Kritik teks (Alkitab)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Kritik teks adalah salah satu metode penafsiran Alkitab yang mempelajari teks yang ada secara terperinci untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya.

Ketika seseorang mencoba mempelajari suatu teks Alkitab dari beberapa terjemahan yang berbeda, tidak jarang ia menemukan bagian yang berbeda antara dua terjemahan. Hal ini dapat terjadi karena beberapa macam hal, antara lain:[1]

  • Perbedaan sumber asal.
  • Perbedaan interpretasi pada saat menerjemahkan.
  • Kesalahan yang tidak disengaja pada saat menerjemahkan atau menyalin ulang sebuah teks.

Sarjana kritik teks Alkitab terkemuka[sunting | sunting sumber]

  • William Albright (1891–1971): profesor pada Johns Hopkins University dan pendiri "biblical archaeology (arkeologi Alkitab)" yang mendukung otentisitas naskah-naskah kuno Alkitab, terutama Perjanjian Lama.
  • Jean Astruc (1684–1776): kritikus Alkitab mula-mula asal Perancis, yang mengadaptasi kritik sumber pada studi kitab Kejadian dan berpendapat bahwa Musa adalah penyusun seluruh Taurat.
  • D. A. Carson (1946–): sarjana Perjanjian Baru asal Kanada; salah satu pendiri The Gospel Coalition.
  • Bart D. Ehrman (1955–): profesor University of North Carolina yang meneliti korupsi teks Perjanjian Baru dan para pengarang teks Perjanjian Baru dan Kristen mula-mula. Pendapat-pendapatnya disanggah secara detail oleh Daniel B. Wallace.
  • Bruce Metzger (1914–2007): ahli Alkitab yang dijuluki "the dean of New Testament textual criticism" ("dekan kritik teks Perjanjian Baru") dan menulis buku definitif, The Text of the New Testament ("Teks Perjanjian Baru", Oxford University Press, 1964)
  • Albert Schweitzer (1875–1965): teolog Jerman yang menjadi pelopor penelitian Yesus sebagai tokoh dalam sejarah
  • Thomas Paine (1737–1809): Filsuf Amerika Serikat. Pengarang "The Age of Reason". Mendokumentasi berbagai diskrepansi Alkitab, menerapkan logika bahwa kitab itu ditulis oleh manusia biasa, bukan ilham ilahi.
  • Thomas Jefferson (1743–1826): Presiden Amerika Serikat. Pengarang "Jefferson Bible", sebuah rekonstruksi Perjanjian Baru yang menghilangkan rujukan bersifat mujizat.
  • Baruch Spinoza (1632–1677): filsuf Belanda, yang mengumpulkan diskrepansi, kontradiksi dan anakronisme dari Taurat dan berpendapat bahwa Taurat tidak dapat ditulis oleh Musa. Pendapatnya disanggah secara detail oleh Jean Astruc.
  • Baron d'Holbach (1723–1789): pembuat ensiklopedia Perancis/Jerman, menerbitkan secara anomim di Amsterdam pada tahun 1769 "Ecce Homo: The History of Jesus of Nazareth, a Critical Inquiry", yang menyangsikan Yesus sebagai manusia biasa dalam sejarah. Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh George Houston dan dipublikasikan di Edinburgh, 1799, London, 1813, (karena "blasphemy" ini Houston dipenjarakan selama 2 tahun), dan New York, 1827. Pendapatnya ditinggalkan karena temuan-temuan arkeologis modern.
  • David Friedrich Strauss (1808–1874): kritikus Jerman yang berfokus pada penelitian Yesus sebagai tokoh dalam sejarah, terutama dengan bukunya Das Leben Jesu. Pendapatnya sudah ditinggalkan karena temuan-temuan arkeologi modern.
  • Daniel B. Wallace (1952-): kritikus Alkitab yang mengumpulkan foto semua naskah kuno Alkitab, terutama bagian Perjanjian Baru. Karyanya mendukung bahwa naskah Perjanjian Baru sudah dalam bentuk yang sekarang sejak awal abad ke-2.
  • Julius Wellhausen (1844–1918): kritikus Jerman yang mempopulerkan hipotesis dokumen dengan 4 sumber, yang dominan di awal abad ke-20, meskipun sekarang sudah kurang populer. Teorinya disanggah secara detail oleh R. N. Whybray.
  • R. N. Whybray (1923–1997): penyanggah asumsi "kritik sumber" yang mendasari hipotesis dokumen.
  • N. T. Wright (1948-): uskup emiritus Anglikan dan profesor "New Testament and Early Christianity" pada University of St. Andrews, Wright dikenal karena New Perspective on Paul dan karyanya berupa serial Christian Origins and the Question of God.[2][3]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris) John H. Hayes dan Carl R. Holladay. (tahun tidak diketahui). Biblical Exegesis : A Beginner's handbook (revised edition). London : Westminster John Knox Press.
  2. ^ [1]
  3. ^ [2]

Pustaka tambahan[sunting | sunting sumber]

  • Barton, John (1984). "Reading the Old Testament: Method in Biblical Study, Philadelphia, Westminster, ISBN 0-664-25724-0". 
  • Barenboim Peter, Biblical Roots of Separation of Powers, Moscow : Letny Sad, 2005, ISBN 5-94381-123-0, http://lccn.loc.gov/2006400578
  • Birch, Bruce C., Walter Brueggemann, Terence E. Fretheim, and David L. Petersen (1999). A Theological Introduction to the Old Testament, ISBN 0-687-01348-8. 
  • Coggins, R. J., and J. L. Houlden, eds. (1990). Dictionary of Biblical Interpretation. London: SCM Press; Philadelphia: Trinity Press International. ISBN 0-334-00294-X. 
  • Ehrman, Bart D. (2005). Misquoting Jesus: The Story Behind Who Changed the Bible and Why. HarperSanFrancisco. ISBN 0-06-073817-0. 
  • Shinan, Avigdor, and Yair Zakovitch (2004). That's Not What the Good Book Says, Miskal-Yediot Ahronot Books and Chemed Books, Tel-Aviv

Pranala luar[sunting | sunting sumber]