Endank Soekamti

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Endank Soekamti
Endank-Soekamti-2017.jpg
Latar belakang
Asal Yogyakarta, Indonesia
Tahun aktif 2001–sekarang
Label
Situs web www.soekamti.com
Anggota Erix
Dory
Tony
Mantan anggota Ari
Fendy
Ulog

Soekamti yang menjadi nama band ini adalah diambil dari nama seorang guru Erix saat menuntut ilmu di Sekolah Menengah Musik (SMM) Yogyakarta. Makna dari nama Soekamti diuraikan sebagai berikut Soe artinya "indah", kam artinya "datang", ti itu karena perempuan. Jadi arti Soekamti adalah "kehadiran yang membawa kebaikan atau keindahan".[1] Sementara Endank tidak memiliki makna khusus, hanya sekadar untuk mempercantik nama saja.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Terbentuk (2001)[sunting | sunting sumber]

Erix Soekamti

Berdiri pada malam tahun baru, 1 Januari 2001, dengan personil Erix, Fendy, Tony dan Ulog, group ini mengawali kariernya dari manggung dari satu panggung pertunjukan ke panggung lainnya di Yogyakarta dan Solo, terutama pada acara-acara mahasiswa.

Tak lama kemudian formasi mereka berubah dengan memposisikan Ulog sebagai Road Manager, sementara Fendy dan Tony keluar karena menjadi personel band lain.

Family (2002)[sunting | sunting sumber]

Ari (drum) dan Dory (gitar/vokal) kemudian bergabung bersama Erix (bass/vokal) menjadi personel Endank Soekamti pada tahun 2002. Merasa selalu gagal dalam seleksi menjadi band pembuka, Endank Soekamti mengubah strateginya dengan cara membuat demo lagu sendiri kemudian memasukkan lagu tersebut ke radio, untuk kemudian mereka minta sendiri.

Setelah selama sebulan melakukan kecurangan, mereka menuai kebaikan menjadi top request di radio Geronimo FM. Alhasil tawaran jadi bintang tamu berdatangan menghantarkan Endank Soekamti menggoyang panggung-panggung di Yogyakarta.

Kelas 1 (2003)[sunting | sunting sumber]

Album pertama Endank Soekamti, Kelas 1, dengan hit Bau Mulut diproduksi di bawah label indie, Proton Records.

Album ini menghantarkan mereka dikenal di lingkup nasional dan wajah mereka pun mulai menghiasi layar kaca lewat channel MTV. Ironisnya, setelah menasional, Endank Soekamti malah kurang mendapat support di rumahnya sendiri, Yogyakarta.

Di tahun ini pula, kali pertama Endank Soekamti dipercaya sebagai bintang tamu di sebuah pensi terbesar di Jakarta. Selesai manggung, hari itu juga mereka pulang menuju Yogyakarta. Naas, di tengah perjalanan mereka mengalami kecelakaan di daerah Purwokerto yang mengakibatkan luka dan trauma. Padahal esoknya, mereka masih terikat kontrak dengan acara di Cilacap. Yoyok, drummer Shaggydog dan Tomo, gitaris Newdays, tergerak untuk membantu menggantikan Ari dan Dory mendampingi Erix untuk terus menunaikan tugasnya menghibur muda-mudi yang sudah membeli habis tiket presale untuk acara di Cilacap.

Pasca kecelakaan, Dory digantikan stuntman yang bernama Hody. Hody tidak lain adalah saudara kembar Dory yang kebetulan juga seorang gitaris. Dan ia berhasil mengelabui banyak orang serta media. Selama tiga bulan lebih, Endank Soekamti manggung dan berpromo tanpa Dory yang sedang dalam masa penyembuhan.

