Jessica Vania

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Jessica Vania
Jessica Vania
Latar belakang
Nama lahir Jessica Vania Widjaja
Nama lain Jessica
Jeje
Lahir 22 Januari 1996 (umur 21)
Bendera Indonesia Jakarta
Kota sekarang Bendera Indonesia Jakarta
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Suku Tionghoa
Jenis musik Pop, Rock
Pekerjaan Penyanyi, Penari, Pemeran, Musisi
Instrumen Vokal, Piano (terkadang sering dijuluki "Pianis Penginjil"), Drum
Tahun aktif 2011 - sekarang
Perusahaan rekaman JKT48 Project (2012–2017)
Hits Records (sebagai studio) (2012–2017)
Dentsu Inter Admark Media Group Indonesia (2017-sekarang)
Terkait dengan JKT48
JKT48 Band
Hubungan Michelle (Keponakan)[1]
Agama Kristen Protestan
Mantan anggota
JKT48 (2011 - 2017)
JKT48 Band (Drummer) (2015 - 2017)

Jessica Vania Widjaja (lahir di Jakarta, 22 Januari 1996; umur 21 tahun) atau dikenal sebagai Jessica Vania atau juga akrab dipanggil dengan nama Jessica atau Jeje (sebelumnya dikenal sebagai Jeje JKT48 (selama menjadi anggota JKT48)) adalah salah seorang penyanyi dan musisi Indonesia, serta mantan anggota grup idola JKT48 generasi pertama. Sebelumnya, Jeje juga menjadi Drummer dari sub-unit JKT48 Band. Jeje dinyatakan lulus dari JKT48 pada 12 Maret 2017 dalam acara Perunjukan Spesial Kelulusannya di Teater JKT48.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Jessica Vania merupakan anggota JKT48 generasi pertama bersama dengan 23 member lainnya. Nama Jeje dipanggil untuk menghilangkan kekeliruan dengan nama Jessica yang sama dengan Veranda. Jeje merupakan anggota JKT48 yang paling ahli dalam bermain piano. Ia juga merupakan anggota yang memiliki sifat humoris. Jeje pernah berteman dengan Sonya Pandarmawan waktu di JKT48 hingga Sonya lulus dari JKT48 pada menjelang perunjukkan terakhir panggung pertama Tim J "Renai Kinshi Jourei (Aturan Anti Cinta)" pada 22 Desember 2013. Jeje pernah lebih dekat dengan Ayana, karena sering dipanggil "Mami Jeje".

Kelulusan dari JKT48[sunting | sunting sumber]

Pada 26 Januari 2017 dalam panggung spesial Tim J "Team J B•E•L•I•E•V•E Show" spesial perayaan ulang tahunnya yang ke-21, Jeje mengumumkan kelulusannya dari JKT48 karena ingin meraih sukses di bidang musik. Namun tetap beraktivitas baik di JKT48 maupun sub-unitnya JKT48 Band sebagai Drummer. Salah satu tagar kelulusannya melalui Media sosial adalah #TerimaKasihJeje. Hari kelulusan Jeje telah melaksanakan pada acara salaman (Handshake Event) terakhirnya dari singel ke-15 JKT48 Saikou Kayo (Luar Biasa) di Kuningan City Ballroom lantai 7 Jl. Dr. Satrio Kav. 18, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta pada 4 Maret, 2017 (bertepan dengan Hari Ulang Tahun Frieska (Tim KIII) yang ke-21), dan Perunjukan Spesial Kelulusannya untuk terakhir kalinya di Teater JKT48 pada 12 Maret 2017. Akhirnya, Jeje dinyatakan lulus dari JKT48 pada tanggal yang sama.

Indonesia[sunting | sunting sumber]

Meet & Greet[sunting | sunting sumber]

Majalah[sunting | sunting sumber]

Jepang[sunting | sunting sumber]

Konser[sunting | sunting sumber]

  • Encore pada hari kedua konser AKB48 Request Hour Setlist Best 100 2012 (20 Januari 2012, Tokyo Dome City Hall,), 12 anggota[4]

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Singel[sunting | sunting sumber]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Skandal pesta ulang tahun dan berpacaran[sunting | sunting sumber]

Sebuah sumber yang menamakan diri mereka JKT48 Bunshun (plesetan dari "Shunkan Bunshun"" di Jepang) mengumbar foto-foto yang menampilkan Jeje beserta beberapa anggota JKT48 lainnya yakni Kinal, Shania, Dhike, Sendy, Chikarina, dan Rica sedang menghadiri pesta ulang tahun salah seorang teman Jeje serta foto-foto Jeje bersama dengan seorang pria bernama Patrick yang membuat kaget para penggemar sehingga meragukan golden rules (member tidak boleh pacaran) ini.[5][6] Seorang penggemar sempat meminta seorang peretas agar meretas akun Twitter milik Jeje terkait hal tersebut.[7]

Pada 24 Oktober 2014, Jeje meminta maaf kepada para penggemarnya sambil menangis.[8]

Perwakilan pada Janken 2016[sunting | sunting sumber]

Pada 9 Agustus 2016, Jeje diwakilkan oleh seorang sepupu perempuannya berusia 12 tahun bernama Michelle pada JKT48 Janken Competition 2016 di Balai Sarbini, Jakarta dan sampai mengantarkannya ke peringkat ke-14. Jeje beralasan bahwa ia tidak ikut dan diwakilkan adalah karena sedang sibuk mengurus kuliah.[9] Tak hanya itu, Michelle pun juga ikut serta dalam MV Love Trip yang dibawakan oleh para pemenang Janken tersebut.[10] Hal ini lantas menimbulkan kontroversi karena anggota lainnya bernama Rissanda Putri Tuarissa, yang juga berhalangan hadir karena sakit, tidak ada yang mewakilkan dirinya.[11]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]