Jati Asih, Bekasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Jati Asih
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Barat
Kota Bekasi
Pemerintahan
 • Camat Drs. AHMAD ZARKASIH
Luas 2.324,921 Ha
Jumlah penduduk 169.289 Jiwa
Kepadatan - jiwa/km²
Desa/kelurahan -

Jati Asih adalah sebuah kecamatan di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.

Jatiasih berbatasan dengan Kecamatan Bekasi Selatan di sebelah utara, Kecamatan Pondok Gede di sebelah barat, Kecamatan Rawa Lumbu di sebelah timur, dan Kecamatan Jatisampurna dan Gunung Putri di sebelah selatan.

Pembagian wilayah[sunting | sunting sumber]

Wilayah kecamatan Jatiasih terbagi atas 6 kelurahan, 52 RW dan 601 RT dengan luas 2.324,921 ha dan dihuni sekitar 169.289 jiwa dengan pertumbuhan penduduk 3,8 % per tahun (menurut Data wilayah Kotamadya Bekasi pada tahun 2004).

Daerah ini memiliki tingkat pertumbuhan penduduk per tahun yang tinggi setelah Kecamatan Pondok Gede, Kecamatan Jatisampurna dan Kecamatan Bekasi Selatan.

Kelurahan/desa[sunting | sunting sumber]

  1. Jatiasih
  2. Jatiluhur
  3. Jatimekar
  4. Jatikramat, lurah: ZAINI, menjabat tahun 2003 sampai Juni 2008. Pada tanggal 14 Juni 2008, Lurah ini dilantik oleh UMARDONO dan menjabat dari tahun 2008 sampai sekarang dengan wakilnya SUBANDI, menjabat antara Juni 2008 sampai April 2013, IRYOTO, menjabat sementara antara April 2013 sampai Juni 2013 dan ISWAHYUDI, menjabat Juni 2013 sampai sekarang.
  5. Jatirasa
  6. Jatisari

Perumahan[sunting | sunting sumber]

Di Jatiasih Terdapat cukup Banyak Komplek perumahan seperti Perumahan Bumi Nasio indah, Graha indah, Angkasa puri, Villa Jatirasa, Sakura Regency dll, Beberapa Komplek perumahan tersebut mulai Berdiri sejak 1980, hingga kini masih melakukan pengembangan.

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Perekonomian di Jatiasih semakin meningkat. Akibat dari Krisis moneter pada tahun 1997, Perekonomian di Jatiasih semakin terganggu karena diberi pinjaman dari IMF. Setelah terjadi Krisis moneter pada tahun 1997, ekonomi di wilayah Jatiasih sudah bagus.

Data keuangan di wilayah Kecamatan Jatiasih[sunting | sunting sumber]

Data keuangan di wilayah Kecamatan Jatiasih (menurut data wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Bekasi tahun 1992-1996, Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi tahun 1997-2000, Kotamadya Bekasi tahun 2001-2006 dan Kota Bekasi tahun 2007-2015):

Tahun Keuangan (Rp.) Kenaikan/penurunan keuangan (Rp.) Tingkat kenaikan/penurunan keuangan (%) Catatan
1992 Rp1.380.000,00 - - Menurut data wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Bekasi pada tahun 1992-1996
1993 Green Arrow Up.svg Rp2.000.000,00 Green Arrow Up.svg Rp620.000,00 Green Arrow Up.svg 31,0 %
1994 Green Arrow Up.svg Rp2.500.000,00 Green Arrow Up.svg Rp500.000,00 Green Arrow Up.svg 20,0 %
1995 Green Arrow Up.svg Rp2.850.000,00 Green Arrow Up.svg Rp350.000,00 Green Arrow Up.svg 12,29 %
1996 Red Arrow Down.svg Rp1.250.000,00 Red Arrow Down.svg Rp1.600.000,00 Red Arrow Down.svg 56,15 %
1997 Red Arrow Down.svg Rp500.000,00 Red Arrow Down.svg Rp750.000,00 Red Arrow Down.svg 60,0 % Menurut data wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi pada tahun 1997-2000.