Raja Pensi (2004)[sunting | sunting sumber]

Kencangnya job yang datang dari SMA-SMA di ibukota, membuat Endank Soekamti dinobatkan sebagai raja pensi oleh sebuah majalah musik nasional pada tahun 2004.[2]

Pada tahun ini pula mulai muncul istilah Kamtis Family Indonesia di sebuah acara pensi yang digelar di Stadion Bulungan. Peristiwa penting ini terjadi, setelah mereka melihat sekumpulan anak muda berbondong-bondong di baris depan panggung, membawa bendera bertuliskan "KAMTIES" dan "ENDANK SOEKAMTI" yang kemudian atas kesepakatan bersama, kami beri nama Kamtis Family, diambil dari nama belakang Soe-KAMTI yang ditambah akhiran 'S', untuk menunjukkan kejamakannya. Kamtis juga mempunyai arti Kami Tidak Sendiri.

Pejantan Tambun (2005)[sunting | sunting sumber]

Kesuksesan album pertama, membuat Warner Music Indonesia membeli kontrak Endank Soekamti dari Proton Records, dan kemudian melahirkan album kedua yang bertajuk Pejantan Tambun. Suksesnya album ini merangsang mereka untuk membuat syukuran dalam bentuk album kompilasi "Berpacu Dalam Melodic" yang melibatkan banyak band punk melodic dari berbagai daerah.

Produser (2006)[sunting | sunting sumber]

Berawal dari home recording di tahun-tahun sebelumnya, tahun 2006 Endank Soekamti membuat studio rekaman sendiri yang dinamakan Fatbaztard Records. Semua lagu, baik demo atau album, yang diproduksi setelah tahun ini, mulai dari take/recording audio, mixing, bahkan mastering, kadang dikerjakan mereka sendiri sampai sekarang.

Erix Soekamti juga banyak memproduseri band-band komunitas seperti SKJ94, DubYouth, Bagaikan, MyPetSally, Super Mario Bross, End Of Julia, dan Hopeless.

Sssttt...!!! (2007)[sunting | sunting sumber]

Sssttt...!!! adalah judul album Endank Soekamti paling aneh, album ketiga ini diluncurkan masih di bawah naungan Warner Music Indonesia pada tahun 2007.

Rupanya memang judul adalah doa, tahun ini penjualan album Endank Soekamti juga ikut tertidur lelap. Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh label yang pada saat itu sedang konsen di genre musik Melayu.

Sialnya lagi di tahun ini pula Endank Soekamti diturunkan dari kursi raja pensi dengan adanya kejadian rusuh di sebuah pensi SMA yang diselenggarakan di Senayan Jakarta. Sebagai band yang membawa massa paling banyak, Endank Soekamti seakan-akan tertuduh sebagai penyebabnya. Sejak saat itu semua pensi di wilayah Jakarta ditiadakan untuk sementara.

Pada masa kritis tersebut, doa, kritik dan support dari Kamtis Family menghujani Endank Soekamti, membuat handphone ketiga personilnya tak pernah berhenti bersuara. Puji syukur, satu-satunya hal yang membahagiakan di tahun ini adalah Erix, Ari, Dory dan pacar-pacarnya, akhirnya menikah.

Rock Radio (2008)[sunting | sunting sumber]

Kegelisahan akan serangan trend melayu yang bertubi-tubi yang mempengaruhi airplay mereka di radio, di tahun 2008 Endank Soekamti memutuskan untuk membangun radio komunitas indie yang memfasilitasi teman-teman musisinya untuk bebas memutar lagu-lagu mereka sebagai media alternatif. Soekamti Radio juga menggunakan media ini sebagai jalur aman berkomunikasi dengan Kamtis Family sebebas-bebasnya.

Evaluasi (2009)[sunting | sunting sumber]

T.O.R.I Trust, Organization, Realization and Inovation. Tahun 2009 Endank Soekamti mulai belajar lagi tentang manajemen band dan mulai menata ulang semua yang sudah dilakukan untuk merakit mimpi baru. Mereka juga membuat strategi baru dalam setiap pertunjukan, untuk mengedukasi penonton agar lebih menghargai seni dengan membedakan konsep manggung berbayar dengan yang tidak.

