Eka Sapta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Eka Sapta
Eka Sapta
Benny Mustafa, Bing Slamet, Ireng Maulana dan Idris Sardi
Latar belakang
Lahir Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Jenis musik Pop
Tahun aktif 1960-1975
Perusahaan rekaman Bali Records (Musica Studios
Mantan anggota
Bing Slamet
Idris Sardi
Ireng Maulana
Enteng Tanamal
Kiboud Maulana
Benny Mustapha Van Diest

Eka Sapta adalah sebuah nama grup musik instrumental pop asal Jakarta yang cukup terkenal pada dasawarsa 60-an. Personel Eka Sapta terdiri dari Bing Slamet (bongo, konga), Ireng Maulana (gitar), Idris Sardi (bas, biola), Itje Kumaunang (gitar), Benny Mustapha (drum), Darmono (vibraphone), Kamid (konga).

Biografi[sunting | sunting sumber]

Nama-nama tersebut sebelumnya sudah dikenal melalui beberapa grup musik yang sangat terkenal pada masa itu, seperti Buana Suara, The Disc, The Commets. Nama Eka Sapta sendiri muncul bersamaan dengan pembuatan projek rekaman di Singapura mengiringi penyanyi-penyanyi seperti Vivi Sumanti, Dicky Suprapto, Suzanna, Tanty Josepha, Inneke Kusumawati, Maya Sopha, dan Ernie Djohan. Di antara rekaman-rekaman yang mereka rampungkan selama 3 bulan, misalnya dengan label (EP Fontana Gold) untuk lagu "Menantikan Kasih", "Mimpi di Singapura" yang dinyanyikan oleh Vivi Sumanti (EP Canary Records) untuk lagu "Selalu Milikmu" dan "Salah Sangka" dinyanyikan secara duet oleh Dicky dan Suzanna.[1]

Pada tahun 1962 Eka Sapta tampil untuk yang pertama kalinya dalam sebuah acara di Bandara Kemayoran, saat itu mereka mendampingi grup musik "Arulan", yang beraliran melayu. Kehadiran Bing Slamet dan kawan-kawan tentunya membuat banyak orang terperangah. Bukan saja karena penampilannya yang keren, tetapi juga dengan gaya musiknya yang unik dan beragam. Bisa dibayangkan jika mereka tampil membawakan semua jenis aliran musik, mulai dari pop, rock and roll, cha-cha, jazz, keroncong hingga orkes melayu (pada masa itu musik dangdut belum populer).

Selain tampil sebagai grup musik, Eka Sapta kerap kali mengiringi sejumlah artis dan penyanyi, diantaranya seperti Rima Melati, Suzanna, Vivi Sumanti, Lilis Suryani, Yanti Bersaudara, hingga Elly Kasim. Beberapa tembang yang sempat ngetop diantaranya; Putih-Putih Simelati, Modjang Priangan, Burung Kutjitja, Suling Bambu dan Tirtonadi.[2]

Eka Sapta sempat mengeluarkan beberapa album dalam bentuk piringan hitam yang berjudul: Varia Malam Eka Sapta (Bali Records). Piringan Hitam ini berisi sepuluh lagu, antara lain; Semalam di Kuala Lumpur dinyanyikan Tetty Kadi, Kau Pergi Tanpa Pesan (Elly M Harris), Bunga Nirwana (Munif) dan lain-lain. Produsernya, Amin Wijaya, tidak pernah membatasi kreativitas Bing Slamet, Idris Sardi, maupun personel Eka Sapta yang lain. Ia pernah merilis album The Best of Romantic Keronchong berisi 12 lagu instrumentalia Barat yang populer waktu itu, antara lain Nobody's Child dan I Can't Stop Loving You. Eka Sapta tidak hanya merilis lagu-lagu instrumentalia, namun banyak juga dari albumnya sebagai musik pengiring penyanyi-penyanyi populer pada masa itu.[1]

Dilihat dari komposisi pemainnya, kemampuan Eka Sapta tak perlu diragukan lagi. Tak heran bila perusahaan rekaman Bali Records, yang akhirnya berubah nama menjadi Musica Studios, tertarik merekam suara mereka. Menurut Idris Sardi, Bali Records mengurus banyak hal saat pagelaran Eka Sapta, mulai dari musik, kostum hingga jadwal konser. "Amin Wijaya saat itu menjadi produser kami, " tutur pemain biola kondang ini.[2]

Dalam ingatan Idris Sardi, Amin juga yang sering mencarikan order manggung Eka Sapta, hingga grup ini dipanggil Presiden Soekarno ke Istana Bogor untuk menyanyi. Presiden Soekarno sendiri menyukai aliran musik yang dibawakan Eka Sapta yang tidak asal-asalan. Sejalan dengan itu juga Soekarno mengundang grup musik ini untuk tampil menyanyi pada saat acara "Pro Ganefo Night", menjelang digelarnya acara Asian Games di Jakarta pada tahun 1963.[2] Nama Eka Sapta pun terkenal hingga ke luar negeri. Malaysia, Singapura hingga Italia pernah disinggahi band ini.

Pergantian Formasi[sunting | sunting sumber]

Di saat Eka Sapta merambah popularitas, secara bersamaan muncul problema. Satu persatu personel Eka Sapta, "lepas" dengan kesibukannya masing-masing. Ada yang bersolor karier, bisnis perhotelan hingga jadi pengusaha di luar negeri.[2] Beberapa personelnya, seperti Benny Mustapha Van Diest, Ireng Maulana, dan Idris Sardi disibukkan dalam kegitan di luar musik. Solusi pun dicari. Beberapa personel baru masuk ke dalam formasi Eka Sapta, diantaranya seperti drummer Eddy Tulis, bassis Enteng Tanamal, dan gitaris Kiboud Maulana. Tanpa terasa, personel Eka Sapta semakin bertambah dengan masuknya Hengky Firmansyah (gitar) 1, Jopie Item (gitar) 2, Ariffin Z (terompet) dan Wiharto (saksofon dan flute).[3]

Kepergian Bing Slamet[sunting | sunting sumber]

Eka Sapta mulai goyah ketika satu per satu personelnya berpulang ke rahmatullah. Di awali dengan kepergian Bing Slamet sang inspirator pada tanggal 17 Desember tahun 1974 lalu disusul dengan kepergian Eddy Tulis. Lima tahun kemudian Amin Widjaja meninggal dunia pada Agustus tahun 1979. Ireng Maulana dan Benny Mustafa membentuk kelompok jazz Ireng Maulana All Stars. Jopie Item membentuk grup jazz rock dengan nama Jopie Item Combo. Idris Sardi aktif sebagai penata musik film yang berkali kali meraih Piala Citra. Enteng Tanamal menjadi produser rekaman dan menggagas Yayasan Karya Cipta Indonesia. Secara resmi Eka Sapta memang tak pernah membubarkan diri.[3]

Beberapa hari setelah meninggalnya Bing Slamet, Bali Records sempat merekam tembang-tembang hasil karya musisi besar itu yang digabung dalam satu album bertajuk "Album kenang-kenangan terakhir Bing Slamet dengan Eka Sapta". Berisi 19 tembang cantik, diantaranya Sampai Akhir Hayat, Kasih Nan Abadi, Takdirku, Dewi Amor dan Bunga Piara.[2]

Diskografi[sunting | sunting sumber]

  • (1963) Burung Kutjitja – Eka Sapta (Mutiara MEP 007 – 1963).
  • (1963) Eka Sapta – Eka Sapta (Mutiara ML 10001 – 1963).
  • (1963) Kasih Remadja – Eka Sapta , Ireng Maulana & Alice Iskak (Bali BER 007 -1963).
  • (1963) Bing dan Giman Bernjanji – Eka Sapta & Bing Slamet (Bali BER 008 – 1963).
  • (1969) Varia Malam Eka Sapta Non Stop Revue – Eka Sapta (Bali BLM 7002- 1969).
  • (1970) Bing Slamet dan Eka Sapta – Eka Sapta (Bali BLM 7007 – 1970).
  • (1970) Kerontjong – Eka Sapta (Canary 1970).
  • (1972) The Best Of Romantic Keronchong (Canary/Metropolitan 1972).
  • (1975) Album Kenang Kenangan Bing Slamet – Eka Sapta (Bali Record BL C01 1975)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Eka Sapta di Jakarta go.id, Jakarta go.id, diakses 13 April 2011
  2. ^ a b c d e Eka Sapta di Sejak Doeloe, Sejak Doeloe, diakses 13 April 2011
  3. ^ a b Eka Sapta di Dr Iwan Cyber Museum, driwancybermuseum, diakses 13 April 2011

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • [1] Sejak Doeloe