Menurun akibat dari Krisis finansial Asia 1997. Menurut data International Monetary Fund logo.svg IMF.

1998 Red Arrow Down.svg Rp250.000,00 Red Arrow Down.svg Rp250.000,00 Red Arrow Down.svg 50,0 %
1999 Green Arrow Up.svg Rp1.000.000,00 Green Arrow Up.svg Rp750.000,00 Green Arrow Up.svg 75,0 %
2000 Green Arrow Up.svg Rp1.250.000,00 Green Arrow Up.svg Rp250.000,00 Green Arrow Up.svg 20,0 %
2001 Green Arrow Up.svg Rp1.300.000,00 Green Arrow Up.svg Rp50.000,00 Green Arrow Up.svg 3,84 % Menurut data wilayah Kotamadya Bekasi pada tahun 2001-2006
2002 Green Arrow Up.svg Rp2.000.000,00 Green Arrow Up.svg Rp700.000,00 Green Arrow Up.svg 35,0 %
2003 Green Arrow Up.svg Rp2.500.000,00 Green Arrow Up.svg Rp500.000,00 Green Arrow Up.svg 20,0 %
2004 Green Arrow Up.svg Rp2.750.000,00 Green Arrow Up.svg Rp250.000,00 Green Arrow Up.svg 9,1 %
2005 Green Arrow Up.svg Rp3.000.000,00 Green Arrow Up.svg Rp250.000,00 Green Arrow Up.svg 8,33 %
2006 Green Arrow Up.svg Rp3.500.000,00 Green Arrow Up.svg Rp500.000,00 Green Arrow Up.svg 14,28 %
2007 Red Arrow Down.svg Rp3.250.000,00 Red Arrow Down.svg Rp250.000,00 Red Arrow Down.svg 7,69 % Menurut data wilayah Kota Bekasi pada tahun 2007-2015
2008 Red Arrow Down.svg Rp3.000.000,00 Red Arrow Down.svg Rp250.000,00 Red Arrow Down.svg 7,69 %
2009 Red Arrow Down.svg Rp2.450.000,00 Red Arrow Down.svg Rp550.000,00 Red Arrow Down.svg 18,33 %
2010 Green Arrow Up.svg Rp2.800.000,00 Green Arrow Up.svg Rp350.000,00 Green Arrow Up.svg 14,28 %
2011 Green Arrow Up.svg Rp3.000.000,00 Green Arrow Up.svg Rp200.000,00 Green Arrow Up.svg 7,14 %
2012 Green Arrow Up.svg Rp3.200.000,00 Green Arrow Up.svg Rp200.000,00 Green Arrow Up.svg 6,67 %
2013 Green Arrow Up.svg Rp3.800.000,00 Green Arrow Up.svg Rp600.000,00 Green Arrow Up.svg 18,75 %
2014 Green Arrow Up.svg Rp4.120.000,00 Green Arrow Up.svg Rp320.000,00 Green Arrow Up.svg 8,42 %
2015 Green Arrow Up.svg Rp4.500.000,00 Green Arrow Up.svg Rp380.000,00 Green Arrow Up.svg 9,23 %

Sekolah[sunting | sunting sumber]

Di Jatiasih terdapat sekolah-sekolah, seperti:

Transportasi di Jatiasih[sunting | sunting sumber]

Jalan raya[sunting | sunting sumber]

Jatiasih dilalui Jalan Tol JORR yang memudahkan akses jalan ke Jakarta Selatan, Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Cikunir, Bintara, Cakung, dan Jakarta Utara. Ada pula Jalan Jatisari yang menghubungkan Jatiasih langsung dengan Jatisampurna, Depok, dan Kab. Bogor dan Jalan Jatimekar yang menghubungkan Jatiasih langsung dengan Pondok Gede, Makasar, Kramat Jati, dan Jalan Tol Insinyur Wiyoto Wiyono. Jalan lain ada Jalan Swatantra - Jatiasih yang menghubungkan langsung dengan pusat kota Bekasi dan Jalan Wibawa Mukti 2 yang menghubungkan Jatiasih langsung dengan Kab. Bogor.

