Kobe Bryant

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kobe Bryant
Kobe Bryant warming up.jpg
Bryant tahun 2015
No. 8, 24
Shooting guard
Informasi pribadi
Lahir 23 Agustus 1978 (umur 37)
Philadelphia, Pennsylvania
Kebangsaan American
Tinggi 6 ft 6 in (1.98 m)[a]
Berat 212 lb (96 kg)
Informasi karier
Sekolah Lower Merion
(Ardmore, Pennsylvania)
NBA Draft 1996 / Round: 1 / Pick: ke-13 overall
Dipilih oleh Charlotte Hornets
Prokarier 1996–2016
Riwayat karier
19962016 Los Angeles Lakers
Prestasi dan pencapaian karier
Statistik karier
Points 33,643 (25.0 ppg)
Rebounds 7,047 (5.2 rpg)
Assists 6,306 (4.7 apg)
Status di Basketball-Reference.com

Kobe Bean Bryant (lahir 23 Agustus,1978) adalah mantan pemain basket Amerika. Ia bermain seluruh 20 tahun karirnya bersama Los Angeles Lakers dari National Basket Association (NBA). Ia masuk ke NBA langsung dari SMA dan memenangi 5 juara NBA bersama Lakers. Bryant mengikuti 18 kali All-Star, 15 kali anggota All-NBA Team, dan 12 kali anggota All-Defensive Team. Ia memimpin liga dalam mencetak angka 2 kali, dan berada di peringkat 3 di bagian pencetak angka terbanyak sepanjang masa di musim reguler dan juga pasca-musim. Ia juga memegang rekor NBA untuk bermain di satu tim terbanyak sepanjang karir.

Putra dari mantan pemain NBA Joe Bryant, Kobe Bryant menikmati masa sukses SMA di Lower Merion High School di Pennsylvania, di mana ia diakui sebagai pemain basket top SMA di seluruh negara. Ia menyatakan untuk masuk NBA Draft setelah lulus, dan dipilih ke-13 secara keseluruhan pada NBA Draft tahun 1996 oleh Charlotte Hornets, lalu ditukar ke Los Angeles Lakers. Sebagai rookie, Bryant mendapat reputasinya sebagai high-flyer dan pemain favorit fan dengan memenangkan Slam Dunk Contest tahun 1997, dan ia dinamai All-Star di tahun keduanya. Meskipun ada perseteruan di antara mereka, Bryant dan Shaquille O'Neal memimpin Lakers untuk mencapai 3 kejuaraan beruntun dari tahun 2000 hingga 2002.

Pada tahun 2003, Bryant dituduh melakukan kekerasan seksual setelah melakukan seks di Colorado, namun gugatannya dicabut, dan gugatannya diselesaikan diluar pengadilan. Setelah kekalahan di NBA Finals 2004, O'Neal ditukar ke Miami Heat. Bryant menjadi inti Lakers, dan memimpin pencetak angka NBA pada musim 2005/06 dan 2006/07. Pada tahun 2006, ia mencetak angka terbanyak sepanjang karirnya, 81 poin, ketika berhadapan dengan Toronto Raptors, kedua tertinggi di NBA setelah Wilt Chamberlain dengan 100 poin pada tahun 1962. Ia mendapat penghargaan Most Valuable Player (MVP) musim reguler tahun 2008. Setelah kalah di NBA Finals 2008, Bryant memimpin Lakers merebut 2 kejuaraan beruntun tahun 2009 dan 2010, dan meraih MVP NBA Finals di kedua pertandingan. Ia tetap menjadi salah satu pemain terbaik pada tahun 2013, ketika Bryant yang sudah berumur 34 tahun terkena cedera torn Achilles tendon. Meskipun ia kembali, permainannya terbatas pada 2 tahun berikutnya karena cedera pada lutut dan bahunya berturut-turut mengakhiri musimnya. Berhubungan dengan menurunnya kondisi fisiknya, ia akhirnya memutuskan untuk pensiun setelah musim 2015/16.

