Lompat ke isi

Sufyan ats-Tsauri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kufah adalah wilayah kelahiran Sufyan Ats-Tsauri
Infobox orangSufyan ats-Tsauri

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran716 Suntingan nilai di Wikidata
Kufah Suntingan nilai di Wikidata
Kematian784 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata (67/68 tahun)
Basra Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslam Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
SpesialisasiUlum hadis dan tafsir al quran Suntingan nilai di Wikidata
Pekerjaanmuhaddits, mufasir Suntingan nilai di Wikidata
Murid dariAyyub as-Sikhtiyani, Syu'bah bin al-Hajjaj, Ja'far ash-Shadiq, Malik bin Anas dan Hammad bin Abi Sulaiman Suntingan nilai di Wikidata
MuridAbdullah ibnul Mubarak, Sufyan bin ‘Uyainah, Imam Abdurrazzaq Ash-Shan'ani, Ahmad bin Abi Taybah al-Darimi (en) Terjemahkan dan Waki bin al-Jarrah Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
AyahSa'id bin Masruq ats-Tsauri Suntingan nilai di Wikidata

Sufyan Ats-Tsauri bernama lengkap Sufyan bin Sa'id bin Masruq bin Habib bin Rafi' bin Abdillah, dan dipanggil pula dengan sebutan Abu Abdillah Ats-Tsauri.[1][2][3][4] Dia lahir di Kufah pada tahun 96 H. atau yang bertepatan dengan tahun 716 M. dan wafat di Bashrah pada bulan Sya'ban tahun 161 H. bertepatan dengan tahun 778 M.[5] Dia tercatat sebagai salah seorang tokoh ulama di masanya, imam dalam bidang hadits juga bidang keilmuan lainnya. Terkenal juga sebagai pribadi yang wara' atau sangat hati-hati, zuhud, ahli fikih dan dinilai setara dengan para imam fikih yang empat: Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad bin Hambal.[1][2][3][4]

Pendidikan

[sunting | sunting sumber]
Bashrah, selain menjadi salah satu wilayah yang pernah dikunjungi Sufyan Ats-Tsauri, ia juga merupakan tempat wafatnya

Sufyan Ats-Tsauri hidup dilahirkan dan hidup di tengah-tengah keluarga yang agamais; ayahnya, Sa'id bin Masruq dikenal ahli hadits Kufah yang tepercaya; ibunya, merupakan sosok perempuan yang wara' dan zuhud, dialah perempuan yang kelak mendorongnya untuk menuntut ilmu; sedangkan saudaranya lelakinya, Umar bin Sa'id juga tergolong ahli hadits, termasuk saudarinya, Ummu Ammar, juga tergolong ahli hadits pada masanya.[5][6] Sang ayah adalah sosok yang paling banyak berpengaruh terhadap diri Sufyan Ats-Tsauri, hal ini bisa dilihat dari upayanya dalam rangka mengikuti jejak sang ayah dalam belajar ilmu agama; bahkan ia menjadi salah satu gurunya dalam bidang hadits.[5]

Guru dan Murid

[sunting | sunting sumber]

Selain ayahnya sendiri, ada banyak ulama besar pada masa Sufyan Ats-Tsauri, baik yang berada di Kufah, Bashrah, Hijaz, maupun yang lainnya, yang pada gilirannya menjadi gurunya; mereka antara lain: Abu Ishaq As-Sabi'i, Manshur bin Al-Mu'tamir, Habib bin Abi Tsabit, Ashim bin Al-Ahwal, Umar bin Dinar, Ayyub Al-Sakhtiyani, dan lain-lain; sedangkan ulama-ulama besar yang pernah berguru kepadanya, antara lain: Syu'bah, Yahya bin Sa'id al-Qaththan, Imam Malik, Al-Auza'i, Ibnul Mubarak, dan Sufyan bin Uyainah.[5]

Karya-karya

[sunting | sunting sumber]

Sufyan Ats-Tsauri merupakan ulama yang produktif, ia sudah menulis beberapa karya penting dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan agama, antara lain:

  1. Al-Jami'ul Kabir fil Fiqhi wal Ikhtilaf;
  2. Al-Jami'ush Shaghir; dan,
  3. Kitabut Tafsir.[5]

Penilaian Ulama

[sunting | sunting sumber]

Di kalangan ulama, Sufyan Ats-Tsauri adalah salah seorang yang mendapat penilaian istimewa dan diakui, beberapa penilaian tersebut antara lain terekam dari beberapa tokoh kenamaan berikut:

  1. Abdurrahman bin Mahdi dan Yahya bin Al-Qaththan: "Aku tidak melihat orang yang lebih pandai mengenai hadits melebihi Sufyan Ats-Tsauri."[5]
  2. Yahya bin Ma'in: "Tidak ada yang lebih tahu mengenai hadits yang diriwayatkan dari Abi Ishaq yang melebihi pengetahuan Sufyan; demikian pula mengenai hadits dari jalur Manshur, tidak ada yang lebih tahu daripada Sufyan."[5]
  3. Ibnu Uyainah: "Ahli hadits itu ada tiga: Ibnu Abbas pada zamannya, Asy-Sya'bi pada zamannya, dan Ats-Tsauri pada zamannya."[5]
  4. Syu'bah, Abu Ashim, Ibnu Ma'in: "Sufyan Ats-Tsauri adalah seorang pemimpin orang mukmin dalam bidang hadits."[5]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 (Arab) Abu Abdillah Adz-Dzahabi (2006). Siyar A'lam An-Nubala'. Kairo: Darul Hadits. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link) jilid VI, Hal. 621-651.
  2. 1 2 (Arab) Abu Abu Sulaiman Ar-Ri'i (1410 H.). Tarikh Maulidil Ulama' wa Wafayatihim. Riyadh: Darul Ashimah. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Tahun (link) jilid I, hal. 229.
  3. 1 2 (Arab) Abul Abbas Al-Barmaki (1900). Wafayatul A'yan. Beirut: Dar Shadir. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link) jilid II, Hal. 386.
  4. 1 2 (Arab) Shalahuddin Khalil (2000). Al-Wafi. Beirut: Dar Ihya'ut Turats. jilid XV, hal. 174.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 (Arab) Sufyan bin Sa'id Ats-Tsauri (1983). Tafsir Sufyan Ats-Tsauri. Beirut: Darul Kutub Al-'Ilmiah. jilid I, hal. 6-13.
  6. (Arab) Abdul Ghani (1994). Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri. Beirut: Darul Qalam. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link) hal. 15-42.