Data statistik Jalan raya[sunting | sunting sumber]

Total panjang jalan raya di Jatiasih adalah 402,25 km dari total semuanya (menurut data wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi pada tahun 1999) dan 403,30 km dari total semuanya (menurut data wilayah Kotamadya Bekasi pada tahun 2004) dengan perincian:

Kondisi jalan Panjang jalan raya (km) Persentase (%)
Jalan baik 315,80 km 78,3 %
Jalan sedang 69,25 km 17,17 %
Jalan rusak 18,25 km 4,53 %
TOTAL (2004) 403,30 km 100,00 %
2002 402,90 km 100,00 %
1999 402,25 km 100,00 %
1994 381,80 km 100,00 %

Jalan tol Jatiasih-Sukabumi[sunting | sunting sumber]

Jalan Tol Jatiasih-Sukabumi
Berkas:Proyek jalan tol Jatiasih-Sukabumi.jpg
Tol masih dalam perencanaan, 2007
Panjang 64,5 km
Pembangunan 2007-2008
Pengelola PT Marga Jaya Kabupaten Bogor (Persero) Tbk

PT Datuk Arif Sugondo, pengelola asal Sumatera Barat

Pada tahun 2007, sudah dibangun Jalan tol Jatiasih-Sukabumi dengan jarak 64,5 km yang memudahkan akses jalan ke Ciangsana, Cileungsi, Puncak dan Sukabumi tanpa perlu melewati Jalan Tol Jagorawi.

Jalan tol ini mulai dibangun pada tahun 2007 oleh Pengusaha asal Sumatera Barat, Datuk Arif Sugondo dan diresmikan pada tanggal 25 Mei 2008 jam 10.00 WIB oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan.

Pintu tol[sunting | sunting sumber]
Gerbang km Tujuan
Jatiasih 0 Jatiasih, Cawang, Bekasi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
Jatiasih Selatan 2 Jatiasih, Jatiluhur, Bojong Kulur, Bekasi, Rawalumbu
Jatisari 5 Jatisari, Bojong Kulur
Kota Bekasi.jpg
Batas Wilayah Kota Bekasi

Lambang Kabupaten Bogor.png
Batas Wilayah Kabupaten Bogor
Ciangsana 10,5 Ciangsana, Jalan alternatif Cibubur-Cileungsi, Bojong Kulur, Cileungsi, Jonggol, Cibubur, Nagrak
Nagrak 12 Cileungsi, Jalan alternatif Cibubur-Cileungsi, Nagrak, Jonggol
Cileungsi 15 Cileungsi, Jonggol, Cibinong, Situsari, Taman Wisata Mekarsari
Setu Sari Barat 18 Situsari, Jonggol, Taman Wisata Mekarsari, Cibarusah, Karawang, Purwakarta
Setu Sari Timur 20 Situsari, Jonggol, Cibarusah, Karawang, Cianjur
Jonggol 23 Jonggol, Cibarusah, Cianjur
Singasari 26 Singasari, Weninggalih, Sukamakmur, Cianjur
Jalan Tol Jatiasih-Sukabumi
Wilayah Kota satelit Cibubur
Batas
Wilayah Kota satelit Cibubur
Jalan Tol Jatiasih-Sukabumi
Wilayah Puncak
Batas wilayah Puncak
Sukamakmur 30 Sukamakmur, Cariu, Citeureup, Cianjur, Curug Arca, Puncak
Sukawangi 34 Sukawangi, Sukamakmur, Cianjur, Puncak
Megamendung 37,5 Megamendung, Puncak
Cisarua 40 Cisarua, Puncak, Cianjur
Jogjogan 42 Jogjogan, Cisarua, Cianjur, Taman Safari Indonesia
Citeko 45 Citeko, Taman Safari Indonesia
Citeko Selatan 47 Citeko, Taman Safari Indonesia, Taman Nasional Gede Pangrango
Lambang Kabupaten Bogor.png
Batas Wilayah Kabupaten Bogor

