Lompat ke isi

Klorpromazin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Klorpromazin
Skeletal formula of chlorpromazine
Ball-and-stick model of the chlorpromazine molecule
Data klinis
Nama dagangLargactil, Thorazine, Sonazine, dll
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa682040
License data
Kategori
kehamilan
    Rute
    pemberian
    Oral, rektal, intramuskular, intravena
    Kelas obatTypical antipsychotic
    Kode ATC
    Status hukum
    Status hukum
    • AU: S4 (Prescription only)
    • UK: POM (Hanya resep)
    • US: -only
    • EU: Rx-only [2]
    • (Hanya resep)
    Data farmakokinetika
    Bioavailabilitas10–80% (Oral, variasi antar individu yang besar)[3]
    Pengikatan protein90–99%[3]
    MetabolismeHati, sebagian besar dimediasi CYP2D6.[3]
    Waktu paruh eliminasi30 jam[4]
    EkskresiGinjal (43–65% dalam 24 jam)[3]
    Pengenal
    • 3-(2-kloro-10H-fenotiazin-10-il)-N,N-dimetilpropan-1-amina
    Nomor CAS
    PubChem CID
    IUPHAR/BPS
    DrugBank
    ChemSpider
    UNII
    KEGG
    ChEBI
    ChEMBL
    CompTox Dashboard (EPA)
    ECHA InfoCard100.000.042 Sunting di Wikidata
    Data sifat kimia dan fisik
    RumusC17H19ClN2S
    Massa molar318,86 g·mol−1
    Model 3D (JSmol)
    • CN(C)CCCN1c2ccccc2Sc2ccc(Cl)cc21
    • InChI=1S/C17H19ClN2S/c1-19(2)10-5-11-20-14-6-3-4-7-16(14)21-17-9-8-13(18)12-15(17)20/h3-4,6-9,12H,5,10-11H2,1-2H3 checkY
    • Key:ZPEIMTDSQAKGNT-UHFFFAOYSA-N checkY
      (verify)

    Klorpromazin atau 2-Kloro-10-(3-(dimetilamino)propil)fenotiazin adalah obat yang termasuk antipsikotik dan antiemetik. Klorpromazin adalah senyawa fenotiazin, yang mempunyai rumus molekul C22-H26-N2-O4-S dan berat molekul 414.5234.[5]

    Klorpromazin dikembangkan pada tahun 1950 dan merupakan obat golongan antipsikotik pertama.[6][7] Obat ini ada dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia, obat teraman dan paling efektif yang diperlukan dalam sistem kesehatan.[8] Penemuannya telah dilabeli sebagai salah satu terobosan besar dalam sejarah psikiatri.[9][10] Obat ini bisa digunakan secara oral (diminum), secara intramuscular atau intravena.[11]

    Mekanisme Aksi

    [sunting | sunting sumber]

    Klorpromazin adalah neuroleptik yang bekerja dengan cara memblokir reseptor dopamin post-sinaptik dalam sistem dopaminergik mesolimbik dan menghambat pelepasan hormon hipotalamus dan hipofisis.[12]

    Kegunaan klorpromazin adalah untuk mengobati gangguan psikotik seperti skizofrenia atau manik-depresi pada orang dewasa; Juga digunakan pada orang dewasa untuk mengobati mual dan muntah, kecemasan sebelum operasi, cegukan kronis, porfiria intermiten akut, dan gejala tetanus; Pada anak-anak usia 1 hingga 12 tahun, klorpromazin digunakan untuk mengobati masalah perilaku yang parah (seperti perilaku agresif atau eksplosif) atau hiperaktif dengan aktivitas motorik yang berlebihan.[13]

    Kontraindikasi

    [sunting | sunting sumber]

    Hipersensitif terhadap klorpromazin ; Depresi SSP yang sudah ada sebelumnya, koma, supresi sumsum tulang; feokromositoma; ibu menyusui.[14]