Pada umur 34 tahun 104 hari, Bryant menjadi pemain termuda dalam sejarah NBA yang mencapai angka 30.000. Ia juga pencetak angka terbanyak dalam sejarah franchise Lakers. Sejak tahun keduanya di liga, Bryant selalu terpilih mengikuti All-Star Game hingga masa pensiunnya, mencapai rekor 18 kali berturut-turut. Ia juga memenangi MVP All-Star Game sebanyak 4 kali, membuatnya menjadi salah satu peraih MVP All-Star terbanyak dalam sejarah NBA. Olimpiade Musim Panas tahun 2008 dan 2012, ia memenangi medali emas sebagai anggota Tim Nasional A.S. Sporting News dan TNT menamai Bryant sebagai pemain terbaik NBA tahun 2000an

Kehidupan awal dan Edukasi[sunting | sunting sumber]

Bryant lahir di Philadelphia, Pennsylvania, sebagai yang termuda dari 3 bersaudara dan satu-satunya anak laki-laki dari Joe Bryant dan Pamela Cox Bryant. Ia juga sepupu dari pemain basket, John "Chubby" Cox. Orang tuanya memberi namanya dari daging terkenal dari Kobe, Jepang, dimana mereka melihatnya dari menu restoran. Nama tengahnya, Bean, berasal dari julukan sang ayah, "Jellybean". Bryant tumbuh sebagai seorang Katolik Roma. Ketika Bryant berusia 6 tahun, ayahnya meninggalkan NBA dan pindah bersama keluarganya ke Rieti di Italia untuk tetap bermain basket profesional. Bryant lalu terbiasa dengan kehidupannya yang baru dan belajar berbahasa Italia. Ketika musim panas tiba, ia lalu kembali ke Amerika untuk bermain liga basket musim panas.

Bryant mulai bermain basket ketika berumur 3 tahun, dan tim favoritnya ketika tumbuh adalah Lakers. Kakek Bryant lalu mengiriminya video dari game NBA, yang mana ia pelajari. Ketika muda, ia juga belajar bermain sepakbola dan tim favoritnya adalah A.C. Milan. Ketika Joe Bryant pensiun bermain basket pada tahun 1991, keluarga Bryant pindah kembali ke Amerika.

Masa SMA[sunting | sunting sumber]

Bryant mendapat perhatian nasional saat karir SMA-nya yang spektakuler di Lower Merion High School yang berlokasi di Ardmore, di Lower Merion, pinggiran kota Philadelphia. Sebagai freshman, ia bermain untuk tim basket universitas. Ia menjadi freshman pertama dalam beberapa dekade yang bermain di tim universitas Lower Merion, namun tim ini menyelesaikan musimnya dengan rekor 4-20. 3 tahun berikutnya, Aces terhimpun mencatat rekor 77-13, dengan Bryant bermain di semua 5 posisi. Saat tahun juniornya, ia mencapai rata-rata 31.1 poin, 10.4 rebound, dan 5.2 asssist dan dinamai sebagai Pemain Pennsylvania tahun ini, menarik perhatian perekrut dari perguruan tinggi. Diantaranya adalah Duke, North Carolina, Villanova, dan Michigan; namun ketika Kevin Garnett masuk dalam ronde pertama di Draft NBA 1995, ia mulai berpikir untuk masuk langsung ke basket profesional.

Di kamp Adidas ABCD, Bryant meraih penghargaan MVP senior tahun 1995, sambil bermain dengan rekan NBA pada masa depannya, Lamar Odom. Sementara di SMA, nantinya-pelatih 76ers, John Lucas, mengundang Bryant untuk latihan bersama tim, dimana ia bermain satu-lawan-satu dengan Jerry Stackhouse. Di masa seniornya di SMA, Bryant memimpin Aces meraih kejuaraan negara bagian pertama mereka dalam 53 tahun. Ketika itu, ia mencapai rata-rata 30.8 poin, 12 rebound, 6.5 assist, 4.0 steal, dan 3.8 tembakan yang diblok. Bryant mengakhiri masa SMA-nya sebagai pencetak angka terbanyak di Pennsylvania bagian Barat Daya dengan 2.883 poin, melewati Wilt Chamberlain dan Lionel Simmons.

Bryant menerima sejumlah penghargaan atas performanya pada tahun seniornya termasuk dinamai sebagai Pemain SMA Naismith Terbaik, Pemain Basket Pria Terbaik versi Gatorade, McDonald's All-American, dan tim pertama All-USA versi USA Today. Pelatih universitas Bryant, Greg Downer, berkomentar bahwa ia "seorang pemain komplit yang dominan" dan memuji etos kerjanya, bahkan sebagai pemain terbaik di tim. Tahun 1996, Bryant mengajak penyanyi R&B, Brandy, ke malam perpisahan seniornya, meskipun keduanya, hingga sekarang, hanya menjadi teman. Akhirnya, Bryant yang berumur 17 tahun mengambil keputusan untuk langsung bermain di NBA, menjadi pemain ke-6 yang melakukannya. Berita ini mendapat banyak perhatian karena ketika itu, jarang ada pemain dari SMA langsung bermain di NBA (Garnett adalah pengecualian dalam 20 tahun). Keterampilannya dalam bermain basket dan nilai SAT-nya yang bernilai 1080 dapat menjamin ke kuliah mana saja yang ia tuju, tapi ia tidak secara resmi mengunjungi kampus manapun.