Lambang Kabupaten Sukabumi.png
Batas Wilayah Kabupaten Sukabumi
Kadudampit 50 Kadudampit, Undrus Binangun, Kec. Sukabumi
Kadudampit Selatan 52 Kadudampit, Undrus Binangun, Sukabumi
Cisaat 55,5 Cisaat, Kec. Sukabumi, Sukabumi

Prasarana transportasi[sunting | sunting sumber]

Terminal Jatiasih adalah prasarana angkutan umum di kecamatan ini. Dulunya di kecamatan ini pernah dilalui jalur kereta api rute Stasiun Cibitung-Jatiasih. Namun kini jalur kereta api telah dinonaktifkan sejak dibuka jalur baru yakni melewati Stasiun Tambun pada tanggal 2 September 2000. Pada Jalur kereta api Tanjung Barat-Jatiasih segmen Jabung Jagalan (km 9+570) - Jatiasih (km 11+000) dan Jalur kereta api Bekasi-Jatiasih Jatiasih (km 0+200) - Pacung Asem (km 1+750), 7 stasiun kereta api dibongkar akibat pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta segmen Hankam - Cikunir pada tahun 2006.

Tepatnya 500 m menjelang Stasiun kereta api Jatiasih dan 500 m setelah Perlintasan sebidang, terdapat percabangan ke Stasiun Tanjung Barat dan Jonggol dan 600 m setelah Stasiun kereta api Jatiasih dan 500 m menjelang Perlintasan sebidang, terdapat percabangan ke Stasiun Bekasi. Tepatnya 400 m menjelang Stasiun kereta api Jatimekar (dulu Jabung) dan 400 m setelah Perlintasan sebidang, terdapat percabangan ke Stasiun Nambo dan Kec. Gunung Putri serta 500 m setelah Stasiun kereta api Jatimekar (dulu Jabung), terdapat percabangan ke Stasiun Kranji. Namun kini jalur ini sudah dinonaktifkan akibat dari banjir besar melanda wilayah kecamatan ini dan Kabupaten Bogor sekitar pertengahan dekade 1990an akibat hujan turun yang cukup deras dan Sungai Cikeas meluap mengakibatkan jembatan perbatasan antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor itu roboh serta mengakibatkan Lokomotif BB301 ini jatuh ke sungai sehingga masinis bernama Yadi Sukirno kelahiran tanggal 29 April 1925 di daerah Jember, Jawa Timur ini hilang terbawa arus sungai.

Inilah peristiwa terjadi kali ke-9 setelah terjadi kecelakaan lokomotif anjlok di Grobogan (Jawa Tengah), Madiun, Widodaren dan Jember (Jawa Timur), Perbaungan (Sumatera Utara), Lembah Anai, Padang Panjang dan dekat Danau Singkarak (Sumatera Barat) pada tanggal 17 Desember 1995 [1] serta sudah 6 kali mobil dan motor tertabrak kereta api pada tahun 1995, yakni di Tebet, Lenteng Agung, Tanjung Barat dan Jalan Dewi Sartika, Pancoran Mas, Bogor. (Sumber: Media Indonesia, 2 Januari 1996)

Sementara itu jalur kereta api itu sudah dinonaktifkan. Maka diaktifkan pada tahun 2013 mendatang. Pada ruas tersebut adalah rute Jatimekar-Stasiun Nambo, Jatiasih-Jonggol dan Jatimekar-Stasiun Cakung. Ketiga jalur kereta api tersebut mati total akibat banjir setelah terjadi kecelakaan yang melibatkan Lokomotif BB301 yang kecemplung ke Sungai Cikeas dan terseret luapan sungai sejauh 1,5 km dan mengakibatkan seorang masinis tewas terseret arus saat terjadi banjir merendam wilayah Kecamatan Jatiasih, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tepatnya di km 4+1/750, perbatasan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor pada hari Senin (1/1/1996) sekitar pukul 16.00 WIB sore hari. (Sumber: Pikiran Rakyat, 2 Januari 1996)

Prasarana transportasi[sunting | sunting sumber]

Terminal Jatiasih adalah prasarana angkutan umum di kecamatan ini. Dulunya di kecamatan ini pernah dilalui jalur kereta api rute Stasiun Cibitung-Jatiasih. Namun kini jalur kereta api telah dinonaktifkan sejak dibuka jalur baru yakni melewati Stasiun Tambun pada tanggal 2 September 2000. Pada Jalur kereta api Tanjung Barat-Jatiasih segmen Jabung Jagalan (km 9+570) - Jatiasih (km 11+000) dan Jalur kereta api Bekasi-Jatiasih Jatiasih (km 0+200) - Pacung Asem (km 1+750), 7 stasiun kereta api dibongkar akibat pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta segmen Hankam - Cikunir pada tahun 2006.

