Filsafat pra-Sokrates

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Filsafat Pra-Sokrates adalah filsafat kuno dari Yunani sebelum Sokrates (termasuk sekolah kontemporer setelah Sokrates yang tidak dipengaruhi pemikiranya[1]). Pada Era Klasik, filsuf pra-sokrates disebut physiologoi (bahasa Yunani: φυσιόλογοι; bahasa Inggris: natural philosophers, dalam bahasa Indonesia, filsuf fisik atau filsuf alam).[2] Aristoteles menyebut mereka physikoi ("physicists", setelah physis, "nature") karena mereka memikirkan penjelasan alamiah dari suatu peristiwa, yang bertentangan dengan theologoi (teologiawan) kuno, yang filosofinya berdasar pada pemikiran supranatural.[3] Diogenes Laërtius membedakan physiologoi kedalam dua grup, Ionian dan Italiote, masing-masing dipimpin oleh Anaximander dan Pythagoras.[4]

Hermann Diels mempopulerkan istilah pra-sokratik dalam Die Fragmente der Vorsokratiker (The Fragments of the Pre-Socratics) pada tahun 1903. Bagaimanapun, istilah pra-Sokratik telah digunakan dalam tulisan karya George Grote's Plato and the Other Companions of Sokrates pada tahun 1865. Edouard Zeller juga dikenal atas pembagian pemikiran sebelum dan sesudah sokrates.[5] Analisis utama dari pemikiran pra-Sokratik telah dilakukan oleh Gregory Vlastos, Jonathan Barnes, dan Friedrich Nietzsche dalam karyanya Philosophy in the Tragic Age of the Greeks.

Kadang-kadang sulit untuk membedakan dasar argumen Prasokratik yang mendukung paradigma pemikiran mereka. Ketika banyak dari mereka menghasilkan karya-karya penting, tidak ada teks yang bisa diselamatkan dalam bentuk utuh. Semuanya hanya berupa kutipan dari filsuf-filsuf terdahulu (sering kali bias), sejarah, dan kadang-kadang berupa potongan teks.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Presocratic Philosophy, Stanford Encyclopedia of Philosophy, 2007
  2. ^ William Keith Chambers Guthrie, The Presocratic Tradition from Parmenides to Democritus, p. 13, ISBN 0-317-66577-4.
  3. ^ John Freely, Before Galileo: The Birth of Modern Science in Medieval Europe (2012)
  4. ^ Franco Orsucci, Changing Mind: Transitions in Natural and Artificial Environments, p. 14, ISBN 981-238-027-2.
  5. ^ Simon Goldhill. Rethinking Revolutions Through Ancient Greece. hlm. 221. 

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Hussey, Edward, The Pre-Socratics, in series, Classical Life and Letters, G. Duckworth & Co., London, 1972. N.B.: A study of Pre-Socratic philosophy within the intellectual culture of Greek and other Antiquity. ISBN 0-7156-0824-X
  • Luchte, James, Early Greek Thought: Before the Dawn, in series, Bloomsbury Studies in Ancient Philosophy, Bloomsbury Publishing, London, 2011. ISBN 978-0-567-35331-3

pranala luar[sunting | sunting sumber]