Tahun 2012, Bryant diberi penghargaan sebagai salah satu dari 35 McDonald's All-American terbaik.

Karier Profesional[sunting | sunting sumber]

Draft NBA 1996[sunting | sunting sumber]

Guard pertama yang langsung dari SMA, Bryant dipilih ke-13 oleh Charlotte Hornets tahun 1996. Berdasarkan Arn Tellem, agen Bryant saat itu, kemungkinan Bryant untuk bermain di Charlotte Hornets sebagai "kemustahilan". Meskipun begitu, Bill Branch, kepala perekrut Hornets saat itu, mengatakan bahwa Hornets setuju untuk menukarkan draft mereka ke Lakers sebelum memilih Bryant. Kedua tim setuju dengan penukaran ini sehari sebelum draft dan Lakers memberi tahu Hornets siapa yang dipilih 5 menit sebelum pemilihan terjadi. Branch mengatakan meskipun dengan persetujuan penukaran, Hornets tidak pernah berpikir untuk memilih Bryant. Setelah draft, Bryant berlatih di Los Angeles, dimana ia berlatih melawan mantan pemain Lakers Larry Drew dan Michael Cooper dan, berdasarkan kemudian-pelatih Lakers, Jerry West, "berbaris melewati orang-orang ini". Tanggal 1 Juli, 1996, West menukar center utamanya, Vlade Divac, ke Hornets dengan hak draft Bryant. Sejak ia berumur 17 tahun pada saat draft, orang tuanya harus ikut menandatangani kontraknya bersama Lakers hingga akhirnya ia menandatanganinya sendiri pada usia 18 tahun, sebelum musim dimulai.

Menyesuaikan diri dengan NBA (1996-1999)[sunting | sunting sumber]

Bryant memulai debutnya di Summer Pro League di Long Beach, California, mencetak 25 poin di depan ruang pengunjung-berdiri-saja. Defender kesusahan untuk menjaganya, dan performanya mengesankan West dan pelatih Lakers Del Harris. Ia mencetak 36 poin di final, dan selesai dengan rata-rata 24.5 poin, dan 5.3 rebound dalam 4 pertandingan. Sebagai rookie di tahun 1996/97, Bryant kebanyakan memulai dari bangku cadangan dibelakang guard Eddie Jones dan Nick Van Exel. Saat itu ia menjadi pemain termuda yang bermain di game NBA (18 tahun dan 72 hari, yang lalu dipatahkan oleh Jermaine O'Neal dan mantan rekannya Andrew Bynum), dan juga menjadi pemain termuda NBA yang masuk menjadi starter (18 tahun, 158 hari). Awalnya, Bryant bermain dengan menit yang terbatas, namun seiring berjalannya musim, ia melihat mulai banyaknya waktu bermain. Pada akhir musim, ia mencapai rata-rata 15.5 menit per game. Ketika All-Star Weekend, Bryant mengikuti Rookie Challenge dan memenangkan 1997 Slam Dunk Contest, menjadi juara Dunk termuda pada umur 18 tahun. Performa Bryant sepanjang tahun memberinya tempat di NBA All-Rookie 2nd Team dengan rekan bangku cadangannya Travis Knight. Lakers melaju ke Semifinal Western Conference di Playoff melawan Utah Jazz, ketika Bryant ditekan menjadi peran utama pada akhir Game 5. Byron Scott melewatkan gamenya karena pergelangan tangannya terkilir, Robert Horry dikeluarkan karena berkelahi dengan Jeff Hornacek dari Utah, dan Shaquille O'Neal keluar dengan 1:46 tersisa di quarter ke-4. Bryant menembak 4 bola meleset pada akhir pertandingan; Jazz menang 98-93 di overtime untuk mengalahkan Lakers 4-1. Ia pertama kali gagal dalam menembak 2 poin penentu kemenangan di quarter ke-4, dan gagal mencetak 3 percobaan 3 angka di overtime, termasuk 2 percobaan di menit terakhir. O'Neal berkomentar bahwa "[Bryant] adalah satu-satunya orang yang berani mengambil tembakan seperti itu."