Tepatnya 500 m menjelang Stasiun kereta api Jatiasih dan 500 m setelah Perlintasan sebidang, terdapat percabangan ke Stasiun Tanjung Barat dan Jonggol dan 600 m setelah Stasiun kereta api Jatiasih dan 500 m menjelang Perlintasan sebidang, terdapat percabangan ke Stasiun Bekasi. Tepatnya 400 m menjelang Stasiun kereta api Jatimekar (dulu Jabung) dan 400 m setelah Perlintasan sebidang, terdapat percabangan ke Stasiun Nambo dan Kec. Gunung Putri serta 500 m setelah Stasiun kereta api Jatimekar (dulu Jabung), terdapat percabangan ke Stasiun Kranji. Namun kini jalur ini sudah dinonaktifkan akibat dari banjir besar melanda wilayah kecamatan ini dan Kabupaten Bogor sekitar pertengahan dekade 1990an akibat hujan turun yang cukup deras dan Sungai Cikeas meluap mengakibatkan jembatan perbatasan antara Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor itu roboh serta mengakibatkan Lokomotif BB301 ini jatuh ke sungai sehingga masinis hilang terbawa arus sungai.

Inilah peristiwa terjadi kali ke-9 setelah terjadi kecelakaan lokomotif anjlok di Grobogan (Jawa Tengah), Madiun, Widodaren dan Jember (Jawa Timur), Perbaungan (Sumatera Utara), Lembah Anai, Padang Panjang dan dekat Danau Singkarak (Sumatera Barat) pada tanggal 17 Desember 1995 [2] serta sudah 6 kali mobil dan motor tertabrak kereta api pada tahun 1995, yakni di Tebet, Lenteng Agung, Tanjung Barat dan Jalan Dewi Sartika, Pancoran Mas, Bogor. (Sumber: Media Indonesia, 2 Januari 1996)

Sementara itu jalur kereta api itu sudah dinonaktifkan. Maka diaktifkan pada tahun 2013 mendatang. Pada ruas tersebut adalah rute Jatimekar-Stasiun Nambo, Jatiasih-Jonggol dan Jatimekar-Stasiun Cakung. Ketiga jalur kereta api tersebut mati total akibat banjir setelah terjadi kecelakaan yang melibatkan Lokomotif BB301 yang kecemplung ke Sungai Cikeas dan terseret luapan sungai sejauh 1,5 km dan mengakibatkan seorang masinis tewas terseret arus saat terjadi banjir merendam wilayah Kecamatan Jatiasih, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tepatnya di km 4+1/750, perbatasan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor pada hari Senin (1/1/1996) sekitar pukul 16.00 WIB sore hari. (Sumber: Pikiran Rakyat, 2 Januari 1996)

Pesawat[sunting | sunting sumber]

Kalau untuk angkutan udara bagi warga Kecamatan Jatiasih, yang dijangkau adalah melalui Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

Pesawat diantaranya seperti Citilink, Wings Air, Riau Airlines dan Lion Air.

Angkutan kota dan Bus[sunting | sunting sumber]

Data statistik penumpang[sunting | sunting sumber]

Pada saat Terminal Jatiasih diresmikan (tahun 1990), Jumlah penumpang yang naik angkot mencapai 70.580 orang dan turun mencapai 27.730 orang dengan total 98.310 orang dengan jumlah kendaraan yang terangkut mencapai 7.562 mobil angkot. Sedangkan, Jumlah penumpang yang naik bus kota mencapai 45.800 orang dan turun mencapai 9.440 orang dengan jumlah kendaraan yang terangkut mencapai 921 mobil bus kota.

