Loea, Kolaka Timur
Loea | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sulawesi Tenggara | ||||
| Kabupaten | Kolaka Timur | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Ahmad Darwis | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 7,499 jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 74.11.02 | ||||
| Kode BPS | 7411060 | ||||
| Luas | 69.27 km² | ||||
| Kepadatan | 69 jiwa/km² | ||||
| Desa/kelurahan | Loea | ||||
| |||||
Loea[1] adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Indonesia.
Kecamatan ini terbagi menjadi 8 desa/kelurahan, yaitu:
- Mataiwoi
- Teposua
- Lamoare
- Loea
- Iwoikondo
- Peatoa
- Simbalai
- Lalowura
Demografi
[sunting | sunting sumber]2023
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 2023, Kecamatan Loea memiliki total penduduk sebanyak 7.800 orang, dengan rincian 4.001 orang berjenis kelamin laki-laki dan 3.799 orang perempuan. Konsentrasi penduduk terbesar berada di Kelurahan Loea dengan jumlah 1.507 orang, sementara jumlah penduduk paling sedikit tercatat di Desa Tinomu, yaitu 412 orang. Selain itu, Kecamatan Loea menunjukkan variasi signifikan dalam kepadatan penduduk, dengan kepadatan tertinggi mencapai 1.054 penduduk per km persegi (km2) di Desa Lamoare, dan kepadatan terendah hanya 26 penduduk per km persegi (km2) di Desa Iwoikondo.[2]
2021
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Kolaka Timur tahun 2021, berikut adalah analisis jumlah penduduk di Kecamatan Loea:
Jumlah Penduduk:
- Total: 7.242 jiwa
- Pria: 3.728 jiwa (51%)
- Wanita: 3.514 jiwa (49%)
Rasio Jenis Kelamin:
- 106,1: Rasio ini menunjukkan bahwa terdapat 106,1 pria per 100 wanita di Kecamatan Loea. Artinya, jumlah pria slightly lebih banyak dibandingkan wanita.
Perbandingan dengan Kecamatan Lain:
- Kecamatan Loea menduduki peringkat ke-11 dari 12 kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur dalam hal jumlah penduduk.
- Memiliki kepadatan penduduk yang lebih rendah dibandingkan rata-rata Kabupaten Kolaka Timur.
Kesimpulan:
- Kecamatan Loea memiliki jumlah penduduk yang tergolong sedang dibandingkan dengan kecamatan lain di Kabupaten Kolaka Timur.
- Distribusi jenis kelamin cukup seimbang dengan sedikit lebih banyak pria dibandingkan wanita.
- Kepadatan penduduk di Kecamatan Loea tergolong rendah, menunjukkan potensi untuk pengembangan wilayah.
Penyakit terbanyak
[sunting | sunting sumber]Sepuluh (10) penyakit terbanyak tahun 2023
[sunting | sunting sumber]| Jenis Penyakit | Jumlah Kasus |
| ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas)[3] | 295 |
| Hipertensi | 187 |
| Diabetes Melitus | 113 |
| Gastritis | 74 |
| Vertigo | 54 |
| Osteoartritis | 49 |
| Dispepsia | 41 |
| Common Cold (Flu biasa) | 40 |
| Dermatitis | 31 |
| Artritis | 24 |
| Total Kasus 10 Penyakit Terbanyak di Kecamatan Loea | 908 |
Tinjauan Epidemiologis
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Timur, sepuluh penyakit terbanyak yang tercatat di Kecamatan Loea selama tahun 2023 berjumlah agregat 908 kasus. Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) mendominasi daftar penyakit dengan angka kasus tertinggi, mencapai 295 penderita. Kelompok penyakit tidak menular kronis menunjukkan prevalensi signifikan, dengan Hipertensi menempati urutan kedua (187 kasus) dan Diabetes Melitus berada di posisi ketiga (113 kasus). Penyakit terkait sistem pencernaan, seperti Gastritis (74 kasus) dan Dispepsia (41 kasus), juga termasuk dalam daftar sepuluh besar. Komposisi ini mengindikasikan bahwa masalah kesehatan di Kecamatan Loea didominasi oleh penyakit infeksi pernapasan akut dan penyakit kronis degeneratif.