Musim kedua Bryant, ia menerima lebih banyak menit bermain dan mulai menunjukkan kemampuannya sebagai guard muda yang bertalenta. Hasilnya, rata-rata poin Bryant meningkat 2 kali lipat dari 7.6 ke 15.4 poin per game. Bryant mulai melihat peningkatan menit bermain ketika Lakers "bermain kecil", di mana Bryant bermain di small forward bersama dengan guard yang biasa ia jaga. Bryant merupakan runner-up untuk NBA's Sixth Man of the Year, dan melalui voting dari fan, ia juga menjadi starter NBA All-Star termuda dalam sejarah NBA. Ia ikut bersama rekan timnya O'Neal, Van Exel, dan Jones, menjadikannya pertama kali sejak 1983, bahwa 4 pemain di tim yang sama terpilih bermain di All-Star Game. 15.4 poin milik Bryant merupakan yang tertinggi dari non-starter manapun musim itu.

Pada musim 1998/99 menandai kehadiran Bryant sebagai salah satu guard terpenting di liga. Bersamaan dengan guard Van Exel dan Jones ditukar, Bryant memulai setiap game dalam musim pengurangan-karena-larangan-bekerja sebanyak 50 game. Musim itu juga, Bryant menandatangani 6 tahun perpanjangan kontrak seharga $70 juta. Ini membuatnya tetap bersama Lakers hingga akhir musim 2003/04. Bahkan dalam tahap awal kariernya, jurnalis olahraga bahkan membandingkan kemampuannya dengan yang lain setara Michael Jordan dan Magic Johnson. Meskipun begitu, hasil playoff mereka tidak memuaskan, saat Lakers disapu bersih 4-0 oleh San Antonio Spurs di Semifinal Western Conference.

Three-Peat (1999-2002)[sunting | sunting sumber]

Keberuntungan Bryant lalu langsung berubah ketika Phil Jackson menjadi pelatih Los Angeles Lakers pada tahun 1999. Setelah bertahun-tahun peningkatan yang bertahap, Bryant menjadi salah satu shooting guard premier di liga, mendapat penampilan di All-NBA, All-Star, dan All-Defensive Teams. Los Angeles Lakers menjadi pesaing juara sejati dibawah Bryant dan O'Neal, yang membentuk kombinasi center-guard yang legendaris. Jackson memanfaatkan serangan segitiga yang membawanya menjuarai 6 kejuaraan bersama Chigago Bulls, yang mana membantu Bryant dan O'Neal naik ke kelas elit NBA. Ketiganya menghasilkan kejuaraan yang dimenangkan secara beruntun pada tahun 2000, 2001, dan 2002 untuk membuktikan secara fakta.

Bryant memulai musim 1999/2000 dicadangkan selama 6 minggu dikarenakan cedera di tangan yang ia alami ketika game pra-musim melawan Washington Wizards. Dengan Bryant kembali dan bermain lebih dari 38 menit per game, ia melihat peningkatan seluruh kategori statistik pada musim 1999/2000. Ini termasuk memimpin tim dalam assist per game dan steal per game. Pasangan O'Neal dan Bryant disokong oleh cadangan yang kuat yang membawa Lakers memenangi 67 game, yang ke-5 terbanyak di sejarah NBA. Ini diikuti dengan O'Neal memenangkan MVP dan Bryant dinamai All-NBA Second Team dan All-NBA Defensive Team untuk pertama kali dalam kariernya (pemain termuda yang menerima All-NBA Defensive Team). Selagi bermain satu-dua dengan O'Neal di playoffs, Bryant mempunyai beberapa performa yang penting termasuk 25 poin, 11 rebound, 7 assist, 4 block dalam 1 game di game 7 Western Conference Finals melawan Portland Trail Blazers. Ia juga melempar alley-oop pass ke O'Neal untuk menyegel game dan serinya. Di NBA Finals 2000 melawan Indiana Pacers, Bryant mencederai pergelangan kakinya pada quarter ke-2 game 2 setelah mendarat di kaki Jalen Rose dari Pacers. Rose lalu mengaku ia meletakkan kakinya dibawah Bryant secara sengaja. Bryant tidak kembali ke game, dan ia juga melewati game 3 karena cederanya. Di game 4, Bryant mencetak 22 poin di babak kedua, dan memimpin timnya ke kemenangan overtime setelah O'Neal dikeluarkan dari game. Bryant mencetak tembakan kemenangan untuk membuat Lakers unggul 120-118. Dengan kemenangan di game 6, 116-111, Lakers memenangi kejuaraan pertamanya sejak 1988.