Pada saat dibangunnya agen bus antarkota (tahun 1994), Jumlah penumpang yang naik angkot dari Terminal Jatiasih mencapai 98.780 orang dan turun mencapai 37.200 dengan jumlah kendaraan yang terangkut mencapai 11.332 mobil angkot. Sedangkan, jumlah penumpang yang naik bus kota mencapai 56.000 orang dan bus antarkota mencapai 42.950 orang dengan jumlah kendaraan yang terangkut mencapai 1.120 mobil bus kota dan 716 mobil bus antarkota. Sedangkan, jumlah penumpang yang turun dari bus kota mencapai 65.800 orang dan bus antarkota mencapai 51.750 orang dengan jumlah kendaraan yang terangkut mencapai 1.316 mobil bus kota dan 862 mobil bus antarkota.

Pada tahun 1999, Jumlah penumpang yang naik angkot mencapai 178.200 orang dan turun mencapai 56.760 orang dengan jumlah kendaraan yang terangkut mencapai 19.580 mobil angkot. Sedangkan, jumlah penumpang yang naik bus kota mencapai 62.000 orang dan turun mencapai 69.750 orang dengan jumlah kendaraan yang terangkut mencapai 2.195 mobil bus kota. Selain itu, jumlah penumpang yang naik bus antarkota mencapai 49.760 orang dan turun mencapai 60.750 orang dengan jumlah kendaraan yang terangkut mencapai 1.700 mobil bus antarkota.

Pada tahun 2004, Jumlah penumpang yang naik angkot mencapai 205.800 orang dan turun mencapai 64.280 orang dengan jumlah kendaraan yang terangkut mencapai 20.775 mobil angkot. Sedangkan, jumlah penumpang yang naik bus kota mencapai 69.580 orang dan turun mencapai 72.800 orang dengan jumlah kendaraan yang terangkut mencapai 2.373 mobil bus kota. Selain itu, jumlah penumpang yang naik bus antarkota mencapai 53.700 orang dan turun mencapai 66.000 orang dengan jumlah kendaraan yang terangkut mencapai 1.995 mobil bus antarkota.

Tahun Jumlah penumpang naik Angkota Kabupaten Bogor (orang) Jumlah penumpang turun dari Angkota Kabupaten Bogor (orang) Jumlah penumpang total Angkota Kabupaten Bogor (orang) Jumlah penumpang naik Angkot KOASI (orang) Jumlah penumpang turun dari Angkot KOASI (orang) Jumlah penumpang total Angkot KOASI (orang) Jumlah penumpang naik Mikrolet (orang) Jumlah penumpang turun dari Mikrolet (orang) Jumlah penumpang total Mikrolet (orang) Jumlah penumpang naik Buskota Metromini (orang) Jumlah penumpang turun dari Buskota Metromini (orang) Jumlah penumpang total Buskota Metromini (orang) Jumlah penumpang naik Buskota Mayasari Bakti (orang) Jumlah penumpang turun dari Buskota Mayasari Bakti (orang) Jumlah penumpang total Buskota Mayasari Bakti (orang) Kapasitas Angkota Kabupaten Bogor (orang) Kapasitas Angkot KOASI (orang) Kapasitas Mikrolet (orang) Kapasitas Buskota Metromini (orang) Kapasitas Buskota Mayasari Bakti (orang) Jumlah kendaraan Angkota Kabupaten Bogor yang terangkut (kendaraan) Jumlah kendaraan Angkot KOASI yang terangkut (kendaraan) Jumlah kendaraan Mikrolet yang terangkut (kendaraan) Jumlah kendaraan Buskota Metromini yang terangkut (kendaraan) Jumlah kendaraan Buskota Mayasari Bakti yang terangkut (kendaraan)
1990 45.690 57.800 103.490 47.800 60.100 107.900 45.000 57.750 102.750 46.800 9.680 56.480 57.200 9.650 66.850 12 13 12 25 60 8.624 8.300 8.563 2.259 1.114
1995 62.890 69.760 132.650 64.750 70.125 134.825 55.000 67.750 122.750 57.760 10.500 68.260 69.460 17.520 84.980 12 12 13 25 65 11.272 11.235 9.442 2.730 1.307
2000 82.980 93.760 176.740 71.750 79.700 151.450 61.760 75.800 137.560 68.000 15.900 83.900 81.250 20.000 101.250 12 12 13 20 65 14.728 12.621 10.588 4.195 1.558
2005 87.750 107.720 195.470 78.790 85.500 164.290 70.000 86.600 156.600 70.000 20.450 90.450 87.260 25.130 112.930 12 13 13 25 65 16.289 12.638 12.038 3.618 1.737
2010 92.500 112.960 205.460 80.660 89.400 170.060 79.450 96.500 175.950 80.000 25.690 105.690 90.000 30.000 120.000 12 13 12 25 60 17.122 13.082 14.663 4.228 2.000
2015 99.000 120.000 219.000 87.460 95.600 183.060 82.000 125.000 207.000 85.800 35.000 120.800 95.000 45.000 140.000 12 12 13 25 65 18.250 15.255 15.923 4.832 2.154

