Kufah
kota kota besar | |
|---|---|
| الكوفة (ar) | |
| Tempat | |
Koordinat: 32°1′48″N 44°24′0″E / 32.03000°N 44.40000°E | |
| Negara berdaulat | Irak |
| Daftar kegubernuran di Irak | Kegubernuran Najaf |
| Ibu kota dari | |
| Negara | Irak |
| Penduduk | |
| Keseluruhan | 171.305 |
| Geografi | |
| Ketinggian | 30 m |
Kufah (bahasa Arab: الكوفة, translit. al-Kuufah) merupakan sebuah kota di Iraq. Ia terletak 10 km di timur laut Najaf dan 170 km di selatan Bagdad. Diperkirakan kota ini mempunyai 110.000 penduduk pada 2003.[butuh rujukan]
Kota ini dibangun oleh Sahabat Nabi Muhammad, Sa'ad bin Abi Waqqash setelah pertempuran Qadisiyah dan penaklukan Ctesiphon, ibukota Persia di masa Khalifah Umar bin Khathab pada 636 M.[1] Kufah kemudian menjadi pusat operasi dari penaklukan wilayah persia berikutnya ke arah timur di masa Utman bin Affan hingga Muawiyah.
Bersama-sama dengan Karbala dan Najaf, Kufah merupakan salah satu dari tiga kota terpenting di Iraq untuk golongan Syiah. Di era Khalifah Sayyidina Ali, pusat administrasi dipindahkan dari Madinah Al-Munawarah ke Kufah. Di sinilah Sayyidina Ali meninggal akibat tikaman pedang Ibnu Muljam. Menurut keterangan warga Iraq seorang pilot MAS, Makam tersebut amat diyakini oleh penduduk Syiah. Kawasan pekuburan amat luas dan diyakini merupakan perkuburan yang terluas di dunia.[butuh rujukan]
Situs bersejarah Syi'ah
[sunting | sunting sumber]- Masjid Agung Kufah
- Makam Zaid bin Ali
- Rumah Ali bin Abi Thalib
- Makam Maitsam ats-Tsammar
- Makam Kumail bin Ziyad
- Masjid as-Sahlah
Orang yang memiliki hubungan dengan Kufah
[sunting | sunting sumber]Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Katsir, Ibnu (2012). Terjemah Al Bidayah wa an-Nihayah. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-044-5
