Google Cardboard

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Google Cardboard adalah sebuah headset virtual reality (VR) atau realitas maya yang dikembangkan oleh Google untuk digunakan pada perangkat telepon seluler (ponsel) pintar. Program ini dikembangkan sebagai sistem terjangkau yang mendorong minat dan pengembangan aplikasi VR. Melalui Google Cardboard, Google juga mengajak para pengguna merasakan realitas maya dengan cara sederhana, menyenangkan dan terjangkau. Para pengguna dapat membuat sendiri Google Cardboard secara sederhana menggunakan komponen – komponen berharga murah dengan menggunakan spesifikasi yang telah dipublikasikan oleh Google atau membeli versi pre manufaktur.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Program ini dikembangkan oleh David Coz dan Damien Henry, keduanya merupakan insinyur Google di Google Cultural Institute, Paris. Pada awalnya, mereka membuat sebuah kotak Cardboard bagi ponsel pintar hanya sebagai sebuah prototipe VR. Namun respon yang didapat ternyata positif dan menginspirasi untuk melakukan penyempurnaan Google Cardboard. Untuk pertama kalinya, Google Cardboard diperkenalkan pada ajang konferensi para pengembang bertajuk Google I/O 2014, dimana saat itu Google Cardboard dibagikan secara cuma – cuma atau gratis kepada seluruh pengunjung.

Paket pengembangan perangkat halus atau software development kit (SDK) Google Cardboard tersedia untuk sistem operasi Android dan iOS. Dengan adanya SDK VR memungkinkan para pengembang memasukan konten VR di dalam website maupun aplikasi instan.

Secara angka, sampai dengan Januari 2016, lebih dari 5 Juta Google Cardboard telah dikirimkan dan lebih dari 1.000 aplikasi yang mendukung penggunaan Google Cardboard telah dipublikasikan.

Berbicara mengenai sejarah Google Cardboard, terdapat beberapa generasi atau versi sebelum kita mengenal Google Cardboard saat ini. Berikut merupakan versi Google Cardboard dan perubahan fungsi yang dibawa.

  • Google Cardboard V1

V1 dapat dikatakan sebagai Google Cardboard versi pertama. Didesain dengan sangat teliti, Cardboard versi pertama ini memungkinkan para pengguna ponsel pintar dengan bentang ukuran layar dibawah 5 inch untuk menggunakannya. Saat itu, Google Cardboard V1 ini merupakan model dan pilihan terbaik yang ada, tak hanya bisa digunakan untuk perangkat Android, namun juga dapat digunakan untuk iPhone 5 lawas. Meski demikian, terdapat batasan – batasan pada Google Cardboard versi pertama ini, seperti field of view (FOV) atau sudut pandang yang tidak cukup lebar hanya sekitar 80 derajat. Selain itu hambatan lainnya ada pada cara pembuatan atau perakitannya yang lumayan sulit. Namun, penggunaan lensanya yang kecil berhasil meminimalkan munculnya terlalu banyak distorsi yang terjadi pada bagian tepi Cardboard, sehingga menghasilkan ketajaman tampilan VR hampir di semua bagian atau sisi.

Di Indonesia, Google Cardboard V1 dijual dalam dua varian yaitu V1 Standar dan V1 Premium. V1 Standar memiliki kisaran harga jual dibawah Rp. 150.000. Sedangkan V1 Premium bisa didapat dengan kisaran harga kurang dari Rp. 200.000. Pengguna tinggal memperhitungkan dana yang dimiliki dan kebutuhan dalam memilih varian V1 Standar atau V1 Premium.

  • Google Cardboard V2

Dengan beberapa keterbatasan pada Google Cardboard V1, Google kemudian melakukan beberapa perbaikan sebelum akhirnya meluncurkan Google Cardboard generasi kedua atau yang dikenal dengan Google Cardboard V2. Google Cardboard V2 merupakan generasi Cardboard yang banyak kita jumpai saat ini. Dengan keterbatasan penggunaan Google Cardboard versi pertama dalam mengakomodir ponsel pintar dengan bentang layar besar, maka Google Cardboard V2 menjawab masalah tersebut. Google Cardboard generasi kedua ini dapat digunakan untuk ponsel pintar dengan bentang layar hingga 6 inch. Uniknya, semakin besar bentang layar ponsel pintar yang digunakan, maka akan menghasilkan sudut pandang yang semakin yang baik dan terasa lebih besar mencapai 100 derajat dibandingkan dengan Google Cardboard V1. Efeknya, sensasi realitas maya terasa jauh lebih luas dan mantap.

