Linguistik forensik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Lingustik forensik atau linguistik hukum merupakan cabang dari linguistik yang menganalisis dan meneliti tentang kehidupan manusia yang terkait dengan hukum. [1] Ilmu ini mulai dikenal semenjak tahun 1980-an dan sangat diperlukan dalam penganalisisan bukti komponen peradilan berupa bahasa demi kepentingan investigasi dalam kasus perdata dan pidana. [2] Pada tahun 1990-an cabang ini sudah mapan, seiring dengan makin banyak pengacara yang mengakui keberadaan para ahli linguistik forensik yang sangat membantu dalam memberikan pembuktian dalam persidangan.[2] Tataran linguistik yang berkaitan dengan linguistik forensik adalah fonetik akustik, analisis wacana, dan semantik, dan juga berkaitan dengan pragmatik dan psikolinguistik.

Masalah-masalah yang berada dalam ruang lingkup linguistik forensik, yaitu:

  • identifikasi penutur berdasarkan dialek, gaya bicara, atau aksennya, hingga kadang kala menganalisis tulisan tangan tersangka untuk mendapatkan profilnya;
  • mencocokkan rekaman suara tertuduh dengan sejumlah tersangka;
  • menganalisis ciri-ciri sidik suara seseorang dan memastikan bahwa rekaman suara yang ada adalah asli dan bukan merupakan rekayasa; serta
  • menyaring dan memilah berbagai kebisingan yang ikut terekam untuk mengetahui latar tempat rekaman itu dibuat.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ John Olsson dan June Luchjenbroers (2014). Forensic Linguistics. Bloomsbury Academic. hlm. xvi. ISBN 9781441186607. 
  2. ^ a b Kushartanti, et.al., ed. (2005). Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. Gramedia Pustaka Utama. hlm. 225. ISBN 9789792216813.