Tiongkok dan Perserikatan Bangsa-Bangsa: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
 
== Aktivitas ==
[[File:Chiang Kai-shek ratified the Charter of the United Nations 19450824.jpg|250px|left|thumb|Tiongkok dihormati karena perjuangan panjangnya dalam [[Perang Tiongkok-Jepang Kedua|Perang Perlawanan terhadap KekuataanKekuatan Poros]] sejak [[Invasi Jepang ke Manchuria|agresi Jepang di Tiongkok Timur Laut]] sebagai penandatangan pertama untuk membubuhkan [[Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa]] pada tanggal 24 Agustus 1945. [[Generalissimo]] [[Chiang Kai-shek]] adalah perwakilan [[Republik Tiongkok]].<ref name="UNorigin"/>]]{{cite book |
chapter=1. Origin and Evolution | chapterurl=http://unyearbook.un.org/1946-47YUN/1946-47_P1_CH1.pdf | chapter-format=pdf | title=1946–47 Yearbook of the United Nations | page=33 |
publisher=United Nations Department of Public Information}}</ref>]]
Republik Tiongkok menggunakan [[Hak veto Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa|hak veto Dewan Keamanan]] hanya sekali, untuk menghentikan masuknya Republik Rakyat Mongolia dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1955 dengan alasan Republik Tiongkok menganggap bahwa seluruh Mongolia sebagai bagian dari Tiongkok.<ref name="unveto">{{cite web | url=http://www.un.org/zh/sc/meetings/veto/pdf/a58_47_p2.pdf|publisher=聯合國 | script-title=zh:因常任理事国投反对票而未获通过的决议草案或修正案各段 | language=Chinese}}</ref><ref name="bbcveto">{{cite news|url=http://news.bbc.co.uk/2/hi/middle_east/2828985.stm|title=The veto and how to use it|publisher=BBC News Online}}</ref><ref name="gpveto">{{cite web|url=http://www.globalpolicy.org/component/content/article/102/32810.html|title=Changing Pattern in the Use of Veto in the Security Council|publisher=Global Policy Forum}}</ref>
 
38.863

suntingan

Menu navigasi