L.A. Lights Peterpan 24 Jam Breaking Record

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
LA Lights Peterpan 24 Jam Breaking Record
Tur oleh Peterpan
Lokasi
Mulai18 Juli 2004 (2004-07-18)
Berakhir18 Juli 2004 (2004-07-18)
Penampilan6

LA Lights Peterpan 24 Jam Breaking Record adalah tur konser yang dilakukan oleh grup musik asal Indonesia, Peterpan. Selama tanggal 18 Juli 2004, Peterpan melakukan konser di enam provinsi berbeda. Konser dimulai dari Medan, Sumatera Utara pada pukul 07.55 WIB dan ditutup pada pukul 23.00 WIB dengan penampilan Peterpan di Surabaya, Jawa Timur. Karena mampu melaksanakan konser ini dalam kurun waktu 24 jam, Peterpan mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai band pertama yang melakukannya. Dokumentasi tur konser ini dimasukkan dalam album video tahun 2005 Peterpan yang berjudul Untuk Sahabat Peterpan.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Peterpan merilis album perdananya Taman Langit pada tahun 2003. Album tersebut sukses secara komersial, terjual lebih dari 650.000 kopi dan menerima Multi Platinum Award.[1] Sehubungan dengan kesuksesan mereka dan untuk mempromosikan perilisan album kedua mereka Bintang di Surga yang akan dilakukan pada 2 Agustus 2004, Indra Thamrin dan Febi Lubis mencetus ide Peterpan menggelar konser di beberapa kota dalam satu hari.[2]

Persiapan[sunting | sunting sumber]

Selama 10 hari sebelum konser, para personel Peterpan dikarantina di daerah Pancoran, Jakarta Selatan. Selama karantina, para personel diatur kegiatan dan makanannya untuk menjaga kesehatan mereka.[3]

Konser[sunting | sunting sumber]

Acara Breaking Record dipresenteri oleh Udjo dari Project Pop.[4] Dalam konser ini Peterpan didampingi oleh beberapa band pendukung, yaitu Club 80's, Seurieus, 7 Kurcaci dan Ungu.[1] Ungu tampil di dua kota, Padang dan Semarang; Seurieus tampil di dua kota, Pekanbaru dan Surabaya; 7 Kurcaci tampil di Bandar Lampung; sementara Club 80's main di konser pembukaan di Medan.[3]

Konser Breaking Record dimulai di Medan, Sumatera Utara sekitar pukul 07.55 sampai 08.40 WIB. Peterpan kemudian melanjutkan konsernya di Padang, Sumatra Barat sekitar pukul 10.45 hingga 11.30 WIB. Pada pukul 12.55 hingga 13.40 WIB, Peterpan konser di Pekanbaru, Riau, dan dilanjutkan dengan konser di Bandar Lampung, Lampung pada jam 16.25 sampai 17.10 WIB. Berpindah ke pulau Jawa, konser berikutnya dilakukan di Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 19.45 dan berakhir pada 20.30 WIB. Konser Peterpan ditutup di Surabaya sekitar pukul 22.15 sampai 23.00 WIB.[5]

Pascakonser[sunting | sunting sumber]

Peterpan menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai band pertama yang melakukan konser di enam provinsi selama 24 jam.[6] Dokumentasi tur konser ini dimasukkan dalam album video tahun 2005 Peterpan yang berjudul Untuk Sahabat Peterpan.[7] Ketika Peterpan berganti nama menjadi Noah pada tahun 2012, Noah menggelar konser pemecahan rekor yang sejenis, melakukan konser di lima negara selama 24 jam.[8] Dokumentasi tur konser Peterpan juga diunggah di akun YouTube Noah pada 16 Oktober 2013.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Erlin (2004-07-13). "Peterpan Akan Bikir Rekor Konser". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2021-01-25. 
  2. ^ a b NOAH OFFICIAL (2013-10-16). "Peterpan Breaking Record Part 1". YouTube. Diakses tanggal 2021-01-25. 
  3. ^ a b NOAH OFFICIAL (2013-10-16). "Peterpan Breaking Record Part 2". YouTube. Diakses tanggal 2021-01-25. 
  4. ^ Erlin (2004-07-17). "Udjo Presenteri Peterpan untuk Dapatkan Rekor MURI?". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2021-01-25. 
  5. ^ Darmadi Sasongko (2004-07-23). "Konser Maraton Peterpan Masuk Rekor MURI". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2021-01-25. 
  6. ^ Liputan6 (2004-07-20). "Peter Pan, Mencatat Rekor Konser Selama 24 Jam". Liputan6.com. Diakses tanggal 2021-01-25. 
  7. ^ Aditia Saputra (2013-11-12). "Ariel Sukses Bersama Peterpan dan Perpecahan dengan Andika". Liputan6.com. Diakses tanggal 2021-01-25. 
  8. ^ Umi Lailatul (2012-11-11). Hafidz Muftisany, ed. "NOAH akan Konser di Lima Negara dalam 24 Jam". Republika Online. Diakses tanggal 2021-01-25.