Namun, kekurangan dari Google Cardboard V2 ini adalah terjadinya distorsi pada bagian tepi. Hal ini terjadi atas konsekuensi dari penggunaan lensa yang tidak canggih atau sederhana. Hal ini sejalan dengan tujuan program Google Cardboard sebagai program untuk memberikan pengalaman realitas maya yang dirancang agar dapat dirakit secara mandiri oleh para pengguna, sehingga spesifikasinya dibuat sederhana dan terjangkau agar para pengguna dapat membeli sendiri bahan yang dibutuhkan.

Di Indonesia, Google Cardboard V2 yang dijual merupakan varian Premium. Untuk mendapatkan cardboard tersebut, calon pengguna perlu menyiapkan dana sekitar Rp. 250.000.

Perangkat Lunak[sunting | sunting sumber]

Dari sisi perangkat lunak, Google terus menerus melakukan penyempurnaan dan perluasan fungsi pada Google Cardboard. Pada awalnya, Google menyediakan 3 (tiga) SDK untuk pengembangan aplikasi Cardboard. Ketiga SDK tersebut meliputi paket sistem operasi Android yang berbasis Java, paket untuk mesin game Unity berbasis C# dan paket sistem operasi iOS. Pada mulanya, Google Cardboard hanya mendukung sistem operasi Android, kemudian Google mengumumkan dukungan pengembangan iOS untuk plugin Unity yang diumumkan pada konferensi Google I/O 2015 pada bulan Mei 2015. Aplikasi pihak ketiga yang mendukung Google Cardboard dapat ditemukan di Google Play Store untuk para pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOS. Saat ini baik di Google Play Store dan App Store telah tersedia banyak aplikasi yang kompatibel dengan Google Cardboard.

Sebagai tambahan dari aplikasi bawaan Google Cardboard, terdapat Google Chrome VR Experiments yang diimplementasikan pada ponsel yang menggunakan WebGL, termasuk perangkat Apple yang mendukung WebGL dapat menjalankan aplikasi Google Web Experiments tersebut. Demonstrasi penggunaan Google Cardboard pada iOS dilakukan pada acara Google I/O 2015.

Pada Januari 2016, Google mengumumkan bahwa pengembangan perangkat halus mereka akan segera mendukung fitur audio spatial, yaitu efek realitas maya yang ditujukan untuk menstimulasi suara atau audio yang datang dari luar pendengar dan berlokasi di 3D space atau lingkungan 3D.

Selanjutnya pada Maret 2016, Google meluncurkan VR View, perluasan dari SDK Google Cardboard yang mengizinkan pengembang untuk memasukan konten VR 360 derajat ke dalam halaman website atau aplikasi instan pada komputer, Android dan iOS. Kode Javascript dan HTML untuk website yang mempublikasikan konten VR juga dibuat secara open source dan tersedia di GitHub, mengizinkan para pengembang menjadi tuan rumah untuk kontennya sendiri.

Bahan dan Cara Kerja[sunting | sunting sumber]

Google Cardboard dibuat secara sederhana dengan menggunakan komponen – komponen dengan harga terjangkau. Spesifikasi tersebut didesain oleh Google, yang membuat daftar part atau bagian - bagian, skema dan perintah perakitan secara gratis di website mereka. Hal ini memberikan kesempatan kepada para penggguna merakit sendiri Google Cardboard mereka dari barang – barang yang sudah tersedia. Konsep perakitan mandiri sangat unik layaknya membuat sebuah origami. Sedangkan versi pre manufaktur hanya tersedia dari vendor pihak ketiga sampai dengan Februari 2016, setelah itu Google akan memulai menjual sendiri Google Cardboard melalui Google Store.

Bagian – bagian yang digunakan untuk membuat Google Cardboard adalah kardus yang dipotong dengan ukuran yang presisi, dua lensa biconvex dengan focal selebar 45mm, magnet atau perekat dua sisi, kain perekat (seperti Velcro), tali karet, dan label Near Field Communication (NFC).