Angkot/Bus[sunting | sunting sumber]

  • Mayasari Bakti AC52A patas ke Tanah Abang (via Komdak - Sudirman - Thamrin - Jatibening - Tol JORR)

Bus antarkota[sunting | sunting sumber]

Angkutan umum lain[sunting | sunting sumber]

Selain itu, angkutan umum melayani kecamatan ini adalah ojek, becak, taksi, kancil, rakit, bajaj dan angkutan pedesaan.

Angkutan pedesaan[sunting | sunting sumber]

Angkutan pedesaan melayani penumpang di daerah pedesaan, tepatnya daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor. Angkutan pedesaan menghubungkan Terminal Jatiasih dengan kampung-kampung sekitar Kecamatan Jatiasih.

Angkutan pedesaan beroperasi dari jam 05.00 wib sampai jam 19.00 wib. Angkutan ini pada tahun 2004 mencapai 1.580 unit dengan jumlah orang dalam 1 mobil angkutan pedesaan adalah 14 orang dan jumlah penumpang yang terangkut semua 22.120 orang.

Ojek dan Becak[sunting | sunting sumber]

Ojek dan Becak melayani penumpang di wilayah kecamatan ini, melayani penumpang yang berangkat sekolah, kerja di kantor, dll selama 24 jam dengan jumlah sepeda motor ojek sebanyak 45.800 motor ojek (menurut data wilayah Kotamadya Bekasi pada tahun 2004 [3]). Merek motor ojek adalah:

  • Honda Supra
  • Honda Karisma
  • Honda CB100
  • Suzuki Smash
  • Suzuki Win
  • Yamaha Mio

Taksi[sunting | sunting sumber]

Taksi melayani penumpang di wilayah kecamatan ini, melayani penumpang yang berangkat sekolah, kerja di kantor, dll selama 24 jam menggantikan becak yang sedang masalah. Taksi yang melayani Kecamatan Jatiasih adalah:

  • Blue Bird 021-77182610, 0251-89172651
  • Gamya 021-77186200
  • Putra 021-7781425
  • Express 021-771826190, 0251-816261
  • Kosti Jaya 021-77152619
  • Koperasi Taxi 021-77182651, 0251-8162510

Rakit[sunting | sunting sumber]

Rakit atau getek melayani penumpang di wilayah kecamatan ini, melayani penumpang yang berangkat sekolah, kerja di kantor, dll selama 24 jam.

Rakit atau getek di Kecamatan Jatiasih, adanya di Sungai Cikeas.

Daftar referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Inilah kecelakaan yang misterius di tahun 1995". Merdeka. 2013-12-09. Diakses tanggal 2014-02-14. 
  2. ^ "Inilah kecelakaan yang misterius di tahun 1995". Merdeka. 2013-12-09. Diakses tanggal 2014-02-14. 
  3. ^ "data BPS tahun 2004". BPS Kota Bekasi. 2007-05-18. Diakses tanggal 2011-07-05.