Kepala penis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kepala penis
Glans Penis of A Human.jpg
Kepala penis, tampak dorsal.
Anat09IMG 0034.jpg
Kepala penis, tampak ventral.
Rincian
Arteri Arteri uretral
Pengenal
Latin Glans penis
Dorlands
/Elsevier
Glans penis
TA A09.4.01.007
FMA 18247
Terminologi anatomi
Anatomi laki-laki
Male anatomy.png
Letak kepala penis pada anatomi laki-laki.
Pengenal
TA A09.4.01.007
FMA 18247
Terminologi anatomi

Pada anatomi manusia laki-laki, kepala penis adalah struktur berbentuk bulat yang sensitif di ujung distal penis. Kepala penis secara anatomis homolog dengan ujung klitoris pada anatomi manusia perempuan. Pada umumnya, seluruh atau sebagian kepala penis tertutup oleh kulup, kecuali pada laki-laki yang telah sunat, yang dapat ditarik melewati dan melebihi kepala penis.

Kepala penis disebut juga glans penis yang berasal dari bahasa Latin glans ('biji ek') dan penis ('berkaitan dengan penis').

Tinjauan medis[sunting | sunting sumber]

Meatus (bukaan) uretra terletak di pucuk kepala penis. Pada balita yang telah disunat, tidak ada lagi kulup yang melindungi area meatus di kepala penis sehingga akan meningkatkan risiko terserang meatitis, ulserasi (pemborokan), atau stenosis (penyempitan) di meatus jika memakai diaper.[1]

Epitelium kepala penis adalah jaringan mukokutaneus.[2] Birley, dkk. melaporkan bahwa pembersihan kepala penis secara berlebihan dengan sabun dapat mengeringkan membran mukosa yang melindungi kepala penis sehingga menyebabkan dermatitis nonspesifik.[3]

Pembengkakan kepala penis disebut balanitis yang dialami oleh 3–11% laki-laki dan hingga 35% laki-laki penderita diabetes. Edwards melaporkan bahwa balanitis umumnya dialami oleh laki-laki yang kurang dapat menjaga kebersihan atau belum sunat.[4] Pembengkakan itu disebabkan oleh banyak hal, antara lain iritasi atau infeksi patogen. Pengobatan yang tepat diberikan dengan mengidentifikasi penyebabnya secara cermat dengan bantuan catatan medis, pemeriksaan fisik, pengambilan sampel dan kultur sel, serta biopsi pasien.[4]

Detail anatomis[sunting | sunting sumber]

Kepala penis adalah tutup korpus spongiosum yang terbentuk di ujung tonjolan korpus kavernosum, meluas di sisi dorsal daripada ventral. Di pucuk kepala, terdapat lubang uretra eksternal yang berbentuk celah vertikal. Lingkar bawah kepala penis disebut korona glandis yang menjorok membentuk cekungan sulkus korona, menutupi leher penis. Bentuk proporsional kepala penis berbeda-beda, ada yang ukuran lingkarnya lebih besar daripada batang penis sehingga penis tampak menyerupai jamur, ada pula yang lebih kecil sehingga menyerupai roket.

Kulup yang menutupi kepala penis berfungsi menjaga mukosa dalam keadaan lembab.[5] Pada laki-laki yang telah sunat, kepala penis terpapar dengan lingkungan luar secara terus-menerus dan kering. Szabo dan Short menemukan bahwa kepala penis yang telah disunat tidak memproduksi lapisan keratin yang lebih tebal.[6] Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kepala penis yang disunat maupun tidak disunat sama-sama sensitif,[7][8][9][10] sedangkan beberapa yang lain menunjukkan bahwa kepala penis yang tidak disunat lebih sensitif.[11][12]

Halata dan Munger (1986) melaporkan bahwa ujung saraf genital yang paling padat terletak di korona glandis.[13] Adapun Yang dan Bradley (1998) sampai pada kesimpulan bahwa penelitian mereka "tidak menemukan area mana pun di kepala penis yang lebih padat saraf daripada yang lain."[12]