NFC pada Google Cardboard akan berfungsi sebagai pemicu peluncuran aplikasi Google Cardboard di ponsel secara otomatis. Namun bila ponsel tidak memiliki NFC, maka aplikasi Cardboard perlu diaktifkan secara manual terlebih dahulu sebelum digunakan pada perangkat Google Cardboard.

Google juga menyediakan rekomendasi ekstra untuk manufaktur skala besar, dan pra perakitan kit berdasarkan rencana ini tersedia dengan harga kurang dari 5 USD dari berbagai macam vendor, yang juga membuat berbagai macam variasi Cardboard.

Karena dapat dibuat secara mandiri dengan bahan kardus biasa dengan pola rancangan dari Google, maka Cardboard tidak memiliki perangkat atau unit khusus untuk proses gambar. Sebagai pengganti perangkat tersebut, gambar 3D langsung diproses dari ponsel pintar pengguna.

Setelah Cardboard selesai dirakit, ponsel pintar dimasukan ke belakang Cardboard tersebut, agar posisinya tidak bergoyang maka dikencangkan menggunakan pengikat atau perekat yang ada. Sebelum menggunakan Google Cardboard, pengguna perlu mengunduh aplikasi khusus bernama Google Cardboard pada Google Play atau App Store. Melalui aplikasi Google Cardboard, nantinya konten akan terbagi pada tampilan layar menjadi dua, satu tampilan layar untuk masing – masing mata pengguna. Kemudian, gambar pada ponsel akan diproyeksikan melalui layar ke pengguna ponsel. Hasilnya adalah tampilan gambar stereoskopik (3D) dengan sudut padang yang lebar.

Melalui aplikasi Google Cardboard, pengguna dapat menyaksikan video Youtube interaktif dengan sensasi layaknya di bioskop. Selain itu, aplikasi tersebut juga memberikan opsi street view dengan demo kota Paris, tur dalam istana Versailles dan beberapa hiburan dalam tampilan realitas maya lainnya.

Selain aplikasi Google Cardboard, pengguna juga dapat menggunakan Cardboard untuk bermain, beberapa aplikasi permainan berbasis tampilan realitas maya dapat diunduh, seperti Slender VR dan VR Run!.

Versi pertama dari Cardboard dapat digunakan untuk ponsel dengan bentang layar sampai dengan 5,7 inch (140mm) dan menggunakan magnet sebagai tombol pilihan, sehingga membutuhkan sensor kompas pada ponsel tersebut. Sedangkan, desain terbaru yang diluncurkan pada Google I/O 2015 dapat digunakan untuk ponsel sampai dengan bentang layar 6 inch (150mm) dan adanya penggantian magnet dengan konduktif lever yang berfungsi sebagai pelatuk sentuhan pada layar ponsel, sehingga lebih kompatibel pada banyak perangkat.

Daftar Perangkat Ponsel[sunting | sunting sumber]

Meski Google Cardboard dapat dibuat secara sederhana dan menghadirkan sensasi VR yang berbeda, namun tidak semua perangkat ponsel pintar dapat digunakan untuk merasakan sensasi yang diberikan. Pada umumnya, ponsel pintar berbasis Android dengan sistem Operasi Android 4.1 (Jelly Bean) dan Iphone sudah kompatibel dengan VR. Secara lebih spesifik, untuk merasakan VR perangakat ponsel pintar para pengguna harus memiliki fitur sensor Accelorometer dan Gyroscope yang berfungsi sebagai pendeteksi pergerakan ponsel agar dapat digunakan untuk melihat secara 360 derajat. Berikut beberapa daftar perangkat ponsel pintar yang sudah mendukung dan kompatibel dengan Google Cardboard:

