Habinsaran, Toba Samosir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Habinsaran
Kecamatan
(Peta Lokasi) Kecamatan Habinsaran, Toba Samosir.svg
Peta lokasi Kecamatan Habinsaran
Negara  Indonesia
Provinsi Sumatera Utara
Kabupaten Toba Samosir
Pemerintahan
 • Camat Benny Siagian
Luas 408,70 km²
Jumlah penduduk 16.020
Kepadatan 645,50 jiwa/km²
Desa/kelurahan 21 Desa
1 Kelurahan

Habinsaran adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Indonesia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Habinsaran memiliki luas wilayah 408,70 km² atau 20,21% dari total luas Kabupaten Toba Samosir.

Kecamatan Habinsaran berada pada 2°06’- 2°22’ Lintang Utara dan 98°35’ - 99°10’ Bujur Timur.

Kecamatan Habinsaran berada diatas sekitar 700 hingga 1.650 meter dari permukaan laut.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Pintu Pohan Meranti
Selatan Kecamatan Borbor
Barat Kecamatan Silaen
Timur Kecamatan Nassau

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Habinsaran terdiri dari 21 desa dan 1 kelurahan yang terbagi habis dalam 120 dusun. Kelurahan Parsoburan Tengah adalah ibukota dan pusat pemerintahan Kecamatan Habinsaran.

Desa Panamparan merupakan desa dengan wilayah terluas yaitu 58,95 km² atau 14,42% dari total luas Kecamatan Habinsaran, sementara Desa Taonmarisi merupakan desa terkecil yaitu 6,44 km² atau 1,58% dari total luas Kecamatan Habinsaran.

Desa Sibuntuon merupakan desa yang paling jauh dari ibukota Kecamatan Habinsaran yaitu berjarak sekitar 38 kilometer.

Sejarah Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Habinsaran telah menjadi sebuah wilayah dengan status onder distrik pada zaman penjajahan ketika Indonesia masih menjadi Hindia Belanda. Sewaktu Indonesia merdeka, Kecamatan Habinsaran menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara. Kecamatan Habinsaran menjadi salah satu kecamatan yang merintis pemekaran Kabupaten Toba Samosir dari Kabupaten Tapanuli Utara pada tahun 1998.

Kecamatan Habinsaran memekarkan Kecamatan Borbor pada tahun 2002 dan Kecamatan Nassau pada tahun 2006.

Pada tahun 2009 Kecamatan Habinsaran mengadakan pemekaran desa sebanyak 7 Desa, yaitu Desa Lumban Rau Selatan memekarkan Desa Lobu Hole dan Desa Batu Nabolon, Desa Lumban Balik memekarkan Desa Lumban Gaol, Desa Parsoburan Barat memekarkan Desa Tornagodang dan Desa Taonmarisi, dan Desa Panamparan memekarkan Desa Pagar Batu dan Desa Sibuntuon.

Pada tahun 2010, Kecamatan Habinsaran kembali mengadakan pemekaran desa sebanyak 5 Desa, yaitu Desa Lumban Rau Selatan memekarkan Desa Pangujungan, Desa Panamparan memekarkan Desa Pararungan dan Lumban Lintong, Desa Lumban Rau Barat memekarkan Desa Aek Ulok, dan Desa Lumban Pinasa memekarkan Desa Lumban Pinasa Saroha.

