukus dan goreng. Momo biasanya disajikan dengan saus (umumnya disebut chutney/achhar[3]), yang berbahan dasar tomat. Momo dalam sup terdiri dari momo yang telah dikukus dan disuguhkan dalam sup daging. Momo goreng umumnya disebut sebagai kothey momo. Momo yang dikukus dan disajikan dengan kuah pedas disebut sebagai C-momo. Ada pula beberapa jenis momo khas Tibet, seperti tingmo dan thaipo.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Jīn Péng 金鹏 (ed.): Zàngyǔ jiǎnzhì 藏语简志. Mínzú chūbǎnshè 民族出版社, Beijing 1983, p. 31. This is not the same as dumpling.
  2. ^ Sijapati, Alisha (17 September 2016). "A Juicy Love Affair". Diakses tanggal 30 November 2016 – via The Kathmandu Post. 
  3. ^ Williams, James. "Momos Chutney Recipe". ReciPickr.com. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]