Secara statistik, pada musim 2000/01, Bryant memberi performa yang sama seperti tahun sebelumnya, tapi ia mencetak rata-rata 6 poin lebih banyak per game (28.5). Ini juga tahun dimana pertentangan antara Bryant dan O'Neal mulai terjadi. Sekali lagi ia memimpin assist di tim dengan 5 per game. Meskipun begitu, Lakers hanya memenangkan 56 game, 11 lebih sedikit dari tahun lalu. Lakers lalu merespon dengan rekor 15-1 di playoffs. Mereka dengan mudah menyapu bersih Portland Trail Blazers, Sacramento Kings, dan San Antonio Spurs, sebelum menelan kekalahan pertama melawan Philadelphia 76ers di OT. Mereka lalu memenangi 4 game selanjutnya dan membawa kejuaraan ke-2 ke Los Angeles. Selama playoffs, Bryant bermain sangat banyak yang membawa statistiknya naik ke 29.4 poin, 7.3 rebound, dan 6.1 assist per game. Di playoffs, rekannya O'Neal menyatakan Bryant sebagai pemain terbaik di NBA. Bryant lalu masuk ke All-NBA Second Team dan All-NBA Defensive Team untuk 2 tahun berturut-turut. Sebagai tambahan, ia juga divoting untuk masuk ke NBA All-Star game yang ke-3 kali secara beruntun (tidak ada game tahun 1999).

Pada tahun 2001/02, Bryant bermain 80 game untuk pertama kali dalam kariernya. Ia melanjutkan permainan all-round-nya dengan meraih rata-rata 25.2 poin, dan 5.5 rebound, dan 5.5 assist per game. Ia juga mencetak persentasi keberhasilan 46.9% dalam mencetak angka, tertinggi sepanjang kariernya, dan sekali lagi memimpin timnya dalam assist. Ia meraih trofi NBA All-Star MVP pertamanya setelah performa 31 poinnya di Philadelphia, ketika ia dicemooh fans sepanjang permainan, berasal dari komentar sebelumnya kepada fans 76ers pada saat Finals bahwa Lakers "akan memotong hatimu keluar". Setelah ia masuk ke All-NBA Defensive Team sekali lagi, ia juga dipromosikan ke All-NBA First Team untuk pertama kalinya sepanjang karirnya. Lakers memenangkan 58 game tahun itu dan finis di tempat kedua di Divisi Pasifik dibelakang rival negara bagian, Sacramento Kings. Bryant dihukum 1 game setelah ia memukul Reggie Miller dari Indiana Pacers setelah Lakers menang melawan Pacers pada 1 Maret 2002.

Jalan ke Finals terbukti menjadi lebih berat dari rekor yang dibuat Lakers pada tahun sebelumnya. Meskipun mereka berhasil menyapu bersih Blazers dan mengalahkan Spurs 4-1, Lakers tidak mempunyai keuntungan tuan rumah melawan Sacramento Kings. Seri ini berlanjut hingga game 7, pertama terjadi sejak Lakers pada Western Conference Finals tahun 2000. Meski begitu, Lakers dapat mengalahkan rival divisi mereka dan memenangkan NBA Finals yang ketiga kalinya. Pada Finals 2002, Bryant meraih rata-rata 26.8 poin, 51.4% keberhasilan mencetak angka, 5.8 rebound, 5.3 asssist per game, termasuk mencetak semua poin tim pada satu quarter. Pada umur 23, Bryant menjadi pemain termuda yang memenangkan 3 kejuaraan. Permainan Bryant diakui dan dipuji untuk performanya di quarter ke 4, terutama di 2 ronde playoffs terakhir. Ini mengukuhkan reputasi Bryant sebagai "pemain penting".

Hampir Juara (2002-2004)[sunting | sunting sumber]

Pada musim 2002/03, Bryant membuat rekor NBA untuk 3-point pada 7 Januari, 2003, mencetak 12 melawan Seattle Supersonics. Ia mencetak rata-rata 30 poin per game dan membuat sejarah didalamnya, mencetak 40 atau lebih poin di 9 game beruntun sementara meraih rata-rata 40.6 diseluruh bulan Februari. Sebagai tambahan, ia mencetak rata-rata 6.9 rebound, 5.9 asssist, dan 2.2 steal per game, tertinggi di kariernya saat itu. Bryant sekali lagi dipilih untuk All-NBA dan All-Defensive 1st Teams, dan berada di tempat ketiga pemilihan MVP. Setelah finis 50-32 di musim reguler, Lakers berusaha keras di playoffs dan kalah di semi-final Western Conference pada yang kemudian yang menjadi juara NBA, San Antonio Spurs dalam 6 game.