Fasilitas kesehatan
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan data Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka Timur tahun 2024, berikut adalah fasilitas kesehatan yang terdapat di Kecamatan Loea:
| Fasilitas Kesehatan | Jumlah |
|---|---|
| Puskesmas | 1 |
| Pustu | 1 |
| Polindes | 1 |
| Poskesdes | 6 |
| Posyandu | 10 |
Jumlah total fasilitas kesehatan di Kecamatan Loea adalah 18.
Kecamatan Loea memiliki 1 puskesmas, 1 pustu, 1 pustu, 6 poskesdes, dan 10 posyandu. Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang melayani pasien rawat jalan dan rawat inap. Pustu merupakan fasilitas kesehatan yang lebih kecil dari puskesmas dan biasanya berada di desa atau kelurahan. Polindes adalah fasilitas kesehatan yang dikelola oleh masyarakat dan dibantu oleh tenaga kesehatan. Poskesdes adalah unit pelayanan kesehatan dasar yang berada di desa dan dusun. Posyandu merupakan kegiatan kesehatan berbasis masyarakat yang diselenggarakan secara rutin untuk memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Dengan melihat data tersebut, maka Kecamatan Loea tergolong cukup lengkap dalam hal fasilitas kesehatan dasar. Namun, perlu dicatat bahwa data ini berasal dari tahun 2024. Untuk mengetahui kondisi terkini, disarankan untuk mencari data fasilitas kesehatan terbaru.
Tenaga kesehatan
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan data Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka Timur tahun 2019, Puskesmas Loea memiliki tenaga kesehatan sebagai berikut:
| Tenaga Medis | Jumlah |
|---|---|
| Dokter | 1 |
| Dokter Gigi | 0 |
| Bidan | 9 |
| Perawat | 10 |
Sumber data tersebut tidak mencantumkan informasi terkait rincian unit kerja.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penempatan tenaga kesehatan per unit kerja di Puskesmas Loea, disarankan untuk menghubungi Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Timur atau mencari laporan yang lebih spesifik.
Peserta KB
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan data BPS Kabupaten Kolaka Timur tahun 2021, berikut adalah fakta tentang peserta KB aktif menurut jenis kontrasepsi di Kecamatan Loea tahun 2020:
| Metode Kontrasepsi | Jumlah Peserta KB Aktif |
|---|---|
| IUD | 82 |
| MOW | 47 |
| MOP | 39 |
| Kondom | 6 |
| Implan | 222 |
| Suntik | 578 |
| Pil | 514 |
| Jml | 1488 |
Kecamatan Loea memiliki 1488 peserta KB aktif pada tahun 2020. Metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah suntik (578), diikuti oleh implan (222) dan pil (514). Metode kontrasepsi yang paling sedikit digunakan adalah kondom (6).
Berdasarkan data tersebut, kita bisa simpulkan bahwa kontrasepsi jangka panjang seperti suntik dan implan lebih popular dibandingkan kontrasepsi jangka pendek seperti pil dan kondom di Kecamatan Loea pada tahun 2020.
Tanaman Biofarmaka
[sunting | sunting sumber]| Jenis Tanaman[4] | 2020 (kg) | 2021 (kg) | 2022 (kg) | 2023 (kg) |
| Jahe (Ginger) | 515 | 220 | 200 | 120 |
| Laos/Lengkuas (Galanga) | 487 | 116 | 52 | 42 |
| Kencur (East Indian Galangal) | 185 | 35 | 160 | - |
| Kunyit (Turmeric) | 210 | 125 | 40 | 40 |
| Kapulaga (Java Cardamom) | - | - | - | - |
| Lempuyang (Zingiber Aromaticum) | - | - | - | - |
| Lidah Buaya (Aloe Vera) | 75 | 5 | 2 | - |
| Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa) | 425 | 24 | - | - |
| Mengkudu/Pace (Indian Mulberry) | 180 | 125 | 98 | 40 |
| Sambiloto (King of Bitter) | 21 | 5 | 1 | - |
| Temuireng (Black Turmeric) | - | - | - | - |
| Temulawak (Java Turmeric) | - | - | - | - |
| Jeruk Nipis (Lime) | - | 325 | 840 | 400 |
| Serai (Lemongrass) | - | 50 | 165 | 240 |
Konfigurasi Kepemimpinan Geopolitik Tingkat Kecamatan dapil Kolaka Timur 1
[sunting | sunting sumber]Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kolaka Timur tahun 2024, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil) Kolaka Timur 1,[5] menghasilkan konfigurasi kepemimpinan geopolitik yang signifikan di tingkat kecamatan. Dapil ini, yang mencakup wilayah Tirawuta, Loea, Lalolae, menjadi arena kompetisi politik yang ketat, di mana partai-partai politik bersaing untuk mendapatkan mandat rakyat dalam menentukan arah kebijakan daerah.