    Efek Samping

    [sunting | sunting sumber]

    Tardive dyskinesia (terapi jangka panjang). Gerakan ekstremitas yang tidak disengaja juga dapat terjadi. Mulut kering, sembelit, retensi urin, midriasis, agitasi, insomnia, depresi dan kejang; hipotensi postural, perubahan EKG. Reaksi alergi kulit, amenorea, ginekomastia, pertambahan berat badan. Hiperglikemia dan meningkatkan kolesterol serum.[14]

    Efek samping yang berpotensi fatal : Agranulositosis. Kematian seketika terkait dengan takiaritmia ventrikel. Peningkatan suhu tubuh yang ditandai dengan stroke panas. Sindrom ganas neuroleptik, disfungsi ekstrapiramidal.[14]

    Penggunaan klorpromazin mempunyai risiko terjadinya kejang.[15] Efek samping seperti Tardive dyskinesia (gerakan-gerakan tubuh yang tidak disengaja, berulang-ulang) dan akatisia (perasaan gelisah dan ketidakmampuan untuk tetap diam) dari klorpromazin lebih jarang bila dibandingkan dengan obat antipsikotik lain seperti haloperidol.[16] atau trifluoperazin, dan beberapa bukti menunjukkan bahwa, dengan dosis konservatif, potensi kejadian efek samping klorpromazin yang seperti itu mungkin sebanding dengan agen yang lebih baru seperti risperidon atau olanzapin.[17]

    Interaksi

    [sunting | sunting sumber]

    Mengkonsumsi makanan sebelum menggunakan obat klorpromazin secara oral mengurangi penyerapannya, demikian juga penggunaan bersamaan dengan benztropin juga dapat mengurangi penyerapan klorpromazin. Alkohol juga dapat mengurangi penyerapan klorpromazin. Antasida memperlambat penyerapan klorpromazin. Litium dan perawatan kronis dengan barbiturat dapat meningkatkan laju ekskresi renal klorpromazin secara signifikan. Antidepresan trisiklik (TCA) dapat menurunkan klirens klorpromazin dan karenanya meningkatkan pajanan klorpromazin. Penggunaan bersamaan dengan penghambat CYP1A2 seperti siprofloksasin, fluvoksamin atau vemurafenib dapat mengurangi pembersihan klorpromazin dan karenanya meningkatkan pajanan dan berpotensi juga meningkatkan risiko efek samping. Klorpromazin juga dapat mempotensiasi efek depresan SSP dari obat-obatan seperti barbiturat, benzodiazepin, opioid, Litium dan anestesi dan karenanya meningkatkan potensi efek samping seperti depresi pernapasan dan sedasi.[11]

    Obat ini juga merupakan penghambat moderat CYP2D6 dan juga substrat untuk CYP2D6 dan karenanya dapat menghambat metabolismenya sendiri. Obat ini juga dapat menghambat pembersihan substrat CYP2D6 seperti dekstrometorfan dan karenanya juga mempotensiasi efeknya. Obat-obat seperti kodein dan tamoksifen yang memerlukan aktivasi yang dimediasi CYP2D6 ke masing-masing metabolit aktifnya mungkin efek terapeutiknya berkurang.[18]

    Demikian juga penghambat CYP2D6 seperti paroksetin atau fluoksetin dapat mengurangi pembersihan klorpromazin dan karenanya meningkatkan kadar klorpromazin dalam serum dan pada akhirnya berpotensi meningkatkan efek sampingnya. Klorpromazin juga mengurangi kadar fenitoin dan meningkatkan kadar asam valproat. Obat ini juga mengurangi pembersihan propranolol dan bertindak sebagai antagonis pada efek terapi agen antidiabetik. Hal ini kemungkinan disebabkan karena fakta bahwa klorpromazin bersifat antagonis reseptor D2 yang merupakan salah satu reseptor dopamin, Amfetamin, dan antikoagulan. Obat ini juga dapat berinteraksi dengan obat antikolinergik seperti orfenadrin yang menghasilkan hipoglikemia (gula darah rendah).[11]