Pada musim berikutnya, Lakers mampu mendapat All-Star NBA Karl Malone, dan Gary Payton untuk membuat dorongan lagi ke Kejuaraan NBA. Sebelum musim dimulai, Bryant ditangkap karena kekerasan seksual. Ini menyebabkan Bryant melewati beberapa game karena kehadiran di pengadilan atau menghadiri pengadilan dahulu dan berangkat untuk bermain nanti pada hari yang sama. Pada game terakhir di musim reguler, Lakers melawan Portland Trail Blazers. Bryant mencetak 2 buzzer beater untuk memenangkan pertandingan dan juara Divisi Pasifik. Pada akhir quarter ke-4, Bryant mencetak 3-point dengan 1.1 detik tersisa membawa mereka ke overtime. Nantinya lanjut ke overtime kedua, dimana Bryant membuat 3-point lagi ketika waktunya habis untuk mengangkat Lakers melewati Blazers, 105-104.

Dengan starting lineup O'Neal, Malone, Payton, dan Bryant, Lakers dapat mencapai NBA Finals. Meskipun begitu, mereka dikejutkan dalam 5 game oleh Detroit Pistons, yang memenangkan kejuaraan pertamanya sejak 1990. Dalam seri itu, Bryant mencetak rata-rata 22.6 poin per game dan 4.4 assist. Ia mencetak 35.1%. Kontrak Jackson sebagai pelatih tidak diperbarui, dan digantikan Rudy Tomjanovich. O'Neal ditukar ke Miami Heat untuk Lamar Odom, Caron Butler, dan Brian Grant. Hari berikutnya, Bryant menolak tawaran dari Los Angeles Clippers dan memperpanjang kontraknya dengan Lakers selama 7 tahun.

Mencetak rekor dan kekecewaan playoff (2004-2007)[sunting | sunting sumber]

Bryant diawasi dan dikritik secara detil ketika musim 2004/05 dengan reputasinya rusak berat akibat apa yang terjadi pada tahun sebelumnya. Salah satu penyebab rusaknya reputasi Bryant datang ketika Jackson menulis The Last Season: A Team in Search of Its Soul. Buku itu menjelaskan secara detil tentang musim Lakers yang rusuh pada musim 2003/04 dan mempunyai beberapa kritik terhadap Bryant. Dalam bukunya, Jackson mengatakan Bryant "tidak bisa dilatih". Pertengahan musim, Tomjanovich tiba-tiba mengundurkan diri sebagai pelatih Lakers, karena masalah kesehatan dan kelelahan. Tanpa Tomjanovich, pekerjaan melatih turun ke asisten pelatih Frank Hamblen. Bryant berada di tempat kedua dalam mencetak di liga dengan 27.6 poin per game, tapi ia dikelilingi penyokong yang dibawah standar, dan Lakers meraih 34-48 dan melewatkan playoff untuk pertama kali dalam 1 dekade. Tahun ini juga dilihat sebagai penurunan status Bryant di NBA, ia tidak masuk ke NBA All-Defensive Team dan juga turun ke All-NBA Third Team. Dalam musim ini juga, Bryant juga bermasalah dengan Malone dan Ray Allen.

Musim 2005/06 juga menandakan persimpangan dalam karier basket Bryant. Kendati perbedaannya dengan bryant di masa lalu, Jackson kembali untuk melatih Lakers. Bryant mendukung, dan dari semua penampilan, mereka bekerja sama dengan baik untuk kedua kali, memimpin Lakers kembali ke playoff. Bryant secara individu mencetak prestasi menghasilkan musim statistik terbaik dalam kariernya. Pada 20 Desember, 2005, Bryant mencetak 62 point di 3 quarter melawan Dallas Mavericks. Memasuki quarter ke-4, Bryant mencetak lebih banyak dibanding seluruh tim Mavericks 62-61, satu-satunya pemain yang melakukannya sejak pengenalan shot clock. Ketika Lakers menghadapi Miami Heat pada 16 Januari, 2006, Bryant dan O'Neal masuk berita utama dengan bersalaman dan berpelukan sebelum game, menandakan perubahan pada perbedaan mereka. Sebulan kemudian, pada All-Star Game 2006, keduanya terlihat tertawa bersama.