Proses pemilihan menggunakan metode Sainte Lague untuk mengalokasikan kursi berdasarkan perolehan suara partai.[6] Hasilnya menunjukkan bahwa lima partai berhasil meloloskan wakilnya ke DPRD Kabupaten Kolaka Timur dari Dapil ini,[7] yaitu Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat.
- Partai NasDem berhasil meraih dua kursi dengan perolehan suara terbanyak, yaitu 6.020 suara, yang mengindikasikan dominasi partai ini di wilayah tersebut. Kursi-kursi ini diisi oleh I Nyoman Darmawan, S.H. (1.637 suara) dan Hj. Andi Rasbiatung, S.Si. (1.556 suara).
- Partai Gerindra, PDI Perjuangan, PKS, dan Partai Demokrat masing-masing memperoleh satu kursi. Partai Gerindra diwakili oleh Nakean, S.Sos. (1.124 suara), PDI Perjuangan oleh Diana Massi, S.P. (871 suara), PKS oleh Syukur (1.134 suara), dan Partai Demokrat oleh Bahrul, S.Hut. (732 suara).[8]
Konfigurasi ini mencerminkan dinamika politik lokal, di mana preferensi pemilih terdistribusi di antara beberapa partai, menghasilkan representasi yang beragam di DPRD. Kepemimpinan geopolitik di tingkat kecamatan ini akan sangat dipengaruhi oleh koalisi dan aliansi yang terbentuk di antara partai-partai ini, serta oleh kemampuan masing-masing anggota DPRD dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat di wilayah yang mereka wakili.
Keputusan-keputusan yang diambil oleh DPRD, yang diisi oleh wakil-wakil dari partai-partai ini, akan berdampak langsung pada berbagai aspek kehidupan masyarakat di Dapil Kolaka Timur 1, termasuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan kebijakan ekonomi lokal. Oleh karena itu, pemahaman terhadap hasil pemilu ini penting untuk menganalisis arah kebijakan dan dinamika politik di tingkat kecamatan dalam beberapa tahun mendatang.
Koperasi aktif
[sunting | sunting sumber]
Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Kolaka Timur tahun 2021 tentang jumlah koperasi aktif menurut kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur tahun 2016-2020, berikut adalah fokus untuk Kecamatan Loea:
- Data tidak tersedia untuk semua tahun. Data hanya tersedia untuk tahun 2016, 2019, dan 2020.
- Jumlah koperasi aktif di Kecamatan Loea:
- Tahun 2016: 0 koperasi aktif
- Tahun 2019: 1 koperasi aktif
- Tahun 2020: 1 koperasi aktif
Meskipun data tidak tersedia untuk semua tahun, kita bisa melihat bahwa pada tahun 2019 dan 2020, terdapat 1 koperasi aktif di Kecamatan Loea.
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang keberadaan koperasi aktif di Kecamatan Loea, disarankan untuk mencari data terbaru yang mencakup seluruh periode yang diinginkan.