Khususnya dalam urusan Kamtis Family, dibentuk yang namanya "Kamtis Pandu", mereka adalah beberapa Kamtis yang dipilih oleh Kamtis Family sendiri sebagai wakil untuk menjaga suasana kondusif di lantai dansa dan memperbaiki citra rusuh yang banyak ditakuti penonton lain serta Event Organizer saat mengundang Endank Soekamti konser. Cara ini terbukti berefek besar buat perubahan Endank Soekamti sampai sekarang, dilihat dari derasnya job manggung dan kenyamanan kaum hawa (Kamtiswati) yang memadati acara-acara Endank Soekamti, bahkan di garis paling depan.

Soekamti.com (2010)[sunting | sunting sumber]

Seperti mendapat kesempatan kedua untuk bangkit dari keterpurukan setelah 3 tahun tidak merilis album, di tahun 2010 Endank Soekamti berpindah di bawah naungan Nagaswara dan melahirkan album Soekamti.com, judul album keempat ini juga merupakan alamat situs resmi Endank Soekamti.

Endank Soekamti juga membuat karya di luar musik dalam bentuk komik biografi yang dirilis Gramedia berjudul Endank Soekamti: Long Live My Family (Komik Biografi)[3], diambil dari salah satu judul lagu di album ini. "Long Live My Family" adalah sebuah lagu yang didekasikan untuk Kamtis Family yang selalu setia dan ada untuk mendukung Endank Soekamti dalam suka dan duka.

Long Live My Family juga menjadi lagu yang memacu hampir semua kreativitas yang ada di band ini. Bermula dengan belajar visual effect dalam editing video, dan akhirnya sukses membuat video klip sendiri. Lalu dikembangkan untuk nekat membuat film panjang tentang wayang superhero yang ternyata gagal. Kegagalan itulah yang menampar Endank Soekamti untuk belajar lebih.

Merdeka Dalam Berkarya Mandiri Dalam Bekerja (2011)[sunting | sunting sumber]

Puas berpetualang dengan label rekaman, di tahun 2011 Endank Soekamti nekat membuat label rekaman dan production house sendiri dengan nama Euforia Records serta Euforia Audio Visual.

Sadar dengan susahnya peluang muncul di televisi, Endank Soekamti sepakat menggunakan media visual untuk mendekatkan diri kepada fans melalui YouTube. Dimulai dengan membuat webseries yang memecahkan rekor 30 episode diupload secara stripping, tentang dokumentasi proses rekaman album baru Angka 8 , yang mengharuskan seluruh personil dan crew dikarantina selama sebulan. [4]

Melalui video ini mereka juga berinteraksi dengan Kamtis Family untuk berdiskusi membuat lirik berjamaah. Selesai merekam album kelima, mereka merilis video Gerakan Menabung Berjamaah[5] guna menghimbau para Kamtis menabung bersama-sama guna mempersiapkan dana untuk membeli album baru yang akan dibandrol dengan harga yang tidak biasa.

Angka 8 (2012)[sunting | sunting sumber]

Akhirnya, tidak cuma derasnya tawaran manggung yang datang, album Angka 8 yang dirilis tahun 2012 ini juga berhasil menembus target dan berjalan dengan mulus seperti apa yang direncanakan. Sekali lagi, memang judul adalah doa. Angka 8, sebuah angka yang meskipun dibolak-balik selalu konsisten, nyambung terus dan tak pernah terputus, begitu juga dengan rezekinya. Angka 8 dijadikan tema sekaligus judul album kelima Endank Soekamti, produksi Euforia Records. Bersamaan dengan peluncuran album ini, Endank Soekamti juga juga merilis novel biografi dengan judul yang sama dengan albumnya yaitu Novel Biografi Endank Soekamti Angka 8[6].

Berbeda dengan album-album sebelumnya, melalui Euforia Records, Endank Soekamti membuat banyak terobosan dalam sistem penjualan album dan promosi di tengah terpuruknya industri musik dalam bentuk:

  1. Boxset yang berisi CD audio, DVD film dokumenter, novel biografi, t-shirt, sertifikat kepemilikan, dogtag/kalung army dengan nomor seri dan nama pembeli, yang hanya diproduksi secara limited (5000 copy) dan sold out hanya dalam waktu 5 hari melalui penjualan secara online.
  2. Paket bundle novel biografi Endank Soekamti + CD audio.
  3. MP3 free download via soekamti.com, yang bisa didapatkan hanya dengan memposting ke media sosial (pay with tweet or Facebook post), yang juga didukung oleh sponsor.

Angka 8 The Series (2013)[sunting | sunting sumber]

Melalui Euforia Audio Visual, Endank Soekamti kembali membuat film serial yang sekaligus dijadikan video klip mereka (video klip dengan konsep film pendek bersambung) dengan judul Angka 8 The Series pada tahun 2013[7]. Film-film pendek ini akan diproyeksikan untuk membuat film musikal panjang dengan menggabungkan semua episode dan memadupadankannya dengan seni pertunjukan secara live.

Museum Soekamti dan Kolaborasoe (2014)[sunting | sunting sumber]

Dengan misi memasyarakatkan Kamtis dan mengkamtiskan Masyarakat, Endank Soekamti membangun Museum Soekamti bermuatan amunisi sejarah Endank Soekamti 2001 – sekarang, yang akan terbang melintasi ruang dan waktu untuk mendarat di hatimu.

Di akhir tahun itu juga, Endank Soekamti memenuhi ritual dua tahun sekali mereka, dengan merilis album keenam yang bertajuk KOLABORASOE (Kolaborasi bersama Endank Soekamti). Album ini dirilis pada tanggal 11 November 2014, dan menjadi album yang paling unik, berbeda dan paling ramai dibandingkan lima album sebelumnya. Karena seperti judulnya, album ini melibatkan 13 kolaborator yang tidak hanya dari kalangan musisi tanah air. Endank Soekamti juga menggaet seorang pelawak tunggal, penyanyi campursari, boyband dan girlband, serta satu kolaborator yang tidak berwujud manusia, melainkan sebuah tokoh animasi dari serial Adit & Sopo Jarwo.

Tiga belas kolaborator itu adalah, Naif, Gigi, Dewa 19, Slank, Pure Saturday, Pongki Barata, E'snanas, CJR, Cherrybelle, Kemal Palevi, Didi Kempot, Jarwo Syubidu dan Tom Kill Jerry, band yang berhasil terpilih melalui audisi untuk bisa ikut berkolaborasi bersama Endank Soekamti.

Awalnya banyak yang meragukan konsep album ini, baik dari kalangan Kamtis Family, musisi, maupun masyarakat secara umum. Tapi Endank Soekamti berhasil membungkam keraguan tersebut dengan membuktikan bahwa hasil kolaborasi tersebut menjadi sesuatu yang baru dan segar! Serta bisa dinikmati oleh lingkup yang lebih besar, karena lewat kolaborasi tersebut, terjadi cross market. Kamtis bisa menikmati hasil karya kolaborator dan fans kolaborator juga bisa menikmati karya Endank Soekamti.

Album ini dipasarkan dengan mirip dengan album Angka 8. Yaitu dalam bentuk boxset, bundling buku + CD audio dan secara digital.

  1. Boxset: CD audio, DVD 'Kolaborasoe Rockumentary', t-shirt, buku 'Aku Kamtis' (kumpulan cerita hasil tulisan Kamtis Family), cincin akik dengan ukiran 'Endank Soekamti' serta nama pembeli + nomor seri di mata cincinnya, dan sertifikat kepemilikan.
  2. Paket bundle buku 'Aku Kamtis' dan CD audio.
  3. Voucher Kolaborasoe, yang bisa digunakan untuk mendownload album Kolaborasoe via aplikasi android Endank Soekamti.

Terobosan mereka tak berhenti sampai di sana, di tahun 2014, Endank Soekamti juga melahirkan satu unit usaha baru, yaitu adalah Euforia Pustaka. Dan mereka juga melahirkan sebuah sistem distribusi baru yang melibatkan Kamtis Family, yang disebut Agen Kolaborasoe.