Pada 22 Januari, 2006, Bryant mencetak 81 poin, tertinggi di kariernya, memenangkan Lakers 122-104 melawan Raptors. Sebagai tambahan dari memecahkan rekor 71 poin Elgin Baylor, Bryant juga mencetak pencetak poin terbanyak kedua dalam 1 game, hanya Wilt Chamberlain (100) yang melewatinya tahun 1962. Berbeda dengan Chamberlain yang diberi pada rekannya, Bryant membuat tembakannya sendiri—kebanyakan dari luar—dalam game dimana Lakers tertinggal 14 poin diparuh pertama dan tidak bisa dikejar hingga quarter ke-4. Chamberlain bermain di era yang permainannya cepat dan lebih banyak kesempatan mencetak angka, mencetak 59% dari seluruh poin dalam 169-147 kemenangan Philadelphia, dibandingkan dengan Bryant yang mencetak 66% dari 122 poin Lakers. Pada bulan yang sama, Bryant juga menjadi pemain pertama yang mencetak 45 poin atau lebih di 4 game beruntun sejak 1964, bergabung dengan Chamberlain dan Baylor. Bulan Januari, Bryant mencetak rata-rata 43.4 poin per game, ke-8 tertinggi dalam satu bulan dalam sejarah NBA dan tertinggi untuk pemain lain selain Chamberlain. Pada akhir musim 2005/06, Bryant mencetak rekor semusim Lakers untuk 40-poin game terbanyak (27) dan poin terbanyak yang dicetak (2.832). Ia memenangkan Pemimpin Pencetak Angka untuk pertama kalinya dengan mencetak rata-rata 35.4 poin per game, menjadi pemain ke-5 dalam sejarah yang mencetak setidaknya 35 poin dalam satu musim. Bryant finis di posisi ke-4 dalam pemilihan NBA MVP 2006, namun menerima 22 vote sebagai juara—kedua dari MVP tahun itu, Steve Nash. Los Angeles Lakers mencatat rekor 45-37, 11 kali menang lebih banyak dibanding tahun lalu, dan seluruh skuad sudah mulai cocok.

Musim itu juga, dilaporkan Bryant mengubah nomor jerseynya dari 8 ke 24 ketika musim 2006/07 dimulai. nomor Bryant pertama kali ketika SMA adalah 24 sebelum berganti ke 33. Setelah musim Lakers selesai, Bryant berkata di TNT bahwa dia ingin nomor 24 ketika masih rookie, tapi belum tersedia, dan nomor 33, dipensiunkan dengan Kareem Abdul-Jabbar. Bryant mengenakan 142 di kamp Adidas ABCD, dan memilih 8 dari pertambahan semua nomornya. Di ronde pertama playoff, Lakers bermain baik untuk memimpin 3-1 melawan Suns, termasuk dengan pemaksaan-OT dan mencetak poin menang dari Bryant di Game 4. Di game 6, mereka hampir mengalahkan Suns dalam 6 detik, namun, kalah 126-118 di overtime. Meski dengan Bryant mencetak 27.9 poin per game di seri itu, Lakers roboh, dan akhirnya kalah dari Suns dalam 7 game. Setelah mencetak 50 poin dalam 20 dari 35 kesempatan mencetak di kekalahan game 6. Bryant dikritik karena hanya mengambil 3 tembakan di paruh kedua di kekalahan 121-90 di game 7 dari Phoenix. Pada akhir musim 2006, Bryant menjalankan operasi lutut, menghalanginya untuk ikut serta dalam FIBA World Championship Tournament tahun 2006.

Ketika musim 2006/07, Bryant dipilih untuk tampil di All-Star Game nya yang ke-9, dan pada 18 Februari, ia mencetak 31 poin, 6 assist, dan 6 steal, yang memberinya trofi MVP All-Star Game kedua sepanjang kariernya. Sepanjang musim, Bryant mulai termasuk dalam beberapa insiden pengadilan. Pada 28 Januari ketika mencoba untuk membuat kontak dengan kemungkinan mencetak angka kemenangan, ia mengayunkan tangannya, mengenai muka guard Spurs Manu Ginóbili dengan sikunya. Setelah dicek, Bryant disanksi untuk game selanjutnya di Madison Square Garden melawan New York Knicks. Itu diberikan karena Bryant melakukan "gerakan yang tidak alami" dengan mengayunkan tangannya ke belakang. Hal yang sama terjadi pada 6 Maret, kali ini dengan guard Minnesota Timberwolves Marko Jarić. 7 Maret, NBA memberi Bryant suspensi 1-game kedua. Dan game pertamanya pada 9 Maret, ia menyiku Kyle Korver di wajah yang secara retroaktif diklasifikasi sebagai foul yang jelas Tipe 1.

