Inositol

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
myo-Inositol[1]
Gambar
Gambar
Identifikasi
Nomor CAS 87-89-8
PubChem 892
KEGG D08079
ChEBI 17268
ChemSpider 10239179
SMILES [C@@H]1([C@@H]([C@@H]([C@@H]([C@H]([C@@H]1O)O)O)O)O)O
InChI 1/C6H12O6/c7-1-2(8)4(10)6(12)5(11)3(1)9/h1-12H/t1-,2-,3-,4+,5-,6-
Sifat
Rumus kimia C6H12O6
Massa molar 180.16 g mol−1
Densitas 1,752 g/cm3
Titik lebur 225 hingga 227 °C
Bahaya
NFPA 704
NFPA 704.svg
0
1
0
 
Titik nyala 143 °C
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25 °C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Inositol adalah komponen utama membran sel yang berikatan dengan molekul fosfatidilkolin.[2]

Isomer dan struktur[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah isomer dari inositol[3]

Myo-inositol.svg Scyllo-inositol.svg Muco-inositol.svg Chiro-inositol.svg
myo- scyllo- muco- chiro-
Neo-inositol.svg Allo-inositol.svg Epi-inositol.svg
Cis-inositol.svg
neo- allo- epi- cis-

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Senyawa inositol memiliki berat molekul sebesar 180,16.[4] Senyawa ini termasuk dalam golongan nutrien esensial bagi sebagian besar hewan tingkat tinggi.[4] Salah satu turunan inositol adalah asam fitat, senyawa ini dibentuk dari esterifikasi 6 gugus hidroksil dengan 6 molekul asam fosfat.[4] Asam fitat dapat menyebabkan dekalsifikasi dan demineralisasi.[4] Turunan lainnya adalah insektisida yang bekerja secara kompetitif dengan inositol di dalam perut serangga.[4] Insektisida ini adalah heksahidroksi sikloheksan.[4]

Fungsi[sunting | sunting sumber]

Inositol memiliki fungsi untuk melancarkan aliran lemak dari hati dan juga ke dalam hati.[2] Jika tubuh kekurangan zat ini, maka akan mengakibatkan ketidaklancaran aliran lemak dari empedu.[2] Inositol juga mampu menyembuhkan kelainan saraf akibat penyakit diabetes mellitus, yaitu diabetic neuropathi.[2] Suplementasi inositol akan memperbaiki aliran saraf penderita diabetes mellitus.[2]

Sumber[sunting | sunting sumber]

Sumber untuk suplementasi inositol adalah dari makanan.[2] Salah satu sumbernya adalah dengan mengonsumsi tanaman sayur dari kelompok biji-bijian dan kacang-kacangan, seperti kacang panjang, buncis, dan kacang kedelai.[2] Inositol yang terkandung dalam tanaman sayur akan berbentuk senyawa lain, yaitu senyawa asam fitat.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Merck Index, 11th Edition, 4883.
  2. ^ a b c d e f g h Winarto WP. 2004. “Memanfaatkan Tanaman Sayur untuk Mengatasi Aneka Penyakit. Tangerang : AgroMedia Pustaka.
  3. ^ S. M. N. Furse (2006). The Chemical and Bio-physical properties of Phosphatidylinositol phosphates, Thesis for M.Res. Imperial College London. 
  4. ^ a b c d e f Makfoeld et al. 2002. “Kamus Istilah Pangan dan Nutrisi. Yogyakarta : Kanisius.