Anwar Sadat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Anwar Sadat
أنور السادات
Anwar Sadat cropped.jpg
Anwar Sadat pada 1980
Presiden Mesir ke-3
Masa jabatan
15 Oktober 1970 – 6 Oktober 1981
Penjabat: 28 September 1970 – 15 Oktober 1970
Perdana Menteri
Wakil Presiden
PendahuluGamal Abdel Nasser
PenggantiSufi Abu Taleb (Acting)
Perdana Menteri Mesir
Masa jabatan
15 Mei 1980 – 6 Oktober 1981
PresidenHimself
PendahuluMustafa Khalil
PenggantiHosni Mubarak
Masa jabatan
26 March 1973 – 25 September 1974
PresidenDiri sendiri
PendahuluAziz Sedki
PenggantiAbd El Aziz Muhammad Hegazi
Wakil Presiden Mesir
Masa jabatan
19 Desember 1969 – 14 Oktober 1970
PresidenGamal Abdel Nasser
PendahuluHussein el-Shafei
PenggantiAli Sabri
Masa jabatan
17 Februari 1964 – 26 Maret 1964
PresidenGamal Abdel Nasser
PendahuluHussein el-Shafei
PenggantiZakaria Mohieddin
Ketua Majelis Nasional Mesir
Masa jabatan
21 Juli 1960 – 20 Januari 1969
PresidenGamal Abdel Nasser
PendahuluAbdel Latif Boghdadi
PenggantiMohamed Labib Skokeir
Informasi pribadi
Lahir
Muhammad Anwar el-Sadat
محمد أنور السادات

(1918-12-25)25 Desember 1918
Minufiyah, Kesultanan Mesir
Meninggal6 Oktober 1981(1981-10-06) (umur 62)
Kairo, Mesir
Sebab kematianLuka tembak
MakamMemorial Prajurit Tidak Dikenal di Kairo
Partai politikPartai Nasional Demokrat
Afiliasi politik
lainnya
Persatuan Sosialis Arab
Suami/istri
Anak7
AlmamaterUniversitas Alexandria
Tanda tangan
Karier militer
PihakMesir
Dinas/cabangAngkatan Bersenjata Mesir
Masa dinas1938–1952
PangkatTurco-Egyptian ka'im makam.gif Kolonel

Muhammad Anwar el-Sadat[a]; 25 Desember 1918 – 6 Oktober 1981) adalah seorang politikus Mesir yang menjabat sebagai presiden Mesir ketiga, dari 15 Oktober 1970 hingga pembunuhannya oleh perwira tentara fundamentalis pada 6 Oktober 1981. Anwar adalah seorang senior anggota Perwira Bebas yang menggulingkan Raja Farouk dalam Revolusi Mesir 1952, dan orang kepercayaan dekat Presiden Gamal Abdel Nasser, di mana dia menjabat sebagai Wakil Presiden dua kali dan dia menggantikannya sebagai presiden pada tahun 1970. Pada tahun 1978, Sadat dan Menachem Begin, Perdana Menteri Israel, menandatangani perjanjian damai bekerja sama dengan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter, di mana mereka diakui dengan Hadiah Nobel Perdamaian.