Pada 16 Maret, Bryant mencetak 65 poin, tertinggi di musim itu, di game melawan Portland Trail Blazers, yang mengakhir 7 kekalahan beruntun Lakers. Ini adalah performa skoring terbaik ke duanya dalam 11 tahun karirnya. Game berikutnya, Bryant mencetak 50 poin melawan Minnesota Timberwolves, setelah ia mencetak 60 poin di game melawan Memphis Grizzlies—menjadi pemain kedua Laker yang mencetak 50 poin atau lebih di 3 game beruntun, sejak Jordan melakukannya ditahun 1987. Laker lain yang melakukannya adalah Baylor pada Desember 1962. Hari berikutnya, game melawan New Orleans Hornets, Bryant mencetak 50 poin, membuatnya menjadi pemain kedua dalam sejarah NBA yang mencetak 50-poiin di 4 game beruntun dibelakang Chamberlain, yang mencapainya dua kali dengan 5 game beruntun dan 7 game beruntun. Bryant finis musim itu dengan total 10 game 50-poin, disamai hanya oleh Chamberlain. Bryant juga memenangi Pemimpin Pencetak Angka pada musim itu juga. Sepanjang musim 2006-2007, jerseynya menjadi penjualan terbaik NBA di AS dan China. Para jurnalis mengaitkan peningkatan penjualan ini dengan nomor baru Bryant, serta dengan ia meneruskan performa All-Star nya di lapangan. Di 2007 NBA Playoffs, Lakers kalah di ronde pertama melawan Phoenix Suns, 4-1.

Prestasi Karier[sunting | sunting sumber]

Salah satu prestasi individu terbaiknya adalah mencetak 81 angka saat melawan Toronto Raptors pada tanggal 22 Januari 2006, yang merupakan jumlah angka kedua terbanyak dalam sejarah NBA yang dicetak dalam satu game. Di musim ini pula ia mencetak 50 poin ke atas dalam 4 pertandingan berturut-turut. Ia memiliki rekor sepanjang kariernya yaitu membuat poin di atas 50 sebanyak 21 kali. Tetapi rekor itu belum cukup, karena pemain legenda Wilt Chamberlain dan Michael Jordan lebih banyak mencetak poin di atas 50, Chamberlain dengan 108 kali dan Jordan 31 kali. Namun, dalam sejarah NBA, ia pernah mencetak 81 poin dalam 1 game di mana itu adalah rekor angka terbanyak kedua yang dicetak setelah Wilt Chamberlain yang bisa mencetak 100 poin dalam 1 game.[3][4]

Bryant juga mencatatkan rekor lain dalam hal mencetak angka. 2 Februari 2009 (waktu setempat), ketika Lakers melakukan pertandingan tandang ke New York Knicks, ia mencetak 61 angka dengan prosentase tembakan sukses 61% dan Lakers menang 126–117. 61 angka yang dicetak Bryant berhasil menumbangkan rekor angka terbanyak yang dicetak oleh satu pemain di Madison Square Garden, rekor yang sebelumnya dipegang oleh Bernard King.[5]

Bryant juga memegang rekor sebagai pemain termuda dalam sejarah NBA yang mampu mencetak angka sebanyak 24.000 dalam usia 31 tahun 75 hari, melewati rekor Wilt Chamberlain yang meraihnya pada usia 31 tahun 113 hari. Ia menjadi pemain ke-17 yang mampu mencetak angka diatas 24.000[6]

Pada tanggal 1 Februari 2010, Kobe Bryant mencetak 44 angka untuk menjadi top skorer sepanjang masa Los Angeles Lakers melewati Jerry West saat Lakers melakoni laga tandang ke FedEx Forum pada melawan [[Memphis Grizzliezz

juga seorang yang sangat ramah pada fansnya.[7]

Pemain yang juga diperhitungkan sebagai salah satu pemain basket terhebat dalam sejarah itu telah berkarier selama 20 tahun di Los Angeles Lakers, klub yang ia bela sejak pertama kali berkiprah di NBA.

Atlet yang juga dua kali meraih medali emas Olimpiade itu akhir-akhir ini dilanda cedera. Penampilannya musim ini pun di bawah perform terbaiknya.

"Tubuhku tahu, ini saatnya berpisah," kata Bryant jepada Players' Tribune.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Mallozzi, Vincent (December 24, 2006). "'Where's Kobe? I Want Kobe.'". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal February 21, 2013. 
  2. ^ Ding, Kevin (January 8, 2008). "Kobe Bryant's work with kids brings joy, though sometimes it's fleeting". Orange County Register. Diarsipkan dari versi asli tanggal February 21, 2013. 
  3. ^ http://www.nba.com/news/kobe_81_index.html
  4. ^ http://sports.espn.go.com/nba/dailydime?page=dailydime-060123
  5. ^ http://sports.yahoo.com/nba/recap?gid=2009020218 Garden party: Kobe’s 61 sets MSG record
  6. ^ http://scores.espn.go.com/nba/recap?gameId=291106013 Kobe scores 24,000th point as short-handed Lakers get by Grizzlies
  7. ^ http://www.detiksport.com/read/2010/02/02/125944/1291016/78/kobe-masuk-sejarah-tapi-lakers-kalah

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Kesalahan pengutipan: Ditemukan tag <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tag <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan