Antimon trifluorida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Antimon trifluorida
Antimony-trifluoride-2D.png
Antimony-trifluoride-molecule-in-xtal-3D-vdW.png
Antimony-trifluoride-unit-cell-1970-CM-3D-ellipsoids.png
Nama
Nama IUPAC (preferensi)
Antimon(III) fluorida
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
Nomor EC 232-009-2
Nomor RTECS CC5150000
Nomor UN UN 2923
Sifat
SbF3
Massa molar 178.76 g/mol
Penampilan Kristal abu-abu cerah hingga putih
Bau Tajam
Densitas 4.379 g/cm3
Titik lebur 292 °C (558 °F; 565 K)
Titik didih 376 °C (709 °F; 649 K)
385 g/100 mL (0 °C)
443 g/100 mL (20 °C)
562 g/100 mL (30 °C)
Kelarutan Dapat larut dalam metanol, aseton
tidak dapat larut dalam amonia
-46.0·10−6 cm3/mol
Struktur
Ortorombik, oS16
Ama2, No. 40
Bahaya
Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC):
100 mg/kg
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
TWA 0.5 mg/m3 (sebagai Sb)[1]
REL (yang direkomendasikan)
TWA 0.5 mg/m3 (sebagai Sb)[1]
Senyawa terkait
Senyawa terkait
antimon pentafluorida, antimon triklorida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

Antimon trifluorida adalah senyawa anorganik dengan rumus SbF3. Senyawa ini kadang-kadang disebut reagen Swart dan merupakan salah satu dari dua senyawa antimon fluorida; senyawa lainnya adalah antimon pentafluorida (SbF5). Senyawa ini tampak sebagai senyawa padat berwarna putih.

Pembuatan[sunting | sunting sumber]

SbF3 dibuat dengan mereaksikan antimon trioksida dengan hidrogen fluorida:[2]

Sb2O3 + 6 HF → 2 SbF3 + 3 H2O

Reaktivitas[sunting | sunting sumber]

Senyawa ini dapat dianggap sebagai asam Lewis. Jika bereaksi dengan fluorin, senyawa ini akan teroksidasi dan menghasilkan antimon pentafluorida:

SbF3 + F2 → SbF5

Kegunaan[sunting | sunting sumber]

Senyawa ini digunakan sebagai reagen fluorinasi dalam bidang kimia organik.[3] Pemanfaatan antimon trifluorida untuk mengubah senyawa klorida menjadi fluorida pertama kali ditemukan oleh seorang kimiawan Belgia yang bernama Frédéric Jean Edmond Swarts pada tahun 1892,[4] Senyawa ini juga biasanya digunakan untuk pembuatan senyawa organofluorin, tetapi percobaan telah dilakukan dengan menggunakan silana.[5] Di bidang perindustrian, senyawa ini pernah dipakai untuk membuat freon.

Keamanan[sunting | sunting sumber]

Dosis mematikan senyawa ini tercatat sebesar 100 mg/kg (pada marmut, lewat mulut).[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards #0036". National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). 
  2. ^ Handbook of Preparative Inorganic Chemistry, 2nd Ed. Edited by G. Brauer, Academic Press, 1963, NY. Vol. 1. p. 199.
  3. ^ Tariq Mahmood and Charles B. Lindahl Fluorine Compounds, Inorganic, Antimony in Kirk‑Othmer Encyclopedia of Chemical Technology.doi:10.1002/0471238961.0114200913010813.a01
  4. ^ Swarts (1892). Acad. Roy. Belg. 3 (24): 474. 
  5. ^ Booth, Harold Simmons; Suttle, John Francis (1946). "IV. The Preparation and Fluorination of Dimethyl and Trimethyl Chlorosilanes". J. Am. Chem. Soc. 68 (12): 2658–2660. doi:10.1021/ja01216a072. 
  6. ^ Sabina C. Grund, Kunibert Hanusch, Hans J. Breunig, Hans Uwe Wolf “Antimony and Antimony Compounds” in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2006, Wiley-VCH, Weinheim. DOI:10.1002/14356007.a03_055.pub2 10.1002/14356007.a03_055.pub2

Pranala luar[sunting | sunting sumber]