Franz Gabriel Alexander

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Franz Gabriel Alexander (22 Januari 1891 – 8 Maret 1964) adalah seorang psikoanalis dan dokter berkewarganegaraan Hungaria-Amerika Serikat. Ia merupakan salah satu pendiri kedokteran dengan metode psikosomatik dan kriminologi dengan metode psikoanalitik.

Kehidupan[sunting | sunting sumber]

Franz Gabriel Alexander (bahasa Hongaria: Alexander Ferenc Gábor) lahir di Budapest pada tahun 1891. Keluarganya merupakan keluarga Yahudi. Nama ayahnya adalah Bernhard Alexander. Ayahnya merupakan seorang filsuf dan kritikus sastra. Alexander memiliki keponakan bernama Alfréd Rényi yang menjadi matematikawan Hongaria. Keponakannya ini utamanya berkontribusi dalam teori probabilitas, dan sebagian kecil berkontribusi dalam kombinatorika, teori graf, teori bilangan. Alexander belajar di Berlin dan menjadi anggota dari kelompok analis Jerman yang berpengaruh. Ia memperoleh bimbingan dari Karl Abraham, Karen Horney dan Helene Deutsch. Ia masuk dalam himpunan yang ada di sekitar Institut Psikoanalitik Berlin. Pada awal 1920-an, putra Sigmund Freud yang bernama Oliver Freud sedang dalam analisis dengan Franz Alexander. Ia juga pernah melakukan analisis terhadap 'Charles Odier, salah satu yang pertama di antara psikoanalis Prancis.[1]

Pada tahun 1930, Alexander diundang oleh Presiden Universitas Chicago saat itu, yaitu Robert Hutchins. Alexander diundang sebagai Profesor Tamu Psikoanalisis. Alexander bekerja di Institut Psikoanalisis Chicago. Ia menjadi pengajar bagi banyak murid, termasuk Paul Rosenfels. Pada akhir periode tahun 1950-an, Alexander menjadi salah satu anggota pertama dari Society for General Systems Research.[butuh rujukan]

Franz Alexander wafat di Palm Springs, California. Ia wafat pada tahun 1964.[2]

Tulisan-tulisan awal (1923–1943)[sunting | sunting sumber]

Alexander sangat produktif dalam menulis. Tulisan pertamanya berjudul Kompleks Pengebirian dalam Pembentukan Karakter yang ditulisnya pada tahun 1923. Sedangkan karya terakhirnya berjudul Konsep Dasar Penelitian Psikosomatik yang ditulisnya pada tahun 1943.[3] Selama rentang waktu tersebut, ia menerbitkan hampir dua puluh artikel lain. Selain itu, ia memberikan kontribusi pada berbagai subjek untuk karya generasi psikoanalitik kedua.[butuh rujukan]

Alexander mengemukakan analisis vektor kehidupan yang mengukur partisipasi relatif dari tiga arah dasar. Ia meyakini bahwa hal in efektif bagi kecenderungan makhluk hidup terhadap dunia luar. Tiga hal yang ia maksud adalah penerimaan, eliminasi, dan retensi.[4] Dalam hal ini, gagasannya ini menjadi cikal bakal eksplorasi Erik Erikson untuk konsep yang sejenis. Erikson menetapkan tiga vektor lain yaitu tentang zona, mode, dan modalitas.[5]

Alexander juha mengeksplorasi konsep moralitas yang dituntut oleh superego kuno. Ia meyakini bahwa superego yang rusak menghasilkan moralitas semu secara otomatis.[6]

Gagasan Alxander yang juga menonjol adalah eksplorasi aktingnya dalam kehidupan nyata. Ia mengenmukakan bahwa seluruh hidup pasien terdiri dari tindakan yang tidak disesuaikan dengan kenyataan. Hal ini terjadi karena mereka bertujuan untuk menghilangkan ketegangan bawah sadar diri mereka. Gagasan ini disebut neurotik oleh Alexander yang kemudian menjadi salah satu jenis neurosis.[7]

Pekerjaan psikosomatik dan psikoterapi jangka pendek[sunting | sunting sumber]

Franz Alexander memimpin gerakan yang berupaya untuk mencari hubungan dinamis antara pikiran dan tubuh.[8] Sigmund Freud mengejar minat pada penyakit psikosomatik secara mendalam. Hal ini dimulainya setelah korespondensinya dengan Georg Groddeck. Pada saat itu Groddeck sedang meneliti kemungkinan pengobatan gangguan fisik melalui proses psikologis.[9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Peter Gay, Freud: A life for our time (London 1989) p. 429n and p. 463
  2. ^ "Died", Time, 20 March 1964, diarsipkan dari versi asli tanggal January 14, 2009, diakses tanggal 2008-08-04, Dr. Franz Gabriel Alexander, 73, Hungarian-born Freudian psychoanalyst who emigrated to the U.S. in 1930, became the prime founder of the Chicago Institute for Psychoanalysis in 1932, helped pioneer psychosomatic medicine by linking a variety of physical ailments to longstanding emotional or personality disorders; of a heart attack; in Palm Springs, Calif. 
  3. ^ Otto Fenichel, The Psychoanalytic Theory of Neurosis (London 1946) p. 593-4
  4. ^ Fenichel, p. 16 and p. 246
  5. ^ Erik H. Erikson Childhood and Society (Middlesex 1975) p. 66
  6. ^ Fenichel, p. 291
  7. ^ Fenichel, p. 375
  8. ^ Asaad, Ghazi (1996), Psychosomatic Disorders: Theoretical and Clinical Aspects, Brunner-Mazel, hlm. X, 129–130, ISBN 978-0-87630-803-5 
  9. ^ Erwin, Edward (2002), The Freud Encyclopedia: Theory, Therapy and Culture, Routledge, hlm. 245–246, ISBN 978-0-415-93677-4