Dading Kalbuadi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Letnan Jenderal TNI (Purn.)
Dading Kalbuadi
Dading Kalbuadi di Timor Timur saat Operasi Seroja
Informasi pribadi
Lahir 14 April 1931
Bendera Belanda Adipala, Cilacap, Jawa Tengah, Hindia Belanda
Meninggal 10 Oktober 1999 (umur 68)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Dinas militer
Pengabdian Bendera Indonesia Indonesia
Dinas/cabang Lambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat
Pangkat Pdu letjendtni staf.png Letnan Jenderal
Unit Infanteri (Kopassus)
Perang Pendudukan Indonesia di Timor Timur

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dading Kalbuadi (lahir di Adipala, Cilacap, Jawa Tengah, 14 April 1931 – meninggal di Jakarta, 10 Oktober 1999 pada umur 68 tahun[1]) adalah tokoh militer Indonesia. Jabatan terakhirnya yaitu Irjen Dephan.

Karier[sunting | sunting sumber]

Dading dilahirkan di Cilacap (Jawa Tengah), 14 April 1931. Ketika menginjak usia remaja, ia telah bergabung dengan pasukan pelajar IMAM (Indoneia Merdeka atau Mati), yang daerah operasinya meliputi wilayah Banyumas, dan sekitarnya. Dalam pasukan IMAM inilah, ia sudah bersama-sama dengan Chalimi Imam Santosa (CI Santosa), yang kelak bersama Dading bergabung di RPKAD (kini Kopassus). CI Santosa namanya lebih dulu dikenal, karena ia banyak membantu Kolonel Inf Sarwo Edhi Wibowo, dalam menumpas anggota PKI di pelosok Jawa. Seusai periode perang kemerdekaan, Dading diterima sebagai siswa di sekolah calon perwira P3AD. Di P3AD ini, selain dengan Jenderal TNI Benny Moerdani, ia bertemu dengan sahabat-sahabat yang lain, seperti Soeweno (mantan Pangkostrad), Sutaryo (mantan Kepala BAIS), Mayor Jenderal TNI Sebastian Soekoso (mantan Gubernur Maluku), Gunawan Wibisono (mantan Kassospol ABRI).[2]

Saat memimpin "Operasi Seroja" (1975-1976), Dading membentuk tim-tim kecil untuk operasi penyusupan, dengan nama sandi "Operasi Umi-Tuti".Beberapa anggota tim khusus ini antara lain adalah: Mayor Jenderal TNI Kuntara, Letnan Jenderal TNI Tarub, Letnan Jenderal TNI Yunus Yosfiah, dan Letnan Jenderal TNI Sutiyoso. Anggota-anggota tim khusus ini ketika menyusup ke wilayah Timtim.

Jabatan Militer[sunting | sunting sumber]

  • Komandan Group 2 Kopasandha
  • Komandan Operasi Seroja Timor-Timur
  • Panglima Komando Daerah Pertahanan dan Keamanan Timtim
  • Panglima Daerah Militer IX/Udayana
  • Kepala Perbekalan ABRI
  • Asisten Logistik Mabes ABRI
  • Asisten Logistik Kasum ABRI
  • Kepala Staf Umum ABRI – Jakarta
  • Inspektur Jenderal Dephankam – Jakarta

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan Kaki[sunting | sunting sumber]