Penegasan terhadap ketiadaan infrastruktur keamanan formal di tingkat wilayah administratif eselon III, seperti yang terjadi di Kecamatan Loea, menunjukkan adanya diskrepansi antara kebutuhan keamanan publik dan ketersediaan fasilitas kepolisian di tingkat lokal. Observasi ini menunjukkan bahwa seluruh sembilan desa/kelurahan di kecamatan tersebut tidak memiliki Pos Polisi, suatu kondisi yang secara teoretis dapat memengaruhi responsivitas penegakan hukum dan layanan darurat. Meskipun demikian, data menunjukkan bahwa kemudahan akses warga terhadap fasilitas kepolisian terdekat relatif memadai, di mana empat desa/kelurahan dilaporkan memiliki akses sangat mudah dan lima desa/kelurahan memiliki akses mudah. Ini menyiratkan bahwa, meskipun fasilitas fisik tidak tersedia secara langsung, sistem akses geografis dan logistik telah memitigasi potensi hambatan yang signifikan, sehingga tidak ditemukan desa dengan akses yang diklasifikasikan sulit atau sangat sulit. Oleh karena itu, kesimpulan ini menggaris bawahi pentingnya analisis yang komprehensif, bukan hanya pada ketersediaan infrastruktur, tetapi juga pada konektivitas dan kemudahan akses yang dapat memengaruhi efektivitas layanan publik di wilayah perifer.[9]
Perkebunan
[sunting | sunting sumber]Produksi Tanaman Perkebunan di Kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka Timur (Ton), Tahun 2022
Kecamatan Loea merupakan salah satu dari 12 kecamatan di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Kecamatan ini terkenal dengan produksi tanaman perkebunannya yang beragam. Berikut adalah data produksi tanaman perkebunan di Kecamatan Loea untuk tahun 2022, berdasarkan jenis tanaman:
| Jenis Tanaman | Produksi (Ton) |
|---|---|
| Kelapa Sawit | 25,00 |
| Kelapa | 137,75 |
| Kopi | 55,20 |
| Kakao | 349,00 |
| Cengkeh | 27,60 |
| Lada | 137,50 |
| Nilam | 1,56 |
Berdasarkan data di atas, kakao merupakan tanaman perkebunan yang paling banyak diproduksi di Kecamatan Loea pada tahun 2022, dengan total produksi mencapai 349 ton. Disusul oleh kelapa dengan produksi 137,75 ton, lada dengan produksi 137,50 ton, kopi dengan produksi 55,20 ton, cengkeh dengan produksi 27,60 ton, dan nilam dengan produksi 1,56 ton.
Data ini menunjukkan bahwa Kecamatan Loea memiliki potensi besar dalam pengembangan tanaman perkebunan, khususnya kakao, kelapa, lada, kopi, cengkeh, dan nilam. Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, produksi tanaman perkebunan di Kecamatan Loea diharapkan dapat terus meningkat dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Merica merupakan jenis pohon prioritas nomor satu[10] di Kecamatan Loea, tetapi tidak berada dalam urutan lima besar di komoditas lainnya. Walaupun demikian, pohon ini cukup banyak dibudidayakan baik di Sulawesi Selatan maupun Sulawesi Tenggara. Hanya saja, pohon ini lebih banyak dijadikan sumber penghidupan bagi petani di Kecamatan Loea..
| Luas Tanaman Perkebunan Rakyat Menurut Jenis Tanaman | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Tahun | |||||
| Jenis Tanaman | 2011 | 2012 | 2013 | 2014* | |
| (Ha) | (Ha) | (Ha) | (Ha) | ||
| 1. Kelapa | 4,146.61 | 8,006.00 | 10,368.00 | 4,107.45 | |
| 2. Kopi | 585.50 | 574.50 | 581.33 | 397.50 | |
| 3. Kapuk | 231.00 | 223.50 | 224.75 | 162.50 | |
| 4. Lada/Merica | 131.05 | 123.55 | 144.05 | 73.05 | |
| 5. Cengkeh | 7.00 | 4.00 | 4.00 | - | |
| 6. Jambu Mete | 31,586.78 | 32,027.78 | 33,614.28 | 24,572.71 | |
| 7. Kemiri | 222.50 | 209.50 | 193.00 | 156.00 | |
| 8. Tebu | - | - | - | - | |
| 9. Tembakau | - | - | - | - | |
| 10. Coklat | 10,994.46 | 13,853.85 | 16,657.89 | 8,587.55 | |
| 11. Kapas | - | - | - | - | |
| 12. Pala | 3.00 | - | - | 6.00 | |
| 13. Pinang | 17.00 | 17.00 | 17.00 | - | |
| 14.Enau/ Nira | 104.76 | 104.56 | 300.97 | 399.76 | |
| 15. Panili | 1.50 | 1.50 | - | - | |
| 16. Asam Jawa | 8.60 | 8.60 | 8.60 | 6.10 | |
| 17. Jahe | - | - | - | - | |
| 18. Kelapa Hybrida | - | - | - | - | |
Penggunaan lahan sawah di kecamatan loea, Kabupaten Kolaka Timur
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan data yang ada, penggunaan lahan sawah di Kecamatan Loea, Kabupaten Kolaka Timur, mencapai 10,24 persen dari total luas wilayahnya.[11] Hal ini berarti, terdapat 1.465,00 hektar lahan sawah yang dimanfaatkan untuk budidaya padi di kecamatan tersebut.
