Miranda Goeltom
Miranda Goeltom | |
|---|---|
![]() Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (1999) | |
| Gubernur Bank Indonesia Pelaksana Tugas | |
| Masa jabatan 17 Mei 2009 – 27 Juli 2009 | |
| Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ke-2 | |
| Masa jabatan 27 Juli 2004 – 27 Juli 2009 | |
| Gubernur | Burhanuddin Abdullah Boediono |
| Deputi Gubernur Bank Indonesia[a] | |
| Masa jabatan 1997–2003 | |
| Gubernur | Sudrajad Djiwandono Syahril Sabirin |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Miranda Swaray Goeltom 19 Juni 1949 Jakarta, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Suami/istri | Erwin Siregar (1978–2003) Oloan Siahaan (m. 2003) |
| Anak | 2 |
| Almamater | Universitas Indonesia (S.E., Prof.) Boston University (M.B.A., Ph.D.) |
| Profesi | Ekonom |
| Tanda tangan | |
Miranda Swaray Goeltom (lahir 19 Juni 1949) adalah seorang ekonom yang pernah menjadi deputi gubernur, deputi senior gubernur Bank Indonesia dan guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.[1]
Latar belakang Pendidikan
[sunting | sunting sumber]Ia mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Indonesia, dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.). Kemudian ia lanjutkan pendidikan magisternya di Graduate School of Economics Universitas Boston dengan program studi ekonomi politik, dan lulus memperoleh gelar Master of Business Administration (M.B.A.). Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan doktoral di tempat yang sama, Universitas Boston dan mendapatkan gelar Ph.D.[2]
Karier
[sunting | sunting sumber]Miranda Goeltom mulai meniti kariernya pada tahun 1976, dimana ia menjadi staf pengajar, koordinator kursus, dan staf peneliti di LPEM Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Pada tahun 1991, ia menjadi konsultan bagi Bank Dunia di Washington D.C. dalam proyek Investment Decission, Capital Market Imperfection. Selanjutnya Miranda kembali menjadi konsultan untuk Bank Dunia untuk proyek Real Effect of Financial Liberalization sekaligus konsultan bagi Asia Development Bank untuk proyek Good Governance and Growth with Equity.[1]
Miranda mengajar di lembaga manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sekaligus di Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1993. Dalam rentang waktu 1993-1997, Miranda dipilih menjadi Pembantu Asisten Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Pengawasan Pembangunan.
Di tahun 1997, ia ditunjuk sebagai pimpinan Konsultan dan Peneliti Utama untuk Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) Jakarta dalam Proyek The Role of Women in Micro Enterprise Trade in Indonesia, With Case Study from Jakarta, Medan, Surabaya, and Bandung. Setahun kemudian pada tahun 1998, Miranda dipilih menjadi salah satu anggota tim teknis koordinasi dan monitoring APBN.[1]
Ia juga menjadi salah satu direksi Bank Indonesia yakni sebagai Direktur Bank Indonesia.[3] Kemudian, setelah adanya perubahan organisasi di Bank Indonesia, ia ditunjuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia dari 1999 hingga 2003.[4]
Dia juga ikut dalam pemilihan gubernur BI pada tahun 2003 namun dikalahkan Burhanuddin Abdullah dan mengambil posisi deputi senior. Setelah Boediono maju dalam pencalonan wakil presiden bersama Susilo Bambang Yudhoyono, ia mengambil alih posisi sebagai Pejabat Pelakasana Tugas Harian Gubernur Bank Indonesia.
Pada tahun 2007, Miranda Goeltom dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dengan pidato ilmiah 'Koordinasi Kebijakan Moneter dan Fiskal: Tantangan dan Strategi Pemeliharaan Stabilitas Makro dan Pertumbuhan Ekonomi untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat'[5]
Pada Juni 2022, ia ditunjuk sebagai Wakil Komisaris PT Bank Mayapada Internasional Tbk., namun ia hanya menjabat selama 5 bulan hingga November 2022.[6]
Kontroversi
[sunting | sunting sumber]Pada 26 Januari 2012, mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom resmi jadi tersangka cek pelawat, Miranda sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus cek pelawat DGS BI. Ia divonis selama 3 tahun dalam kasus tersebut, masuk tahanan dari 1 Juni 2012 hingga bebas pada 1 Juni 2015.[7][8]
Catatan
[sunting | sunting sumber]- ↑ Sebelumnya bernama Direktur Bank Indonesia
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 "Profil Miranda Swaray Goeltom". Tirto.id. Diakses tanggal 7 Februari 2026.
- ↑ Farah Nabilla; Armand Ilham (2 November 2024). "Profil Miranda Goeltom: Eks Petinggi BI, Senasib dengan Tom Lembong?". Suara.com. Diakses tanggal 7 Februari 2026.
- ↑ "Direksi Bank Indonesia". Bank Indonesia. 26 Januari 1998. Diakses tanggal 6 Februari 2026.
- ↑ "Dewan Gubernur Bank Indonesia". Bank Indonesia. 17 Mei 1999. Diakses tanggal 6 Februari 2026.
- ↑ Purwanto, Heru, ed. (14 Desember 2007). "Miranda Goeltom Jadi Guru Besar FE UI". AntaraNews.com. Diakses tanggal 6 Februari 2026.
- ↑ Ratih Ika Wijayanti (30 November 2022). "Profil Miranda Goeltom, Baru 5 Bulan Menjabat Kini Dicopot dari Komisaris Bank Mayapada". IDX Channel. Diakses tanggal 6 Februari 2026.
- ↑ "Miranda Ditahan 20 Hari di Rutan KPK". detik.com. 1 Juni 2012. Diakses tanggal 2 Juni 2018.
- ↑ Hafizd Mukti; Joko Panji Sasongko (3 Juni 2015). "Karier Cemerlang Miranda Terhalang Jeruji Besi". CNN Indonesia. Diakses tanggal 7 Februari 2026.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Profil di TokohIndonesia.com Diarsipkan 2004-12-05 di Wayback Machine.
| Jabatan pemerintahan | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Anwar Nasution |
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004–2009 |
Diteruskan oleh: Darmin Nasution |
- Orang hidup berusia 77
- Kelahiran 1949
- Ekonom Indonesia
- Gubernur Bank Indonesia
- Deputi Gubernur Bank Indonesia
- Ilmuwan perempuan Indonesia
- Dosen Universitas Indonesia
- Profesor Indonesia
- Sosialita Indonesia
- Koruptor Indonesia
- Alumni Universitas Boston
- Alumni Universitas Indonesia
- Tokoh Batak
- Tokoh Batak Toba
- Marga Gultom
- Tokoh dari Jakarta




