Lompat ke isi

Kajuara, Bone

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kajuara
Peta Kecamatan Kajuara
Peta Kecamatan Kajuara dan pembagian wilayah administrasinya
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
KabupatenBone
Kode Kemendagri73.08.03 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS7311030 Suntingan nilai di Wikidata
Desa/kelurahan17 desa
1 kelurahan
Peta
PetaKoordinat: 5°4′28.38176″S 120°16′26.85241″E / 5.0745504889°S 120.2741256694°E / -5.0745504889; 120.2741256694

Kajuara adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.[1] Terdiri dari 18 desa dan kelurahan. Ibu Kota kecamatan berada di Kelurahan Awang Tangka. Nama Kajuara diambil dari bahasa Bugis yakni “aju” yang berarti kayu dan “ara” yang berarti beringin. Sehingga dapat diartikan sebagai kayu/pohon beringin. Kemudian lambat laun disempurnakan menjadi Kajuara. Menurut masyarakat setempat dinamakan aju ara karena dahulu terdapat banyak pohon besar yang di sebut aju Ara atau pohon beringin. Pohon ini masih bisa di temui Di beberapa desa seperti Desa Waetuwo, Desa Bulu Tanah, Desa Gona dan beberapa desa lainya.

Kecamatan Kajuara terletak di wilayah selatan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dan memiliki keunikan geografis yang mencolok. Wilayah ini terbagi secara alami menjadi dua bagian utama yang berbeda secara topografi, potensi sumber daya alam, dan aktivitas ekonomi masyarakatnya.

Di bagian barat, Kajuara didominasi oleh daerah dataran tinggi yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan "Tanah Gunung." Wilayah ini memiliki kontur perbukitan dengan tanah yang subur, menjadikannya pusat kegiatan pertanian dan peternakan. Komoditas utama yang dihasilkan di dataran tinggi ini antara lain padi ladang, jagung, dan hasil ternak seperti sapi dan kambing. Tanahnya yang relatif sejuk dan curah hujan yang cukup mendukung sistem pertanian tradisional masyarakat Bugis Bone yang masih kuat memegang kearifan lokal dalam mengelola alam.

Sementara itu, di bagian timur, Kajuara memiliki dataran rendah yang membentang hingga mendekati kawasan pesisir Teluk Bone. Wilayah ini dikenal sebagai penghasil padi sawah, dengan sistem irigasi yang lebih modern dibanding dataran tinggi. Tidak hanya itu, karena dekat dengan perairan, masyarakat di dataran rendah juga menggantungkan hidup pada hasil laut seperti ikan, serta mengelola empang (tambak) yang luas sebagai tempat budidaya ikan dan udang.

Masyarakat Kajuara mayoritas merupakan suku Bugis Bone, yang terkenal ulet dan memiliki tradisi agraris serta maritim yang kuat. Perbedaan bentang alam antara barat dan timur menciptakan keragaman aktivitas ekonomi, sekaligus memperlihatkan kemampuan masyarakat dalam beradaptasi dengan kondisi lingkungan.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Prasetyaningrum, D. L., dkk. (2024). Wahyuningsih, Sri (ed.). Kabupaten Bone dalam Angka 2024. Diterjemahkan oleh Prasetyaningrum, D. L., dkk. Bone: Badan Pusat Statistik Kabupaten Bone. hlm. 8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)