Dalam sebelas tahun sebagai presiden, ia mengubah lintasan Mesir, berangkat dari banyak prinsip politik dan ekonomi Nasserisme, melembagakan kembali sistem multi-partai, dan meluncurkan kebijakan ekonomi Infitah. Sebagai Presiden, ia memimpin Mesir dalam Perang Yom Kippur tahun 1973 untuk merebut kembali Semenanjung Sinai Mesir, yang telah diduduki Israel sejak Perang Enam Hari tahun 1967, menjadikannya pahlawan di Mesir dan, untuk sementara waktu, Dunia Arab yang lebih luas. Setelah itu, ia terlibat dalam negosiasi dengan Israel, yang berpuncak pada Perjanjian Perdamaian Mesir-Israel; ini memenangkan dia dan Menachem Begin Hadiah Nobel Perdamaian, membuat Sadat pemenang Nobel Muslim pertama. Meskipun reaksi terhadap perjanjian—yang mengakibatkan kembalinya Sinai ke Mesir—umumnya menguntungkan di kalangan orang Mesir,[5] perjanjian itu ditolak oleh Ikhwanul Muslimin dan kaum kiri, yang merasa Sadat telah mengabaikan upaya untuk memastikan negara Palestina.[5] Dengan pengecualian Sudan, dunia Arab dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sangat menentang upaya Sadat untuk membuat perdamaian terpisah dengan Israel tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan negara-negara Arab.[5] Penolakannya untuk berdamai dengan mereka atas masalah Palestina mengakibatkan Mesir diskors dari Liga Arab 1979-1989.[6][7][8][9] Perjanjian damai juga merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan pembunuhannya; pada 6 Oktober 1981, militan yang dipimpin oleh Khalid Islambouli menembaki Sadat dengan senapan otomatis selama parade 6 Oktober di Kairo, membunuhnya.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Sadat dilahirkan di Mit Abu Al-Kum, Al-Minufiyah, Mesir, dalam sebuah keluarga Mesir-sudan yang miskin, dengan 12 saudara laki-laki dan perempuan. Ayahnya adalah seorang Mesir, sementara ibunya orang Sudan. Salah seorang saudara laki-lakinya, Atef Sadat, kelak menjadi seorang pilot dan terbunuh dalam Perang Yom Kippur pada Oktober 1973.[10] Anwar lulus dari Akademi Militer Kerajaan di Kairo pada 1938 dan ditempatkan di Korps Isyarat. Ia bergabung dengan Gerakan Perwira Bebas, yang bertekad untuk membebaskan Mesir dari kekuasaan Britania Raya.

Pada Perang Dunia II ia dipenjarakan oleh Britania atas usaha-usahanya untuk mendapatkan bantuan dari Kekuatan Poros dalam mengusir pasukan-pasukan pendudukan Britania. Ia ikut serta dalam kudeta 1952 yang menggulingkan Raja Farouk II. Ketika revolusi meletus, ia diperintahkan mengambil alih jaringan radio dan mengumumkan pecahnya revolusi kepada rakyat Mesir.

Pada 1964, setelah memegang berbagai jabatan dalam pemerintahan Mesir, ia dipilih oleh Presiden Gamal Abdel Nasser untuk menjabat sebagai Wakil Presiden. Ia menduduki jabatan itu hingga 1966, dan sekali lagi dari 1969 hingga 1970.

Setelah Nasser meninggal, Anwar Sadat dilantik menjadi Presiden.

Pada tahun 1973, Anwar Sadat, bersama-sama dengan Hafez Al Assad, Syria, memimpin Mesir dalam Perang Yom Kippur melawan Israel, untuk merebut kembali semenanjung Sinai, yang dicaplok oleh Israel ketika Krisis Terusan Suez 1956 dan Perang Enam Hari.Meskipun dalam pertempuran ini masih dipertentangkan pihak menang ataupun kalah, serta hasil Perjanjian Camp David yang menetapkan Sinai kembali ketangan Mesir, keberhasilan Anwar Sadat menaikan moral rakyat Mesir dan Dunia Arab serta mengadakan untuk perjanjian damai beberapa tahun berikutnya.

Perjanjian damai Camp David yang diprakarsai Jimmy Carter dan Henry Kissinger memang mengembalikan wilayah Mesir yang sebelumnya direbut oleh Israel pada perang 1967. Namun tidak mengembalikan Dataran Tinggi Golan yang direbut Israel kepada Syria pada perang 1967. Meski secara politik, perang Yom Kippur atau Perang Ramadhan 1973 itu menguntungkan dunia Arab, masalah Palestina dan Jerusalem terutama Jerusalem Timur yang direbut Israel pada perang 1967 masih mengganjal bahkan beberapa kalangan mengatakan dilupakan. Hal ini membuat kemarahan dari kalangan PLO, kaum fundamentalis dan pergerakan Islam dan kalangan Palestina serta dunia Arab, terutama setelah kunjungannya ke Jerussalem atas undangan Manachem Begin.

