Frenulum kulup

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Frenulum kulup
Frein du prépuce.jpg
Rincian
Pengenal
Latin Frenulum praeputii penis
Dorlands
/Elsevier
f_16/12379184
TA A09.4.01.012
FMA 19647
Terminologi anatomi

Frenulum kulup, seringkali hanya disebut frenulum saja, adalah pita jaringan elastis di bawah kepala penis yang terhubung ke kulup hingga mukosa vernal, berfungsi membantu kulup menutup kepala penis saat mengkerut.[1] Dalam kasus frenulum yang pendek atau agar keseluruhan kepala penis terpapar secara bebas, frenulum kulup dapat dipotong sebagian atau seluruhnya.[2][3][4]

Kepekaan[sunting | sunting sumber]

Frenulum kulup dan delta frenular di sisi ventral penis di bawah korona dianggap sebagai bagian penis yang segera bereaksi terhadap rangsang dan utamanya peka terhadap sentuhan ringan dan lembut. Sisi ventral batang penis yang ada di bawah korona merupakan sumber kenikmatan yang istimewa.[5] Crooks dan Baur mendapati bahwa dua bagian tubuh laki-laki yang sangat peka terhadap rangsang adalah korona dan frenulum kulup.[6] Rangsangan yang berulang di bagian tersebut menyebabkan orgasme dan ejakulasi pada beberapa laki-laki.

Pada laki-laki yang mengalami cedera sumsum tulang belakang sehingga sensasi yang ditimbulkan tidak dapat diantar ke otak, frenulum kulup yang berada tepat di bawah kepala penis dapat dirangsang untuk menghasilkan orgasme dan respons pengiring ejakulasi.[7][8]

Frenektomi[sunting | sunting sumber]

Frenektomi atau bedah frenulum kulup dilakukan dengan memotong frenulum kulup untuk menangani masalah frenulum pendek.[9] Frenulum kulup dapat juga terpotong saat sunat yang bisa jadi ikut mengurangi ukuran delta frenular. Tiga survei menunjukkan bahwa 20%, 26,7%, dan 33,33% frenulum kulup terpotong saat sunat.[9][10]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Jensen, Christian (2011). Can I Just Ask?. Hay House. p. 58. ISBN 9781848502468. 
  2. ^ Griffin, A.S.; Kroovand, R. (1990). "Frenular Chordee: Implications and Treatment". Urology 35 (2): 133–4. PMID 2305537. doi:10.1016/0090-4295(90)80060-Z. 
  3. ^ Preiser, G.; Herschel, M.; Bartman, T.; Andersson, C.; Bailis, S.A.; Shechet, R.J.; Tanenbaum, B.; Kunin, S.A.; Hodges, F.M.; Fleiss, P.M.; Antonopoulos, J.; Rockney, R.; Taylor, A.; Stang, H.; Snellman, L.; Fontaine, P.; Condon, L.M.; Lannon, C.M. (2000). "Circumcision: The Debates Goes On". Pediatrics 105 (3 Pt 1): 681–684. PMID 10733391. doi:10.1542/peds.105.3.681. 
  4. ^ "Neonatal Circumcision: An Audiovisual Primer". Stanford School of Medicine. 
  5. ^ Hass, K.; Hass, A. (1993). Understanding Sexuality. St. Louis: Mosby. pp. 99–100. ISBN 0801667488. 
  6. ^ Crooks, R.; Baur, K. (1993). Our Sexuality (ke-5 ed.). Redwood City: Benjamin/Cummings. p. 129. ISBN 0-534-59567-7. 
  7. ^ Saulino, Michael F. (2006). "Rehabilitation of Persons With Spinal Cord Injuries". WebMD. 
  8. ^ Pryor, JL; Leroy, Suzanne C.; Nagel, Theodore C.; Hensleigh, Hugh C. (1995). "Vibratory Stimulation for Treatment of Anejaculation in Quadriplegic Men". Archives of Physical Medicine and Rehabilitation 76 (1): 59–64. PMID 7811177. doi:10.1016/S0003-9993(95)80044-1. 
  9. ^ a b Griffin A.S., Kroovand R.L. (1990). "Frenular Chordee: Implications and Treatment". Urology 35 (2): 133–4. PMID 2305537. doi:10.1016/0090-4295(90)80060-Z. 
  10. ^ Frenular Chordee