Sesuai dengan judul album keenam ini, dibuka juga kesempatan bagi Kamtis Family untuk bisa berkolaborasi bersama Endank Soekamti dengan cara membantu pendistribusian buku 'Aku Kamtis', sehingga para Kamtis di berbagai daerah bisa mendapatkan buku tersebut dengan harga lebih murah karena tidak perlu menambah ongkos kirim. Dari sini, ke depannya diharapkan para Agen Kolaborasoe, bisa berkembang menjadi reseller album, merchandise dan karya-karya Endank Soekamti yang lainnya.

Soekamti Day (2015)[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2015 Endank Soekamti memproduksi album Soekamti Day yang dirilis 16 Februari 2016 di Taman Budaya Yogyakarta.

Pembuatan album yang terdiri dari 17 track ini ini dilakukan dengan konsep outdoor studio selama sebulan di sebuah pulau bernama Gili SudakNTB pada pertengahan Juni – Juli 2015. Rekaman album dengan konsep outdoor studio ini terbilang unik dan sangat menantang dalam proses produksinya. Seluruh tahap pembuatan Soekamti Day dilakukan mandiri oleh Endank Soekamti melalui label mereka Euforia Record.

Sampai Jumpa adalah single pertama album ini. Idenya muncul ketika hari terakhir karantina, saat seluruh alat rekaman dan instrumen sudah dikemasi, muncul ide untuk membuat lagu perpisahaan untuk dinyanyikan di hari terakhir mengiringi perpisahan Endank Soekamti dan seluruh kru dengan masyarakat Gili Sudak yang selama sebulan memberikan kenangan indah.

Kendala dan keterbatasan peralatan tersebut tidak jadi penghalang Endank Soekamti untuk berkarya. Dengan aransemen minimalis, alat musik seadanya, kemudian diisi suara Endank Soekamti dan kru, single tersebut akhirnya berhasil direkam dan jadi salah satu track di album ini.

Kemudian pada proses pasca produksi di Yogyakarta, single ini dipercantik dengan suara indah cello dari Wawan Sa’Unine. Sehingga ini akan jadi single Endank Soekamti yang sangat berbeda, segar, dan unik, jika dibandingkan dengan single-single sebelumnya.

Album Soekamti Day ini akan didistribusikan dalam kemasan boxset yang di dalamnya selain CD album, terdapat pula DVD Film Dokumenter proses pembuatan album, t-shirt, gelang, sertifikat, serta edisi perdana komik serial SSoekamti Day yang rencananya akan terbit bulanan, khusus edisi perdana komik tersebut hanya dapat diperoleh jika membeli boxset ini.

Selain itu sebuah album baru milik Jalu TP, berjudul TAJI, berisi lagu-lagu Endank Soekamti yang dikemas dengan konsep akustik jazz yang sederhana, juga akan disertakan dalam boxset ini selama masa pre-order.

Bukan Band Punk (2015)[sunting | sunting sumber]

Tanggal 14 September 2015 di DOES (Diary of Erix Soekamti) episode 41, Erix menjelaskan bahwa Endank Soekamti bukan merupakan band punk. Selama ini Endank Soekamti dikenal sebagai band punk rock karena anggapan yang muncul di masyarakat, bukan deklarasi dari pihak Endank Soekamti sendiri.

Endank Soekamti sendiri merasakan semakin dewasa semakin tidak terikat oleh genre. Jadi karya yang dilahirkan oleh Endank Soekamti ya musik Endank Soekamti yang merupakan hasil karya dari Erix, Dory, dan Ari. Karena memang dari dulu Endank Soekamti punya ramuan sendiri, hasil usaha yang tulus dari hati dan rasa yang semuanya kemudian dituangkan jadi karya. Endank Soekamti tidak ingin terkekang dalam suatu aturan dan kebiasaan yang tidak bisa dilakukan. Karena kemerdekaan dan keberanian untuk bermusik itu berdasarkan identitas dan karakter bermusik diri sendiri.