Pada tahun 1977, Anwar Sadat mengadakan kunjungan ke Jerusalem atas undangan Perdana Menteri Israel, Menachem Begin yang merupakan awal dari perundingan perdamaian antara Israel dan Mesir. Pada tahun 1978, terciptalah Perjanjian Damai Camp David, yang mana Anwar Sadat dan Menachem Begin menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Bagaimanapun tindakan ini ditentang hebat oleh dunia Arab. Banyak yang percaya bahwa hanya dengan ancaman militer dapat memaksa Israel berunding mengenai Palestina, dan Perjanjian Damai Camp David menepikan Mesir yang dianggap kekuatan militer di dunia Arab yang signifikan disamping Syria dan Irak pada saat itu.

Pada September 1981, Anwar Sadat mengenakan tindakan represif kepada organisasi pergerakan Islam yang diaggapnya fundamentalis, termasuk kumpulan pelajar, dan organisasi Koptik, yang dianggapnya dapat mengganggu stabilitas nasional Mesir, dengan mengadakan tindakan penangkapan dan penahanan menyebabkan dia dikecam diseluruh dunia di atas pelanggaran HAM dalam tindakannya itu.

Pada 6 Oktober 1981, Presiden Anwar Sadat tewas ditembak dalam sebuah parade militer oleh anggota tentara anggota Jihad Islam. Ini merupakan organisasi muslim Mesir berhaluan keras yang menentang perjanjian damai Mesir dengan Israel. Tindakan represif anggota Jihad Islam terlihat dalam peristiwa September. Anwar Sadat kemudian digantikan oleh Wakil Presiden Hosni Mubarak.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (/səˈdæt/, also UK /sæˈdæt/, US /səˈdɑːt/;[2][3][4] bahasa Arab: محمد أنور السادات, translit. Muḥammad ʾAnwar as-Sādāt‎, bahasa Arab Mesir: [mæˈħæmmæd ˈʔɑnwɑɾ essæˈdæːt]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Finklestone, Joseph (2013), Anwar Sadat: Visionary Who DaredPerlu mendaftar (gratis), Routledge, ISBN 978-1135195656, Significantly, Anwar Sadat did not mention aspects in his early life...It was in Mit Abul-Kum that Eqbal Afifi, the woman who was his wife for ten years and whom he left, was also born. Her family was of higher social standing than Anwar's, being of Turkish origin... 
  2. ^ "Sadat". Collins English Dictionary. HarperCollins. Diakses tanggal 8 May 2019. 
  3. ^ "Sadat" (US) and "Sadat". Oxford Dictionaries UK Dictionary. Oxford University Press. Diakses tanggal 8 May 2019. 
  4. ^ "Sādāt". Merriam-Webster Dictionary. Diakses tanggal 8 May 2019. 
  5. ^ a b c Peace with Israel
  6. ^ Graham, Nick (21 August 2010). "Middle East Peace Talks: Israel, Palestinian Negotiations More Hopeless Than Ever". HuffPost. Diakses tanggal 2 February 2011. 
  7. ^ Vatikiotis, P. J. (1992). The History of Modern Egypt (4th edition ed.). Baltimore: Johns Hopkins University. p. 443.
  8. ^ "The Failure at Camp David – Part III Possibilities and pitfalls for further negotiations". Textus. Diakses tanggal 2 February 2011. 
  9. ^ "Egypt and Israel Sign Formal Treaty, Ending a State of War After 30 Years; Sadat and Begin Praise Carter's Role". The New York Times. 
  10. ^ US diplomatic cable about Atef Sadat's funeral
Didahului oleh:
Gamal Abdel Nasser
Presiden Mesir
1970-1981
Diteruskan oleh:
Hosni Mubarak