Indigo karmina

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Indigo carmine)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Indigo karmina
Indigo carmine.svg
Nama
Nama IUPAC
Garam dinatrium asam 3,3′-diokso-2,2′-bisindolidena-5,5′-disulfonat
Nama lain
indigotin
Garam natrium asam 5,5′-indigodisulfonat
Brilliant Indigo4 G
C.I. Acid Blue 74
C.I. 73015
Food Blue 1
C Blue 2
Sicovit Indigotin 85E 132.
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChemSpider
UNII
Sifat
C16H8N2Na2O8S2
Massa molar 466.36 g/mol
Penampilan padatan ungu
Titik lebur >300 °C (572 °F)
10 g/L (25 °C (77 °F))
Bahaya
Piktogram GHS The exclamation-mark pictogram in the Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS)[1]
Keterangan bahaya GHS Warning
H302[1]
Farmakologi
Kode ATC V04CH02
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

Indigo karmina (bahasa Inggris: indigo carmine), atau garam natrium asam 5,5'-indigodisulfonat, adalah suatu indikator pH dengan rumus kimia C16H8N2Na2O8S2. Senyawa ini adalah garam organik yang berasal dari indigo melalui proses sulfonasi, yang menghasilkan senyawa yang mudah larut dalam air ini.

Bahan kimia ini dapat digunakan sebagai pewarna makanan dan minuman, yang membuatnya berwarna biru. Senyawa ini diizinkan penggunaannya sebagai pewarna makanan di Amerika Serikat dan Uni Eropa,[2][3] Senyawa ini memiliki nomor E E132.

Indigo karmina berbahaya untuk saluran pernapasan jika ditelan. Bahan kimia ini juga mengiritasi kulit dan mata.

Kegunaan[sunting | sunting sumber]

Indigo karmina dalam 0.2% larutan berairnya berwarna biru pada pH 11.4 dan kuning pada 13.0. Indigo karmina juga merupakan indikator redoks, berwarna kuning ketika direduksi. Bagan kimia ini juga digunakan sebagai indikator ozon terlarut[4] melalui pengubahan asam isatin-5-sulfonat.[4] Reaksi ini telah ditunjukkan tidak spesifik pada ozon, namun senyawa ini juga mendeteksi superoksida, suatu pembeda yang penting dalam fisiologi sel.[5] Senyawa ini juga digunakan sebagai pewarna dalam pembuatan kapsul.

Dalam pembedahan obstetri, larutan indigo karmina terkadang digunakan untuk mendeteksi kebocoran cairan ketuban. Dalam pembedahan urologis, injeksi indigo karmina secara intravena sering digunakan untuk menyoroti bagian-bagian dari saluran kemih. Zat warna disaring dengan cepat oleh ginjal dari darah, dan warna urin menjadi biru. Senyawa ini memungkinkan struktur saluran kemih terlihat di bidang bedah, dan menunjukkan jika ada kebocoran. Namun, pewarna dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah yang berpotensi berbahaya dalam beberapa kasus.[6]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Indigo carmine". Sigma Aldrich. Diakses tanggal 10 March 2016. 
  2. ^ Summary of Color Additives for Use in United States in Foods, Drugs, Cosmetics, and Medical Devices, United States Food and Drug Administration
  3. ^ Current EU approved additives and their E Numbers, Food Standards Agency, 26 November 2010
  4. ^ a b Takeuchi K, Ibusuki T (March 1989). "Quantitative determination of aqueous-phase ozone by chemiluminescence using indigo-5,5'-disulfonate". Anal. Chem. 61 (6): 619–23. doi:10.1021/ac00181a025. PMID 2729594. 
  5. ^ Kettle AJ, Clark BM, Winterbourn CC (April 2004). "Superoxide converts indigo carmine to isatin sulfonic acid: implications for the hypothesis that neutrophils produce ozone". J. Biol. Chem. 279 (18): 18521–5. doi:10.1074/jbc.M400334200. PMID 14978029. 
  6. ^ Craik, Johnathan Donaldson (Januari–Februari 2009). "The Safety of Intravenous Indigo Carmine to Assess Ureteric Patency During Transvaginal Uterosacral Suspension of the Vaginal Vault". Journal of Pelvic Medicine & Surgery. 15 (1): 11–15. doi:10.1097/SPV.0b013e3181986ace. Diakses tanggal 18 Oktober 2012. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]