Ini juga diperkuat kenyataan bahwa Kamtis ada dan lahir karena adanya Endank Soekamti, bukan karena adanya genre punk-nya. Jadi, sebutlah band ini Endank Soekamti![8]

Soekamti Karaoke (2016)[sunting | sunting sumber]

Konsep recording yang dilakukan secara outdoor saat proses pembuatannya, ternyata bukan satu-satunya keunikan album Soekamti Day. Inovasi lain pada album yang dirilis Endank Soekamti 15 Februari 2016 di Yogyakarta ini adalah diluncurkannya Soekamti Karaoke untuk lagu-lagu dari album tersebut.[9]

Berbeda dengan karaoke biasa yang hanya menyediakan rekaman lagu tanpa dilengkapi track vocal, agar pendengar dapat bernyanyi mengikuti iringan lagu di rekaman tersebut. Soekamti Karaoke ini benar-benar memberikan kebebasan para penikmat musik untuk membuat sendiri lagu-lagu di album ke-7 Endank Soekamti ini menurut versi mereka masing-masing.

Dengan demikian pendengar dan penikmat tak hanya bisa mengganti suara vocal dalam album Soekamti Day ini, tapi juga bisa mengganti semua elemen di lagu tersebut, bisa mengganti suara gitar, bass, bahkan drum.

Ini terinspirasi dari konsep open source yang diusung oleh Blender Foundation yang menyebar data software animasi 3D mereka bernama BLENDER secara gratis, untuk dikembangkan, direkayasa, dan disebarkan secara terbuka pada siapa saja.

Seperti halnya software tersebut, semua data album Soekamti Day juga dibuka dan dibagi secara luas ke semua orang. Sehingga tiap orang dapat dengan bebas mengaransemen ulang, berkolaborasi, dan berkarya sebebas-bebasnya dengan Endank Soekamti tanpa intervensi.

Harapan dari diambilnya langkah ini agar Soekamti Day bukan hanya album milik Endank Soekamti, tapi juga bisa jadi sebuah semangat yang dimiliki oleh semua pecinta musik Indonesia yang bisa membawa perubahan musik Indonesia jadi lebih baik.

Endank Soekamti (Sign Language BISINDO Video Lyric & Chord) (2016)[sunting | sunting sumber]

Agar lagu-lagu Endank Soekamti di album Soekamti Day bisa dinikmati oleh masyarakat lebih luas, termasuk mereka penyandang tuna rungu, maka pada 11 Februari 2016 Endank Soekamti mengeluarkan video lirik dan chord lagu-lagu di album ini lengkap dengan bahasa isyarat BISINDO.

Sehingga teman-teman tuna rungu selain dapat menikmati juga dapat turut mengapresiasi dan menyanyikannya dengan cara mereka sendiri. Video lirik dan chord lengkap dengan BISINDO ini dapat dinikmati di channel YouTube Endank Soekamti official.

Kamtis Babies (2016)[sunting | sunting sumber]

Untuk lebih memasyarakatkan Kamtis dan meng-Kamtis-kan masyarakat, serta agar lebih memperluas jangkauan ke para penggemar yang berusia lebih muda, Endank Soekamti meluncurkan webseries berjudul Kamtis Babies pada 7 April 2017.

Kamtis Babies adalah webseries yang menceritakan petualangan tiga orang bayi bernama Ar, Er, dan Dor, mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya sehingga mereka dapat menghasilkan musik yang menarik.

Pergantian Personel (2016)[sunting | sunting sumber]

Pada 23 Juni 2016 pagi, melalui update status di akun Path-nya Ari mengumumkan mundur dari Endank Soekamti setelah 15 tahun bersama-sama.[10]

Mundurnya Ari Soekamti itu tentu saja jadi sebuah kehilangan untuk Endank Soekamti, tidak hanya para personelnya tapi juga para kru dan tim yang selama ini bersama-sama Endank Soekamti. Bahkan Erix Soekamti membuatkan video khusus untuk Ari Soekamti sehubungan dengan mundurnya beliau.[11]

Menanggapi kejadian tersebut, Endank Soekamti menyampaikan beberapa hal:[12]

