Ibnu Ajurrum
| Nama dalam bahasa asli | (ar) ابن آجروم |
|---|---|
| Biografi | |
| Kelahiran | 1273 (Kalender Masehi Gregorius) Fez |
| Kematian | 1323 (Kalender Masehi Gregorius) Fez |
| Data pribadi | |
| Agama | Islam |
| Kegiatan | |
| Spesialisasi | Linguistika, Tata bahasa Arab, Ilmu Al-Qur'an dan Fikih |
| Pekerjaan | ahli bahasa, grammarian (en) |
| Karya kreatif | |
Karya terkenal | |
Ibnu Ajurrum (1273-1323) adalah seorang ahli tata bahasa Arab yang berasal dari Fez, Maroko. Salah satu karyanya, al-Muqaddimah al-Ajurrumiyyah fi Mabadi’ Ilm al-Arabiyyah sangat terkenal di seluruh dunia. Di dunia pesantren Indonesia, karya tersebut dikenal dengan nama Jurrumiyyah yang dipergunakan hampir di seluruh pesantren tradisional di Indonesia sebagai buku pengantar gramatika (nahwu) Bahasa Arab.[1]
Ibnu Ajurrum (1273–1323) adalah seorang ahli tata bahasa Arab (nahwu) yang berasal dari Fez, Maroko. Ia dikenal luas melalui karyanya al-Muqaddimah al-Ajurrumiyyah fī Mabādi’ ‘Ilm al-‘Arabiyyah, sebuah kitab pengantar ilmu nahwu yang sangat terkenal dan digunakan secara luas di dunia Islam.
Di lingkungan pesantren tradisional di Indonesia, karya tersebut lebih dikenal dengan nama Jurumiyyah dan hampir digunakan secara merata sebagai buku dasar dalam mempelajari gramatika bahasa Arab (nahwu).[2]
Nama lengkap dan asal-usul
[sunting | sunting sumber]Nama lengkap Ibnu Ajurrum adalah Abū ‘Abd Allāh Muḥammad bin Muḥammad bin Ajurrum asy-Sanhājī. Kata Ajurrum berasal dari bahasa Berber yang bermakna “orang fakir” atau “orang yang zuhud”, sedangkan nisbah asy-Sanhājī menunjukkan bahwa ia berasal dari kabilah Sanhaja, salah satu kabilah besar di Afrika Utara.
Ia dilahirkan di kota Fez, Maroko. Sebagian ulama berpendapat bahwa ia lahir pada tahun 672 H, sementara pendapat lain menyebutkan tahun 682 H. Ibnu Ajurrum wafat di Fez pada tahun 723 H/1323 M.[3]
Keilmuan
[sunting | sunting sumber]Selain dikenal sebagai ahli tata bahasa Arab, Ibnu Ajurrum juga menguasai berbagai disiplin ilmu keislaman lainnya, antara lain ilmu faraidh, ilmu hisab, sastra bahasa Arab, serta ilmu qira’at. Dalam bidang qira’at, ia juga menghasilkan beberapa karya, meskipun tidak seterkenal karyanya dalam bidang nahwu.
Dalam kajian tata bahasa Arab, Ibnu Ajurrum dikenal cenderung mengikuti aliran Kufah. Kecenderungan ini tercermin dalam pandangan-pandangan nahwunya yang sejalan dengan pendapat ulama Kufah dan berbeda dengan mazhab Bashrah dalam beberapa permasalahan gramatikal.
Karya
[sunting | sunting sumber]
Karya Ibnu Ajurrum yang paling terkenal adalah Kitab Al-Muqaddimah al-Ajurrumiyyah, yang di Indonesia dikenal dengan sebutan Jurumiyyah. Metode penulisan kitab ini berfokus pada judul-judul besar dan pokok-pokok utama ilmu nahwu, sehingga menjadikannya kitab yang ringkas, padat, dan mudah dipahami oleh pemula.
Dalam kitab Bughyat al-Wu‘āt, Imam as-Suyuthi menyebutkan bahwa Ibnu Ajurrum dalam penulisan nahwunya berkiblat kepada ulama Kufah. Hal ini tampak, antara lain, dalam pembahasan asmā’ al-khamsah, yang merupakan pendapat ulama Kufah, sementara ulama Bashrah menambahkannya menjadi asmā’ al-sittah.
Indikasi lain kecenderungan Kufah terlihat dari dimasukkannya lafaz kaifamā ke dalam kelompok jawāzim, sebuah pendapat yang ditentang oleh ulama Bashrah.[4]
Pengaruh
[sunting | sunting sumber]Kitab Al-Ajurrumiyyah memperoleh perhatian besar dari para ulama setelahnya. Banyak ulama menulis syarah, hasyiyah, dan nazham atas kitab ini. Hingga kini, Jurumiyyah tetap digunakan sebagai fondasi awal dalam pembelajaran ilmu nahwu di berbagai lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren tradisional di Indonesia.[1]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 "Sosok Ibnu Ajurrum As-Sonhaji Ulama Kharismatik Pengarang Jurumiyyah". Pondok Pesantren Al-Munawwar. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-05-07. Diakses tanggal 7 Mei 2021. ;
- ↑ Bruinessen, Martin van. Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat. Bandung: Mizan, 1995.
- ↑ Az-Zirikli, Khairuddin. Al-A‘lam: Qāmūs Tarājim li Asyhar ar-Rijāl wa an-Nisā’. Beirut: Dār al-‘Ilm li al-Malāyīn, 2002.
- ↑ As-Suyuthi, Jalaluddin. Bughyat al-Wu‘āt fī Ṭabaqāt al-Lughawiyyīn wa an-Nuḥāt. Beirut: Dār al-Fikr, tanpa tahun.