Maaher At-Thuwailibi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Maaher At-Thuwalibi
Ustaz Maaher, yang biasa dengan gamis dan sorban.jpg
Ustaz Maaher sedang berpose dalam foto yang diunggah ke sorotan dalam akun Instagram pribadinya.
LahirSoni Eranata
(1992-07-14)14 Juli 1992
Medan
Meninggal8 Februari 2021(2021-02-08) (umur 28)
Jakarta
Sebab meninggalTuberkulosis
Tempat peristirahatanDaarul Qur'an Cipondoh Tangerang
Kebangsaan Indonesia
Gugatan kejahatanUjaran kebencian
Hukuman kriminalHukum pidana divonis penjara selama 6 tahun
Suami/istri
• Susi Wiwati (2015)

• Iqlima Ayu (2017 - 2021)

AnakAzkar Humam, Zaidan Al-Banna

Soni Eranata atau lebih dikenal Ustaz Maaher At-Thuwailibi (lahir di Medan, 14 Juli 1992 – meninggal di Jakarta, 8 Februari 2021 pada umur 28 tahun)[1] adalah seorang pendakwah yang berasal dari Medan, Sumatera Utara. Saat ini, ia bersama keluarganya berdomisili di Bogor, Jawa Barat. Maaher aktif menyampaikan dakwahnya di berbagai platform sosial media, seperti Youtube, Twitter, Instagram, dan lain sebagainya. Pada 2020, ia memutuskan untuk berdakwah di aplikasi Tiktok.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Nama asli Maaher adalah Soni Eranata. Soni lahir di Medan, 14 Juli 1992. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Orang tuanya bukan seorang pendakwah sepertinya, melainkan pekerja biasa. Meskipun lahir dan besar di Medan, Soni memutuskan untuk merantau dan tinggal di Bogor.[2]

Saat menjadi santri, Soni menyetor bacaan Alquran dengan nada yang mirip Syekh Maher Al-Muaiqly. Mendengar hal tersebut, gurunya menjulukinya “Maaher At-Thuwailibi” yang hingga kini dikenal sebagai nama penanya. Ustaz Maaher dikenal publik sebagai pendakwah yang keras dan gahar.[3] Di samping itu, ia juga dianggap sebagai pribadi yang humoris. Maaher memiliki banyak akun sosial media antara lain Youtube, Twitter, Instagram, dan Tiktok. Dalam salah satu video di kanal Youtube-nya, Maaher pernah melakukan aksi sosial dengan memberikan bantuan kepada warga yang kurang mampu di masa pandemi Covid-19.[4]

Hingga kini, Ustaz Maaher tinggal di Bogor bersama seorang istri dan dua anak laki-laki. Pemasukan sehari-harinya berasal dari ceramah dan tablig akbar. Akan tetapi, ia juga menambah penghasilan dengan berjualan parfum dan kitab keagamaan.[2] Dalam berdakwah, dia biasa mengenakan gamis berwarna putih dan ghutrah (serban khas Arab Teluk). Selain itu, Ustaz Maaher juga memiliki kedekatan dengan beberapa tokoh agama di Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Habib Rizieq Shihab.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Maaher sempat berkuliah di Al-Hidayah, Bogor. Namun, tidak selesai. Maaher melanjutkan kuliahnya di Universitas Ibnu Khaldun (UIK), Bogor dan mengambil jurusan Pendidikan.[2]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

KDRT[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2015, Soni Eranata atau Maheer pernah dilaporkan oleh mantan istrinya Susi Wiwati atas kasus KDRT dan dugaan kekerasan terhadap anak.[5]

Gaya ceramah[sunting | sunting sumber]

Sosok Ustaz Maaher dikenal keras, baik dalam penyampaian ceramah maupun aktivitas di media sosial. Maaher juga kerap menggunakan diksi yang dinilai kasar oleh masyarakat. Menurutnya, sebuah kata bisa menjadi kasar ataupun tidak tergantung sudut pandang budaya masing-masing.

Pada 2018, sebuah potongan video Maaher sempat viral di mana ia menyebut tentang “monyet berseragam coklat". Frasa tersebut dipersepsikan sebagian orang ditujukan Maaher kepada kepolisian. Menanggapi hal tersebut, Maaher membantah bahwa pernyataannya ditujukan kepada kepolisian. Menurutnya, seragam coklat bukan hanya digunakan oleh polisi, melainkan juga pegawai sipil dan pramuka.[3]

Kasus hukum[sunting | sunting sumber]

Pada 3 Desember 2020, Maaher ditangkap Bareskrim Polri di kediamannya di Bogor. Maaher dijerat dengan UU ITE karena diduga melakukan penghinaan kepada tokoh Nahdlatul Ulama, Habib Luthfi bin Yahya. Selanjutnya, kepolisian memutuskan untuk menahan Maaher.

