Masjid Keraton Banyusumurup

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Masjid ini dibangun pada zaman Sunan Amangkurat Agung (1645-1677). Lokasinya di daerah terpencil yaitu kawasan perbukitan di lembah Mangunan. Di masjid ini terdapat makam Banyusumurup yang merupakan kompleks makam Pangeran Pekik sekitar abad 17 (Pangeran Pekik adalah putera Pangeran Surabaya yang dinikahkan dengan adik Sultan Agung, yaitu Ratu Pandansari, yang kemudian salah satu putrinya dikawinkan dengan putra Sultan Agung yaitu Pangeran Adipati Mataram.[1]

Arsitektur[sunting | sunting sumber]

Masjid ini memiliki empat tiang kayu jati ukuran 19x19 sentimeter menopang atap masjid yang berbentuk joglo. Bertengger di puncaknya mustaka masjid yang terlihat kuno.

Semua elemen kerangka bangunan masjid ini kayu jati lawas, termasuk serambinya yang berbentuk limasan.

Kompleks makam Banyusumurup terdiri atas 2 halaman yang masing-masing dikelilingi tembok bata. Pada halaman I yang merupakan halaman utama terdapat 52 makam, antara lain makam :

1. Kanjeng Gusti Pangeran Pekik

2. Kanjeng Gusti Pangeran Lamongan

3. Kanjeng Ratu Amangkurat (rara Oyi)

4. Raden Ayu Cutang

5. Raden Ayu Kleting Wulung

6. Raden Ayu Jambul

7. Pangeran Timur

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kesultanan, Yogyakarta (5 September 2018). "Masjid Banyusumurup". http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/.  Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)cite webKesultanan Yogyakarta. "Masjid Banyusumurup". Navigasi Budaya.