  • Apple meliputi iPhone 4, 4S, 5, 5C, 5S, 6 da 6+
  • Google /LG Nexus 4,5 dan 7
  • HTC meliputi perangkat HTC Evo 3D, One Mini, One S, One X, One X+, Sensation, Sensation XE, Velocity 4G, Sensation XL
  • Huawei meliputi perangkat Ascend G 615, Ascend P1, Ascend X (U9000), Honor (U8860)
  • iOcean X7
  • LG terdiri dari G4, G3, G2, Optimus 3D Max (P720), Optimus 4X HD (P880), Optimus G (E975), Optimus G Pro, P940 Prada 3, Nitro HD (P930), Optimus 2x (P990), Optimus 3D (P920), Optimus Black (P970), Optimus G, G Pro, G Flex G Flex 2
  • Samsung merliputi perangkat Aktiv S, Galaxy Beam, Galaxy S2, Galaxy S3, Galaxy S3 Mini, Galaxy S4 Active, Galaxy S4 Mini, Galaxy S5, S6 S6 Edge, Galaxy R (i9103), Google Nexus S (i9020), Google Nexus (i9250), Galaxy Note (N7000), Galaxy Note 2, Galaxy Note 3, Note 4, Note Edge, Galaxy Grand, Alpha.
  • Perangkat Sony Xperia S, SP, T2, T3, Z1, Z2, Z3, Z3+, P
  • Xiaomi terdiri dari Xiaomi Redmi 1S, Redmi Note, Redmi 2, Mi4i, Mi4, Mi 3
  • Amazon Fire
  • Droid Maxx/Ultra, Turbo
  • Motorola Moto G 2014, Moto X 2014
  • Oneplus One
  • Oppo Find 7
  • Asus Zenfone 2, Zenfone 6, Zenfone Selfie
  • Lenovo Vibe Z2 dan K3 Note
  • Nokia Lumia seri 735, 830, 930 dan 1520

Tentu saja akan ada pembaruan – pembaruan ponsel pintar setiap waktu. Bila ponsel pintar Anda tidak ada dalam daftar diatas, Anda perlu melakukan pengecekan terlebih dahulu mengenai sensor yang ada di ponsel pintar Anda. Untuk melakukan pengecekan dapat meggunakan bantuan aplikasi EZE VR dari Google Play Store. Aplikasi tersebut akan membantu melakukan pengecekan kompatibilitas sensor pada sebuah ponsel pintar.

Kerja sama dan Promosi[sunting | sunting sumber]

Kehadiran Google Cardboard tentunya memberikan perubahan dan hal baru dalam hal teknologi VR. Selain itu, kehadiran Google Cardboard dimanfaatkan untuk memperkenalkan sebuah merk dengan pendekatan baru kepada konsumen atau calon konsumennya. Pada November 2014, Volvo meluncurkan Cardboard dengan branding Volvo dan aplikasi Android bernama Volvo Reality dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada para pengguna mengeksplorasi produk XC 90. Pada Februari 2015, perusahaan mainan Mattel bekerjasama dengan Google mengumumkan versi VR stereoskopik dengan nama View-Master. Dukungan Android bagi para pengguna Google Cardboard diluncurkan pada musim gugur tahun 2015, sedangkan dukungan untuk ponsel berbasis iOS dan Windows akan tersedia kemudian.

Google juga bekerja sama dengan LG Electronics dalam meluncurkan Cardboard untuk LG G3 yang dikenal dengan nama VR G3. Diluncurkan pada Februari 2015, Cardboard tersebut didistribusikan sebagai aksesoris tambahan gratis bagi paket penjualan model G3 di beberapa negara dan dianggap sebagai kompetitor dari akesoris Samsung Gear VR.

Pada 8 November 2015, The New York Times menambahkan Google Cardboard sebagai bagian dari koran yang didistribusikan ke para pembaca mereka. Para pembaca dapat mengunduh aplikasi NYT VR pada ponsel pintar mereka, kemudian akan muncul tampilan journalism-immersive lingkungan VR. Pada Desember 2015, Google menawarkan Cardboard dengan tema spesial Star Wars sebagai bagian dari promosi film Star Wars: The Force Awakens. Pemilik tiket untuk acara Coachella Vallery Music and Arts Festival 2016 disuguhkan dengan Google Cardboard, terinspirasi untuk memberikan Cardboard VR pada paket selamat datang yang dapat digunakan melalui aplikasi mobile Coachella VR. Festival tersebut bekerja sama dengan Vantage.vr dalam memberikan konten VR selama festival, seperti tampilan foto panorama 360 derajat untuk acara – acara sebelumnya, tur virtual dari festival, wawancara dan penampilan pengisi acara.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]