  • Endank Soekamti tidak akan pernah menganggap Ari Soekamti keluar. Oleh karenanya kursi Ari Soekamti di Endank Soekamti tak terganti dan tak akan kami gantikan, demikian pula dengan set drum beliau yang akan tetap kami jaga.
  • Untuk sementara, Endank Soekamti akan menggunakan additional player untuk drum.
  • Sampai kapanpun Endank Soekamti akan selalu berusaha agar Ari Soekamti mau kembali. Kami semua di sini akan dengan senang hati dan suka cita akan memeluk beliau kembali.
  • Ini semua karena bagi kami, Endank Soekamti bukan sekadar band. Bagi seluruh personel dan kru baik yang di panggung maupun di belakang layar, Endank Soekamti adalah sebuah keluarga yang akan selalu berusaha sekeras mungkin untuk dapat maju, berkembang, dan melangkah bersama-sama.
  • Mohon doa dan support dari semua pihak agar Mas Ari Soekamti dapat kembali ke Endank Soekamti, berkumpul bersama seperti sedia kala.

Kekosongan pada posisi drummer diisi oleh sesosok tokoh yang disebut The Supersas. Orang yang ada di balik The Supersas ini sebenarnya tak asing karena ia adalah drummer pertama Endank Soekamti sebelum Ari Soekamti, dan pernah menggantikan Ari Soekamti saat berhalangan di tahun 2007, yaitu Tony Soekamti.

VLOGFEST 2016 The Movie (2016)[sunting | sunting sumber]

Seperti tahun-tahun sebelumnya Endank Soekamti selalu mengisi aktivitas di bulan puasa dengan membuat karya-karya berupa album baru dan/atau film. Tahun 2016 band asal Yogyakarta ini kembali menghasilkan karya film yang berbeda dari yang sebelumnya pernah diproduksi, yaitu film panjang berjudul Vlog Fest 2016 The Movie dalam format 360º[13], yang dirilis bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2016.

Dengan durasi 50 menit, film ini bisa sebagai film panjang berformat 360º pertama yang diproduksi dan dirilis di dunia.[14]

Para penonton yang disuguhi format video 360º ini akan mendapatkan pengalaman baru menikmati film, seperti diajak masuk ke dunia film ini.

Pemilihan format 360º dalam pembuatan film ini adalah sebagai bentuk inovasi, memanfaatkan teknologi dengan maksimal. Baik dalam sejarah pembuatan film panjang, juga dalam rangka menjaga konsistensi karya-karya Endank Soekamti yang selalu menjanjikan hal baru dalam tiap karyanya.

Meskipun berformat 360º, film ini dapat dinikmati siapapun dengan atau tanpa VR glass. Namun demikian, dengan VR glass tentunya akan menambah kenikmatan dan experience baru menikmati film ini.

Lokasi pembuatan film yang diproduksi Juli 2016 ini adalah di Gunung BromoJawa Timur. Di sinilah Erix, Ari, Dory, Ulog, Lanang, Bagus, Isa, dan Ipang, yang berperan sebagai 8 orang vlogger di film tersebut berakting, bercerita, sekaligus mengajak bersama-sama mengeksplorasi keindahan pegunungan ini.

Alasan pemilihan Gunung Bromo sebagai lokasi, adalah dalam rangka turut menunjukkan bagaimana keindahan alam dan panorama obyek wisata ini yang merupakan salah satu aset bangsa Indonesia.

Meskipun dengan budget minim, tak membuat film ini diproduksi asal-asalan. Apalagi tantangan konsep visual yang berbeda dari format film pada umumnya, membuat setiap pihak pendukung film ini tidak main-main dalam proses produksinya.

Seperti judulnya, film ini berkisah tentang 8 orang vlogger yang mengikuti festival vlog di Bromo. Mereka berlomba-lomba membuat video blog untuk memperebutkan hadiah. Sayangnya proses produksi tidak berjalan mulus dan begitu misterius.

Vlog Fest sendiri bukan hanya sebuah film tapi diharapkan akan jadi program tahunan dengan misi penggalangan dana untuk pendidikan di Indonesia dengan cara yang Endank Soekamti suka. Itu sebabnya produksi film ini dilakukan secara swadaya dan tidak memakan banyak biaya.

