Abu'l Qasim Mahmud Umar Al Zamakhsari
| Halaman artikel ini diterjemahkan, sebagian atau seluruhnya, dari halaman di (Tolong cantumkan kode bahasa Wiki sumber terjemahan) yang berjudul (Tolong cantumkan nama artikel sumber terjemahan). Lihat pula [{{localurle:{{{1}}}:|oldid=&action=history}} sejarah suntingan halaman aslinya] untuk melihat daftar penulisnya. |
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 18 Maret 1075 Zamakhshar (en) |
| Kematian | 12 Juni 1144 Kunya-Urgench |
| Tempat pemakaman | Kunya-Urgench |
| Data pribadi | |
| Agama | Islam |
| Kegiatan | |
| Spesialisasi | Tafsir al quran |
| Pekerjaan | teolog, mufasir, sastrawan, ahli bahasa, filolog, filsuf, penulis, penyair |
| Aliran | Mu'taziliyah |
| Murid dari | Ibn al-Malāḥimī (en) |
| Murid | Yahya ibn Sa'dun (en) |
| Karya kreatif | |
Abu al-Qasim Mahmud ibn Umar al-Zamakhsyari atau yang populer dikenal sebagai al-Zamakhsyari (bahasa Persia: محمود زمخشری) juga biasa dipanggil Jar Allah (bahasa Arab yang berart “tetangga tuhan”) (lahir tahun 1074 atau 1075 – meninggal tahun 1143 atau 1144) adalah seorang cendekiawan Muslim berdarah Iran yang mengikuti aliran teologi Mu'tazilah.[1] Dia lahir di Khwarezmia, tetapi semasa hidupnya dia lebih sering tinggal di Bukhara, Samarkand, dan Baghdad.[1]
Beberapa karyanya menggunakan bahasa pengantar Persia, meskipun dia memiliki dukungan kuat akan bahasa Arab dan melawan pergerakan golongan Syu’ubiyyah.[2] Setelah kehilangan satu kakinya akibat serangan radang dingin, dia membuat surat pendeklarasian sah bahwa kakinya hilang akibat kecelakaan, dibandingkan harus menerima amputasi karena melakukan perbuatan kriminal.[2]
Karyanya yang paling terkenal adalah Al-Kasysyaf, sebuah komentar seminal pada Quran.[2] Komentarnya dalam karyanya ini sangat terkenal karena analisis linguistiknya yang mendalam pada tiap ayat, tetapi banyak dikritik karena sifatnya inklusif untuk pandangan filosofis golongan mu’tazilah.[2]