    Referensi

    [sunting | sunting sumber]
    1. "Chlorpromazine Pregnancy and Breastfeeding Warnings". Drugs.com. 5 February 2020. Diakses tanggal 21 August 2020.
    2. "List of nationally authorised medicinal products - Active substance: chlorpromazine : Procedure no.: PSUSA/00000715/202005" (PDF). Ema.europa.eu. Diakses tanggal 3 March 2022.
    3. 1 2 3 4 "Australian Product Information – Largactil (chlorpromazine hydrochloride)" (PDF). Therapeutic Goods Administration (TGA). Sanofi Aventis Pty Ltd. 28 August 2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 March 2017. Diakses tanggal 8 December 2013.
    4. "Chlorpromazine Hydrochloride". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 December 2015. Diakses tanggal 1 December 2015.
    5. chlorpromazine di database ChemIDplus dari dari United States National Library of Medicine (NLM)
    6. López-Muñoz, Francisco; Alamo, Cecilio; Cuenca, Eduardo; Shen, Winston W.; Clervoy, Patrick; Rubio, Gabriel (2005). "History of the discovery and clinical introduction of chlorpromazine". Annals of Clinical Psychiatry. 17 (3): 113–35. doi:10.1080/10401230591002002. PMID 16433053.
    7. Ban, TA (August 2007). "Fifty years chlorpromazine: a historical perspective". Neuropsychiatric Disease and Treatment. 3 (4): 495–500. PMC 2655089. PMID 19300578.
    8. World Health Organization (2019). World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. Geneva: World Health Organization. hdl:10665/325771. WHO/MVP/EMP/IAU/2019.06. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.
    9. López-Muñoz, F; Alamo, C; Cuenca, E; Shen, WW; Clervoy, P; Rubio, G (2005). "History of the discovery and clinical introduction of chlorpromazine". Annals of Clinical Psychiatry. 17 (3): 113–35. doi:10.1080/10401230591002002. PMID 16433053.
    10. Shorter, Edward (2005). A historical dictionary of psychiatry. New York: Oxford University Press. hlm. 6. ISBN 9780198039235. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Februari 2017.
    11. 1 2 3 Product Information Largactil TGA eBusiness Services. Sanofi Aventis Pty Ltd. 28 August 2012
    12. chlorpromazine-hcl Diarsipkan 2020-06-07 di Wayback Machine.dari katamasa.com diakses pada 7 Juni 2020
    13. chlorpromazine-hcl dari drugs.com diakses pada 7 Juni 2020
    14. 1 2 3 chlorpromazine-hcl dari mims.com diakses pada 7 Juni 2020
    15. Pisani, F; Oteri, G; Costa, C; Di Raimondo, G; Di Perri, R (2002). "Effects of psychotropic drugs on seizure threshold". Drug Safety. 25 (2): 91–110. doi:10.2165/00002018-200225020-00004. PMID 11888352.
    16. Leucht C, Kitzmantel M, Chua L, Kane J, Leucht S (2008). Leucht C (ed.). "Haloperidol versus chlorpromazine for schizophrenia". Cochrane Database of Systematic Reviews (1): CD004278. doi:10.1002/14651858.CD004278.pub2. PMID 18254045.
    17. Leucht S, Wahlbeck K, Hamann J, Kissling W (May 2003). "New generation antipsychotics versus low-potency conventional antipsychotics: a systematic review and meta-analysis". Lancet. 361 (9369): 1581–9. doi:10.1016/S0140-6736(03)13306-5. PMID 12747876.
    18. Brunton, L; Chabner, B; Knollman, B (2010). Goodman and Gilman's The Pharmacological Basis of Therapeutics(12th ed.). New York: McGraw-Hill Professional. ISBN 978-0-07-162442-8