Manfaat Penggunaan Lahan Sawah di Kecamatan Loea untuk Keperluan Desa Adat di Kawasan Tata Ruang ATR BPN:
1. Ketahanan Pangan:
- Lahan sawah dapat digunakan untuk menanam padi, yang merupakan sumber karbohidrat utama bagi masyarakat desa adat.
- Hal ini dapat meningkatkan ketahanan pangan desa adat dan mengurangi ketergantungan pada beras dari luar wilayah.
- Produksi padi di lahan sawah dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat desa adat dan bahkan dapat dijual ke pasar lokal untuk meningkatkan pendapatan.
2. Ekonomi:
- Lahan sawah dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat desa adat melalui budidaya padi dan tanaman lain.
- Hal ini dapat membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat desa adat dan mengurangi kemiskinan.
- Lahan sawah juga dapat menjadi tempat untuk kegiatan agrowisata, yang dapat menarik wisatawan dan meningkatkan pendapatan desa adat.
3. Budaya:
- Lahan sawah memiliki nilai budaya yang penting bagi masyarakat desa adat.
- Sawah sering digunakan sebagai tempat untuk ritual dan upacara adat.
- Melestarikan lahan sawah berarti melestarikan budaya dan tradisi masyarakat desa adat.
4. Ekologi:
- Lahan sawah dapat membantu menjaga kelestarian lingkungan dengan cara:
- Mencegah erosi tanah.
- Menjaga kualitas air.
- Meningkatkan keanekaragaman hayati.
- Sawah juga dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.
5. Sosial:
- Lahan sawah dapat menjadi tempat untuk membangun rasa kebersamaan dan gotong royong antar warga desa adat.
- Kegiatan bersama di sawah, seperti menanam padi, memanen padi, dan mengolah padi, dapat memperkuat rasa persatuan dan solidaritas antar warga.
Manfaat-manfaat di atas dapat terwujud jika penggunaan lahan sawah di Kecamatan Loea untuk keperluan desa adat di kawasan tata ruang ATR BPN dilakukan dengan terencana dan berkelanjutan.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan lahan sawah di desa adat:
- Perlu dilakukan pemetaan dan penataan ruang desa adat yang jelas, sehingga penggunaan lahan sawah dapat dikoordinasikan dengan baik.
- Perlu dilakukan edukasi dan pelatihan bagi masyarakat desa adat tentang cara budidaya padi yang berkelanjutan.
- Perlu dilakukan kerjasama antara desa adat, pemerintah daerah, dan organisasi non-pemerintah (NGO) untuk mendukung pengembangan pertanian di desa adat.
Dengan memperhatikan hal-hal di atas, penggunaan lahan sawah di desa adat di Kecamatan Loea dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat desa adat dan kelestarian lingkungan.
Informasi ini penting untuk diketahui sebagai gambaran potensi pertanian padi di Kecamatan Loea, serta untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di wilayah tersebut.
Berdasarkan data yang dilampirkan, berikut adalah fokus analisis daya dukung pangan beras di Kecamatan Loea:
1. Status Daya Dukung Pangan Surplus:
- Kecamatan Loea termasuk dalam kategori surplus beras, dengan nilai indikator daya dukung pangan (IKDP) lebih besar dari 1 pada tahun 2021.
- Artinya, produksi padi di Kecamatan Loea mampu memenuhi kebutuhan pangan beras masyarakatnya secara mandiri, bahkan memiliki surplus untuk dijual ke daerah lain.
2. Proyeksi Surplus hingga 2026:
- Proyeksi IKDP pada tahun 2026 menunjukkan nilai 1,22, yang masih tergolong surplus.
- Hal ini menunjukkan bahwa Kecamatan Loea diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan pangan beras masyarakatnya secara mandiri hingga tahun 2026.
3. Implikasi bagi RPJMD 2021-2026:
- Status daya dukung pangan yang surplus di Kecamatan Loea menunjukkan bahwa ketahanan pangan di wilayah ini cukup aman selama periode RPJMD 2021-2026.
- Hal ini memberikan peluang bagi Pemda Kecamatan Loea untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi, serta memperluas akses pasar untuk produk berasnya.
4. Peta Daya Dukung Pangan:
- Peta yang disediakan dapat membantu memvisualisasikan status daya dukung pangan di Kecamatan Loea dan kecamatan lain di Kabupaten Kolaka Timur.
- Informasi ini penting untuk merumuskan kebijakan dan program yang tepat dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS)
[sunting | sunting sumber]2020
[sunting | sunting sumber]Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Sosial Kabupaten Kolaka Timur pada tahun 2020, Kecamatan Loea mencatat total 227 orang sebagai Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Komponen PMKS ini didominasi oleh kategori Fakir Miskin yang merupakan kelompok terbesar dengan jumlah 118 orang, mencerminkan isu utama kemiskinan dan keterbatasan ekonomi di wilayah tersebut. Kelompok PMKS terbesar kedua adalah Perempuan Rawan Sosial Ekonomi dengan total 70 orang. Sementara itu, jumlah penyandang Disabilitas tercatat sebanyak 33 orang, dan kategori lain menunjukkan jumlah yang lebih kecil, yaitu Korban Bencana Alam sebanyak 5 orang, Anak Dengan Kedisabilitasan 1 orang, dan tidak ada kasus yang teridentifikasi sebagai Korban Bencana Sosial. Secara keseluruhan, data ini menggarisbawahi perlunya intervensi sosial yang berfokus pada pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan perempuan di Kecamatan Loea.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Ini Nama-nama Pejabat Eselon II dan III yang Dilantik Bupati Koltim | Koran Sultra". koransultra.com. Diakses tanggal 2018-11-24.
- ↑ Kecamatan Loea Dalam Angka 2024. Kabupaten Kolaka Timur: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kolaka Timur. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Kecamatan Loea Dalam Angka 2024. hlm. 64. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Kecamatan Loea Dalam Angka 2024. hlm. 103. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ "Perbup Kab. Kolaka Timur No. 17 Tahun 2024". Database Peraturan | JDIH BPK. Diakses tanggal 2025-03-08.
- ↑ Sinaga, Raja Malo. "Cara Hitung Metode Sainte Lague untuk Kursi Pileg 2024". detiksumut. Diakses tanggal 2025-03-08.
- ↑ Solusi, Ruang Media. "Post - DPRD Koltim Paripurnakan Pengesahan Pengangkatan Bupati dan Wabup Terpilih". Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2025-03-08. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Nurtiah (2024-05-04). "CEK FAKTA [Sebagian Benar]: Penetapan Perolehan Kursi Partai Politik dan Calon Anggota DPRD Kab. Kolaka Timur". SultraKini.com. Diakses tanggal 2025-03-08.
- ↑ Timur, Badan Pusat Statistik Kabupaten Kolaka. "Statistik Potensi Desa Kabupaten Kolaka Timur 2024". koltimkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-09-19.
- ↑ "You are being redirected..." www.worldagroforestry.org. Diakses tanggal 2018-11-24.
- ↑ Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2023 (PDF). Jakarta: Badan Pemeriksa Keuangan. 2023. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Organisasi.org Diarsipkan 2012-06-10 di Wayback Machine.