Halata dan Spathe (1997) melaporkan bahwa "kepala penis didominasi oleh ujung saraf bebas, ujung saraf bulboid genital, serta dalam kasus tertentu ujung saraf Pacinian dan Ruffini, tanpa ujung saraf Merkel dan Meissner."[2] Yang dan Bradley berpendapat bahwa "pola saraf yang unik di kepala penis menegaskan perannya sebagai struktur sensoris".[12]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Freud, Paul (Agustus 1947). "The Ulcerated Urethral Meatus in Male Children". The Journal of Pediatrics. 31 (2): 131–41. doi:10.1016/S0022-3476(47)80098-8. PMID 20256409. Diakses tanggal 7 Juli 2006. 
  2. ^ a b Halata, Zdenek; A. Spaethe (1997). "Sensory Innervation of the Human Penis". Advances in Experimental Medicine and Biology. Advances in Experimental Medicine and Biology. 424: 265–6. doi:10.1007/978-1-4615-5913-9_48. ISBN 978-0-306-45696-1. PMID 9361804. Diakses tanggal 7 Juli 2006. 
  3. ^ Birley, H. D. (Oktober 1993). "Clinical Features and Management of Recurrent Balanitis: Association with Atopy and Genital Washing". Genitourinary Medicine. 69 (5): 400–3. doi:10.1136/sti.69.5.400. PMC 1195128alt=Dapat diakses gratis. PMID 8244363. 
  4. ^ a b Edwards, Sarah (June 1996). "Balanitis and Balanoposthitis: A Review". Genitourinary Medicine. 72 (3): 155–9. doi:10.1136/sti.72.3.155. PMC 1195642alt=Dapat diakses gratis. PMID 8707315. 
  5. ^ Prakash, Satya (Juli 1982). "Sub-Preputial Wetness: Its Nature". Annals of National Medical Science (India). 18 (3): 109–112. 
  6. ^ Szabo, Robert; Roger V. Short (Juni 2000). "How Does Male Circumcision Protect Against HIV Infection?". British Medical Journal. 320 (7249): 1592–4. doi:10.1136/bmj.320.7249.1592. PMC 1127372alt=Dapat diakses gratis. PMID 10845974. Diakses tanggal 7 Juli 2006. 
  7. ^ Masters, William H.; Virginia E. Johnson (1966). Human Sexual Response. Boston: Little, Brown & Co. hlm. 189–91. ISBN 0-316-54987-8.  (petikan dapat diakses di [1])
  8. ^ Bleustein, Clifford B. (April 2005). "Effect of Neonatal Circumcision on Penile Neurologic Sensation". Urology. 65 (4): 773–7. doi:10.1016/j.urology.2004.11.007. PMID 15833526. 
  9. ^ Bleustein, Clifford B. (26 April–1 Mei 2003). "Effects of Circumcision on Male Penile Sensitivity". American Urological Association 98th Annual Meeting. Chicago, Illinois. 
  10. ^ Payne, Kimberley (Mei 2007). "Sensation and Sexual Arousal in Circumcised and Uncircumcised Men". Journal of sexual medicine. 4 (3): 667–674. doi:10.1111/j.1743-6109.2007.00471.x. PMID 17419812. 
  11. ^ Sorrells, Morris L.; Snyder, James L.; Reiss, Mark D.; Eden, Christopher; Milos, Marilyn F.; Wilcox, Norma; Van Howe, Robert S. (April 2007). "Fine-Touch Pressure Thresholds in the Adult Penis". British Journal of Urology International. 99 (4): 864–869. doi:10.1111/j.1464-410X.2006.06685.x. PMID 17378847. 
  12. ^ a b c Yang, D.M.; Lin H.; Zhang B.; Guo W. (April 2008). "Circumcision Affects Glans Penis Vibration Perception Threshold". Zhonghua Nan Ke Xue. 14 (4): 328–330. PMID 18481425.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "yang" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  13. ^ Halata, Zdenek; Bryce L. Munger (April 1986). "The Neuroanatomical Basis for the Protopathic Sensibility of the Human Glans Penis". Brain Research. 371 (2): 205–30. doi:10.1016/0006-8993(86)90357-4. PMID 3697758.