Klampis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Klampis
Acac toment 121113-0365 blor.JPG
Klampis, Acacia tomentosa
di tengah hutan jati Jurangjero, Bogorejo, Blora
Status konservasi
Tidak dievaluasi (IUCN 3.1)
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Plantae
(tanpa takson): Angiospermae
(tanpa takson): Eudikotil
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Mimosoideae
Genus: Acacia
Spesies: A. tomentosa
Nama binomial
Acacia tomentosa
Willd.(1806)[1]
Sinonim

Acacia chrysocoma Miq., 1855

Klampis (Acacia tomentosa) adalah sejenis pohon dari suku Fabaceae (=Leguminosae, polong-polongan) penghuni sabana, hutan jati dan hutan musim di daerah kering atau agak kering. Pohon kecil ini ditemukan menyebar mulai dari India, Asia Tenggara, hingga Indonesia.

Nama-nama daerahnya antara lain klampis (Jw.); kolampis (Sd.); klampès, longghay (Md.); ai kendara, ai kĕndarĕ, manggalawa (Sumba)[2]. Sedangkan di negara-negara lain dikenal sebagai krathin-phiman, khaya, nam khao (Thai), böröbu (Vietnam), dan lain-lain[3]

Pengenalan[sunting | sunting sumber]

Pepagan dan percabangan

Pohon kecil hingga sedang, tingginya 5–10(–18) m, dan gemang batangnya hingga 50 cm; menggugurkan daun. Tajuk serupa payung; ranting-ranting muda berambut kuning, rapat; dengan banyak duri berukuran besar dan panjang (Acacia: berduri, tomentosa: berambut padat). Pepagan cokelat gelap, memecah tak beraturan.[3]

Daun-daun dan ranting berduri

Daun penumpu berupa duri, lurus, panjang hingga 4,5 cm. Daun-daun majemuk menyirip berganda, terletak berseling, dengan tangkai daun 0,6–1 cm dan rakis (2,5–)3–9 cm; dengan satu kelenjar tepat di bawah pertemuan sirip-sirip terbawah, bentuk jorong, lk 1–2,5 mm, rata atau sedikit melekuk; satu-dua kelenjar yang lain di dekat ujung rakis, membundar, lk 0,8 mm. Sirip-sirip (7–)12–25 pasang, 0,9–2,5 cm; beranak daun 12–50, yang tersusun berhadapan, duduk, helaiannya seperti kertas, seperti garis, 1–4 × 0,4–1 mm, pangkalnya asimetris, terpangkas, ujungnya menumpul, berambut halus di sisi bawah dan di tepinya, atau hampir gundul.[4]

Bunga majemuk berupa bongkol-bongkol bertangkai lk 2,5 cm, 1–7 bongkol berkumpul di ketiak daun dekat ujung ranting. Bunga duduk, putih atau putih kekuningan, berbilangan–4 atau –5. Kelopak lk 0,9–1,2 mm, tabungnya gundul kecuali pada ujung dan pada gigi-giginya yang berambut; gigi menyegitiga runcing, 0,1–0,2 mm. Mahkota 2,8–3,5 mm, gundul, taju bundar telur atau bundar telur-jorong, runcing, 0,5–1 mm. Benang sari banyak, panjang lk 5 mm; bakal buah gundul, 0,8–1 mm, duduk. Buah polong cokelat gelap, membelulang, tipis rata, sedikit membenjol pada biji, lurus atau membengkok, 9–18 cm × 0,8–1 cm, dengan urat-urat yang membujur memanjang buah, memecah pada kedua kampuhnya. Biji pipih, jorong atau lonjong, 6,5–9 × 4–5,5 mm.[4]

Ekologi dan agihan[sunting | sunting sumber]

Resin atau getahnya kemerahan

Pohon ini biasa dijumpai tumbuh di sabana, hutan jati, hutan semak belukar, wilayah dekat pantai; juga ditanam di sepanjang tepi jalan, dan di pematang-pematang sawah; pada ketinggian hingga 500 m dpl[4]. Di Jawa Timur juga didapati di hutan musim.

Berbunga pada bulan-bulan Oktober hingga Juni[4].

Klampis menyebar secara alami di India selatan, Srilanka, Benggala, Burma, Thailand, Vietnam, dan Indonesia; yakni di Jawa, Madura, Sumbawa, Sumba, dan Sulawesi[4].

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Klampis dipelihara untuk dimanfaatkan kayunya sebagai kayu bakar[2]. Kayu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat gagang cangkul dan tangkai sabit[2]. Kayu A. tomentosa tergolong ke dalam kayu yang berbobot sedang, dengan densitas 580–670 kg/m³ pada kadar air 15%[5].

Kulit batangnya pahit dan berbau tak enak, dimanfaatkan sebagai obat kuda. Serat dari pepagan ini sangat liat dan digunakan untuk membuat tali atau tambang. Getahnya dimanfaatkan untuk membuat tinta.[2]

Tunas dan daun-daun mudanya disenangi ternak, walaupun berduri[2]. Di samping itu, dedaunan ini dapat dijadikan pupuk hijau[3].

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willdenow, C.L. 1806. Sp. Pl. ed. 4, vol. 4 (2): 1087
  2. ^ a b c d e Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia 2: 884. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Bogor.
  3. ^ a b c Sosef, M.S.M. & L.J.G. van der Maesen. 1997. Acacia tomentosa Willd. In: Faridah Hanum, I & van der Maesen, L.J.G. (Editors). Auxiliary Plants.: Plant Resources of South-East Asia 11: 266. PROSEA (Plant Resources of South-East Asia) Foundation, Bogor, Indonesia. [Internet] Record from Proseabase. Accessed: 25-Jan-2013
  4. ^ a b c d e Nielsen, I.C. 1992. Mimosaceae (Leguminosae-Mimosoideae). Flora Malesiana ser. I, Vol. 11 (1): 46-47. Fig. 2
  5. ^ ICRAF Wood Database: Acacia tomentosa, diakses pada 03/02/2013

Pranala luar[sunting | sunting sumber]