Dalam wawancara Detik.com, Maaher menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menghina Habib Luthfi. Pada awalnya, sebuah akun anonim di Twitter mengatakan bahwa Maaher terlihat cantik dan mengatakan sorban yang dikenakannya sebagai jilbab. Maaher membalas cuitan tersebut dengan menampilkan foto Habib Luthfi dengan pemakaian sorban yang serupa dengan keterangan bahwa Habib Luthfi “cantik dengan jilbabnya”. Maaher mengaku bahwa ia sama sekali tidak berniat menghina Habib Luthfi. Balasan komentarnya hanya membalikkan opini dari akun yang menghinanya terlebih dulu. Dalam wawancara tersebut, Maaher juga mengaku bahwa dirinya berniat menemui Habib Luthfi di Pekalongan dan meminta maaf atas balasan komentarnya di Twitter. Akan tetapi, polisi sudah menangkapnya terlebih dulu. Sebelumnya, Maaher juga pernah beberapa kali dilaporkan, tetapi tidak berujung penangkapan dan penahanan.[3]

Perseteruan[sunting | sunting sumber]

  • Dengan Permadi Arya

Pegiat media sosial pemberantas radikalisme, Permadi Arya melaporkan Maaher terkait tuduhan ancaman pembunuhan melalui media sosial. Maaher dituduh melanggar pasal 28 dan 29 UU ITE. Dalam salah satu ceramahnya, Maaher pernah mengatakan bahwa Abu Janda (nama panggung Permadi Arya) dan Sukmawati Soekarnoputri layak dibunuh karena dianggap telah melakukan penistaan agama. Menyikapi hal ini, Maaher melaporkan balik Permadi atas dugaan pencemaran nama baik. Hal tersebut disebabkan oleh keterangan yang diberikan Permadi ke awak media bahwa terorisme mempunyai agama, yaitu Islam dan gurunya adalah Maaher.[6]

Mereka berdua pernah diundang dalam acara Apa Kabar Indonesia yang diselenggarakan stasiun televisi tvOne. Permadi mengemukakan alasannya melaporkan Maaher karena isi ceramahnya berpotensi menjadi bibit terorisme yang menghalalkan pembunuhan dengan mengatasnamakan agama. Sementara itu, Maaher membantah tuduhan tersebut. Menurutnya, ia hanya menjelaskan fikih tentang hukuman bagi orang yang menista agama.[7] Baik sebelum maupun sesudah kasus ini, Maaher dan Permadi memang sering terlibat perseteruan di media sosial.

  • Dengan Nikita Mirzani

Perseteruan Maaher dan Nikita diawali dengan kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS) dari Arab Saudi. Kepulangan HRS disambut ribuan orang hingga menyebabkan penumpukan di Bandara Soekarno Hatta. Penumpukkan tersebut menyebabkan kemacetan yang cukup parah. Dalam video live-nya, Nikita turut mengomentari kejadian tersebut dan secara tersirat mengatakan bahwa HRS adalah tukang obat.

Pernyataan Nikita soal “tukang obat” berbuntut panjang hingga menjadi viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Maaher menuntut Nikita untuk melakukan permintaan maaf secara publik karena dianggap telah menghina HRS. Ia juga mengatakan Nikita sebagai babi betina dan lonte. Jika Nikita tidak melakukan permintaan maaf, Maaher mengancam akan membawa 800 orang untuk mengepung rumahnya.[8]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ https://news.detik.com/berita/d-5366668/ustadz-maaher-meninggal-dunia-di-rutan-mabes-polri
  2. ^ a b c Batubara, Herianto. "Cerita Ustadz Maaher Jadi Santri Kalong, Nyambi Jualan Kitab hingga Parfum". detiknews. Diakses tanggal 2021-01-24. 
  3. ^ a b c "Blak-blakan Ustaz Maaher At-Thuwailibi yang Menangis Ogah Dipenjara - YouTube". www.youtube.com. Diakses tanggal 2021-01-24. 
  4. ^ "TERHARU! HASIL JUAL PARFUM & INFAQ PARA FOLLOWERSNYA, USTAD MAAHER MEMBAGIKANNYA KE FAQIR MISKIN ... - YouTube". www.youtube.com. Diakses tanggal 2021-01-24. 
  5. ^ https://www.wartaekonomi.co.id/read313745/balas-ust-maaher-nikita-bongkar-rekaman-suara-soal-istri-selingkuh
  6. ^ Pratama, M. Rizki. "Ustaz Maaher Laporkan Balik Abu Janda Terkait Pencemaran Nama Baik". detiknews. Diakses tanggal 2021-01-24. 
  7. ^ "Debat Abu Janda dan Ustadz Maaher At-Thuwailibi Terkait Saling Lapor ke Bareskrim Polri - YouTube". www.youtube.com. Diakses tanggal 2021-01-24. 
  8. ^ "Mengurai Benang Kusut Kronologi Kasus Nikita Mirzani Vs Rizieq dan Maaher". suara.com. 2020-11-18. Diakses tanggal 2021-01-24.