Kepandiran
Artikel ini diduga menyertakan neologisme atau protologisme yang digunakan sebatas hanya untuk mempromosikannya. |
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |
Kepandiran, kebahlulan, ketololan, disebut juga keahmakan[1] atau kehamikan[2] (bahasa Inggris: foolishness) adalah ketidakmampuan atau kegagalan untuk bertindak menurut akal karena kurangnya pertimbangan, kebodohan, sifat keras kepala, dan lain-lain.[3] Hal-hal seperti keimpulsifan datau pengaruh dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengambil keputusan yang masuk akal.[butuh rujukan] Alasan lain yang menunjukkan kepandiran termasuk sifat naif, mudah tertipu, dan mudah percaya. Kepandiran berbeda dengan kebodohan, yaitu kurangnya kecerdasan.[4] Perbuatan pandir disebut kepandiran, sedangkan orang yang pandir disebut si pandir. Lawan dari kepandiran adalah kebijaksanaan.[5]
Konsep
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 1995, Andreas Maercker mendefinisikan kepandiran sebagai pemikiran yang kaku, dogmatis, dan tidak luwes yang menimbulkan perasaan pahit dan mungkin jengkel. Hal ini dianggap sebagai dasar ilusi kemulukan seperti kemahatahuan, kemahakuasaan, dan sifat tidak dapat diganggu gugat.[butuh rujukan]
Beberapa peribahasa dari Kitab Amsal mencirikan ciri-ciri kepandiran (kebodohan atau kebebalan).[6]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Arti kata GALAT! URL tidak ditemukan atau tidak sah. dalam situs web {{{ver}}} oleh lembaga penyusun kamus.
- ↑ Arti kata GALAT! URL tidak ditemukan atau tidak sah. dalam situs web {{{ver}}} oleh lembaga penyusun kamus.
- ↑ Kamus Bahasa Inggris Warisan Amerika
- ↑ Robert J. Sternberg (2003), "Smart People Are Not Stupid, But They Sure Can Be Foolish", Why Smart People Can Be So Stupid, Yale University Press, hlm. 232 et seq, ISBN 9780300101706
- ↑ Nathan Rosenstreich, "Prudence and Folly", American Philosophical Quarterly, vol. 22, issue 2, 1985, JSTOR 20014085, p. 93.
- ↑ Eldon Woodcock, Proverbs: A Topical Study, p. 20 ISBN 9781579108182