Distribusi Vlog Fest 2016 The Movie dalam bentuk digital disebarkan gratis di situs www.vlogfest.com. Sementara itu untuk penjualan fisik film ini, dikemas dalam bentuk boxset berisi VR Glass, flash disk 16 Gb berisi raw movie data dan behind the scene film, t-shirt, serta sertifikat kepemilikan, dapat diperoleh melalui www.belialbumfisik.com.

Seluruh keuntungan penjualan fisik ini akan digunakan untuk pendanaan sekolah bakat gratis DOES University angkatan ke–2.

Super USA dan #SaveLaguAnak (2016)[sunting | sunting sumber]

Pada 22 November 2016, Siswa-siswa DOES University berhasil menghidupkan karakter Super USA. Super USA merupakan tokoh di dalam komik Soekamti Day dalam bentuk animasi tiga dimensiyang sebelumnya telah diluncurkan bersamaan dengan rilisnya album Soekamti Day.

Dalam kesempatan ini, Super USA yang telah dikemas dalam bentuk animasi 3 dimensi tersebut menyanyikan lagu-lagu anak-anak Indonesia yang sudah lama jarang didengar dan dinyanyikan. Ini merupakan bagian dari kampanye #SaveLaguAnak yang diusung Endank Soekamti agar anak-anak Indonesia bisa kembali menikmati lagu-lagu apik yang sesuai dengan usia dan perkembangannya. Sekaligus kembali memperkenalkan lagu anak-anak jaman dahulu agar tidak hilang ditelan jaman.

Super USA yang membawakan #SaveLaguAnak dapat dilihat di channel YouTube Soekamti Junior.

Salam Indonesia (2017)[sunting | sunting sumber]

Album ke-8 berjudul SALAM INDONESIA diluncurkan tahun ini. Proses pembuat album ini dilaksanakan di atas sebuah kapal pinisi bernama KLM Kurabesi Explorer sambil mengarungi perairan Papua, dari Raja Ampat hingga Teluk Cenderawasih. Hal ini yang membuat albun kali ini adalah album termahal yang pernah dibuat selama ini.[15]

Sama dengan proses pembuatan album sebelumnya Soekamti Day, album Salam Indonesia ini dilakukan dengan metode outdoor recording, dengan menggunakan lokasi-lokasi yang ada di atas kapal pinisi ini.[16]

Walaupun demikian, ada satu track di album ini yang pembuatannya tidak secara outdoor recording, melainkan di sebuah studio yang ada di Manokwari, lengkap dengan menggunakan alat-alat musik yang ada di studio tersebut.

Itu terjadi saat kapal berhenti lama di Manokwari dan untuk mengisi waktu agar tak terbuang sia-sia, maka terciptalah sebuah lagu tambahan untuk album Salam Indonesia ini, yang berjudul WAKTU. Karena sudah tidak ada peralatan musik lagi di kapal karena pada saat mendapat ide untuk lagu ini, alat-alat musik untuk rekaman sudah dikirim pulang ke Yogyakarta sebab waktu itu proses rekaman dirasa sudah selesai, maka diputuskan untuk rekaman di sebuah studio yang ada di kota Manokwari ini.[17]

Pada 9 November 2017 album ini secara resmi diluncurkan di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta. Sebulan kemudian disusul diluncurkannya video lirik, chord, dan bahasa isyarat BISINDO untuk album ini di kanal resmi Endank Soekamti di YouTube[18]. Kemudian bertepatan dengan ulang tahun ke-17, Endank Soekamti meluncurkan video klip WAKTU[19].

Diskografi[sunting | sunting sumber]

  • Kelas 1 (2003) (Proton Record)
  • Pejantan Tambun (2005) (Warner Music Indonesia)
  • Sssttt...!!! (2007) (Warner Music Indonesia)
  • Soekamti.com (2010) (Nagaswara)
  • Angka 8 (2012) (Euforia Records)
  • Kolaborasoe (2014) (Euforia Records)
  • Soekamti Day (2016) (Euforia Records)
  • Salam Indonesia (2017) (Euforia Records)

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]