Daftar desa/kelurahan di Kecamatan Habinsaran[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah di Kecamatan Habinsaran
Desa /
Kelurahan
Nama Kepala Desa /
Lurah
Luas (km²) /
Rasio Terhadap Luas Kecamatan
Jumlah penduduk /
Kepadatan (2015)
Desa Aek Ulok Pintor Lubis * 312 (*)
Desa Batu Nabolon Tulus Simanjuntak 10,35 km² (2,53%) 769 (74,30 jiwa/km²)
Desa Hitetano Rajiun Nababan 37,02 km² (9,06%) 279 (7,54 jiwa/km²)
Desa Lobu Hole Binsara Tanjung 12,28 km² (3,00%) 589 (47,96 jiwa/km²)
Desa Lumban Balik Tumpal Sianipar 29,75 km² (7,28%) 279 (9,38 jiwa/km²)
Desa Lumban Gaol Damaris Silaen 24,09 km² (5,89%) 223 (9,26 jiwa/km²)
Desa Lumban Lintong Polmer Tanjung * 321 (*)
Desa Lumban Pea Marusaha Pane 16,49 km² (4,03%) 453 (27,47 jiwa/km²)
Desa Lumban Pinasa Janiater Siagian 30,39 km² (7,44%) 779 (25,63 jiwa/km²)
Desa Lumban Pinasa Saroha Oloan Siagian * 629 (*)
Desa Lumban Rau Barat Lukman Lubis 24,49 km² (5,99%) 1.490 (60,84 jiwa/km²)
Desa Lumban Rau Selatan Bakkit Hasibuan 24,48 km² (5,99%) 357 ( 14,58 jiwa/km²)
Desa Lumban Ruhap Dosman Panjaitan 20,19 km² (4,94%) 1.299 (64,34 jiwa/km²)
Desa Pagar Batu Inganan Siahaan 16,20 km² (3,96%) 198 (12,22 jiwa/km²)
Desa Panamparan Agen Simangunsong 58,95 km² (14,42%) 263 (4,46 jiwa/km²)
Desa Pangujungan Sahat Tanjung * 520 (*)
Desa Pararungan Jomitar Siahaan * 139 (*)
Desa Parsoburan Barat Demas Simangunsong 14,75 km² (3,61%) 256 (64,95 jiwa/km²)
Desa Sibuntuon Johnson Siahaan 36,56 km² (8,94%) 446 (12,20 jiwa/km²)
Desa Taonmarisi Eddi Pane 06,44 km² (1,58%) 420 (65,22 jiwa/km²)
Desa Tornagodang Amrin Panjaitan 16,19 km² (3,96%) 1.048 (64,73 jiwa/km²)
Kelurahan Parsoburan Tengah Maruli Tua Pardosi 30,08 km² (7,36%) 4.249 (141,26 jiwa/km²)
* Masih bergabung dengan desa induk

Daftar Pejabat Pemerintah yang pernah menjabat di Kecamatan Habinsaran[sunting | sunting sumber]

Sosial Kemasyarakatan[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Habinsaran berasal dari suku Toba.

Agama[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Habinsaran memeluk agama Kristen.

Di Kecamatan Habinsaran terdapat 99 sarana ibadah yang terdiri dari 96 bangunan Gereja dan 3 Masjid.

Sarana ibadah menurut desa/kelurahan di Kecamatan Habinsaran[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2015, terdapat 35 bangunan sekolah di Kecamatan Habinsaran yang terdiri dari 27 sekolah SD, 5 sekolah SMP, 2 sekolah SMA dan 1 sekolah SMK.[2]

Sarana pendidikan menurut desa/kelurahan di Kecamatan Habinsaran[sunting | sunting sumber]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Habinsaran memiliki 48 unit sarana kesehatan yang terdiri dari:

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pertanian & Peternakan[sunting | sunting sumber]

Sumber penghasilan utama penduduk di Kecamatan Habinsaran adalah di sektor pertanian dan perkebunan rakyat. Produk unggulan pertanian dari Kecamatan Habinsaran adalah kopi dan padi sawah.

Pada sektor peternakan, ternak yang paling banyak di Kecamatan Habinsaran adalah ternak babi, sementara unggas yang paling banyak adalah ayam.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Habinsaran memiliki 5 unit pasar yang terdiri dari:

Industri[sunting | sunting sumber]

Perindustrian yang ada di Kecamatan Habinsaran pada umumnya adalah industri mikro. Secara umum, industri yang ada di kecamatan Habinsaran bergerak pada bidang penggilingan padi dan juga penenunan ulos.

Sarana & Prasarana[sunting | sunting sumber]

Untuk sumber penerangan, hampir seluruh perumahan yang ada di Kecamatan Habinsaran sudah dialiri listrik oleh PLN, kecuali beberapa dusun di sebagian desa yang masih belum bisa dijangkau listrik oleh PLN. Terdapat 3 Desa di Kecamatan Habinsaran yang sama sekali belum dialiri listrik PLN, yaitu Desa Pagar Batu, Pararungan dan Sibuntuon.

Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Habinsaran hanya memiliki 3 menara BTS yaitu di Desa Lumban Rau Barat, Parsoburan Barat, dan Kelurahan Parsoburan Tengah. Tidak semua wilayah desa di Kecamatan Habinsaran dapat menangkap sinyal seluler, dari 22 wilayah terdapat 4 desa yang belum terjangkau sinyal seluler dikarenakan desa tersebut letaknya berada di dalam kawasan hutan.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Habinsaran memiliki beberapa wilayah yang potensial untuk dikembangkan menjadi wilayah pariwisata, terutama untuk wisata alam. Contohnya adalah lokasi pemandangan Batu Manumpak dan Air Terjun Vittoria.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]