Anakonda hijau

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Anakonda hijau
Anaconda Loreto Peru.jpg
Status konservasi
Belum Dievaluasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Boidae
Genus: Eunectes
Spesies: E. murinus
Nama binomial
Eunectes murinus
(Linnaeus, 1758)
Sinonim [1]
  • [Boa] murina Linnaeus, 1758
  • [Boa] Scytale Linnaeus, 1758
  • Boa gigas Latreille, 1802
  • Boa anacondo Daudin, 1803
  • Boa aquatica Wied-Neuwied, 1824
  • Eunectes murinus Wagler, 1830
  • Eunectes murina Gray, 1831
  • Eunectes murinus Boulenger, 1893
  • Eunectes scytale Stull, 1935
  • [Eunectes murinus] murinus
    Dunn & Conant, 1936
  • Eunectes barbouri
    Dunn & Conant, 1936
  • Eunectes murinus murinus
    – Dunn, 1944

Anakonda hijau (Eunectes murinus) adalah spesies ular boa besar yang tersebar di daerah tropis Amerika Selatan. Ular ini merupakan ular terbesar di dunia, berdasarkan diameter lingkar tubuh bagian tengahnya. Istilah anakonda (tanpa kata tambahan) sering digunakan untuk menyebut ular ini, walaupun istilah ini juga digunakan untuk menyebut jenis-jenis lain dari marga Eunectes.

Deskripsi fisik[sunting | sunting sumber]

Panjang tubahnya bisa mencapai 8 meter, dan merupakan ular terpanjang di Benua Amerika. Berat tubuhnya secara keseluruhan bisa mencapai 250 kg. Diameter lingkar tubuh bagian tengah ular ini mencapai hampir satu meter. Banyak pula penemuan-penemuan spesimen yang panjangnya mencapai 15 meter dengan ketebalan tubuh melebihi batang pohon kelapa. Walupun ukuran itu adallah ukuran ular terbesar yang pernah tercatat, namun masyarakat di daerah aliran sungai Amazon, Brazilia mempercayai adanya spesimen-spesimen yang lebih besar.[2][3][4]

Warna tubuhnya hijau kecokelatan atau hijau lumut dengan bercak-bercak bundaran hitam besar di punggung, dari leher hingga ekor. Di kedua sisi badannya terdapat bercak-bercak hitam berbentuk huruf "O" dari leher hingga ekor. Di bagian belakang matanya terdapat garis berwarna hitam dengan garis warna oranye di bawahnya. Tubuh bagian bawah berwarna cokelat pucat atau kuning pucat agak kehijauan dengan bintik-bintik kecil berwarna gelap.[5][6][7]

Penyebaran dan habitat[sunting | sunting sumber]

Anakonda hijau tersebar luas di pedalaman hutan hujan tropika di Amerika Selatan sebelah timur Barisan Andes, meliputi Peru bagian timur, Brazilia, Bolivia, Paraguay bagian utara, Ekuador bagian timur, Kolombia, Venezuela, Guyana, Suriname, Guyana Prancis, serta di Pulau Trinidad dan Tobago di pantai timur-laut Brazilia. Anakonda menyukai tempat-tempat basah dan perairan yang luas. Biasanya ular ini beraktivitas di rawa-rawa terbuka dan sungai-sungai hilir di tengah hutan.[8][9][10]

Perilaku, makanan, dan reproduksi[sunting | sunting sumber]

Anakonda menghabiskan waktunya di sekitar perairan dan jarang naik ke darat. Meskipun begitu, ular ini seringkali memanjat pohon tinggi untuk berjemur atau mencari makan. Makanan anakonda terdiri dari ikan, katak, burung, mamalia dan reptilia. Hewan yag paling sering diburu ular ini terutama kapibara (sejenis hewan pengerat besar yang endemik di Amerika Selatan) dan kaiman (sejenis Alligator yang endemik di Amerika Selatan). Ular ini berkembangbiak dengan bertelur-melahirkan (ovovivipar). Jumlah anak yang dilahirkan bisa mencapai 40 ekor.[11][12][13]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Anakonda dan manusia[sunting | sunting sumber]

Seringkali beredar legenda yang menggambarkan anakonda sebagai monster hutan dan pemakan manusia (misalnya, seperti cerita dalam film Anacondas: The Hunt for the Blood Orchid). Hal ini dipercaya oleh banyak orang, walaupun belum ada bukti samasekali mengenai mitos ini. Banyak pula mitos yang beredar di dunia maya atau internet, yang menyebutkan tentang keberadaan anakonda raksasa berkeliaran di pedalaman Kalimantan. Akan tetapi, hal ini disanggah dan tidak benar, karena sampai sekarang tidak ada bukti nyata yang menunjukkan kebenaran hal ini.[10]

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  1. ^ McDiarmid RW, Campbell JA, Touré T. 1999. Snake Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference, Volume 1. Herpetologists' League. 511 pp. ISBN 1-893777-00-6 (series). ISBN 1-893777-01-4 (volume).
  2. ^ Rivas, Jesús Antonio (2000) (PDF). The life history of the green anaconda (Eunectes murinus), with emphasis on its reproductive Biology (Ph.D. thesis). University of Tennessee. http://www.anacondas.org/diss/disser.pdf. 
  3. ^ O'Shea, M. 2007. Boas and pythons of the world. Princeton, N.J.: Princeton University Press.
  4. ^ Minton, Sherman A., and Madge Rutherford Minton. Giant Reptiles. New York: Scribners, 1973.
  5. ^ Murphy JC, Henderson RW. 1997. Tales of Giant Snakes: A Historical Natural History of Anacondas and Pythons. Krieger Pub. Co. 221 pp. ISBN 0-89464-995-7.
  6. ^ www.reptile-database.org
  7. ^ Rivas, J., G. Burghardt. 2001. Understanding Sexual Size Dimorphism in Snakes: wearing the snake's shoes. Animal Behaviour, 62: F1-F6.
  8. ^ ""Pescaron" una anaconda de siete metros y 90 kilos" (dalam bahasa Spanish). ABC Color. 4 January 2008. 
  9. ^ "Green Anaconda Eunectes murinus". National Geographic. Diakses tanggal March 14, 2011. 
  10. ^ a b Eunectes murinus (Green Anaconda): Cannibalism at Prodigy. Accessed 3 July 2008.
  11. ^ Burton, Maurice, and Robert Burton. International Wildlife Encyclopedia, pg. 44.
  12. ^ Herpetologist Jesus Rivas
  13. ^ Soomro, Adil (2001). "Eunectes murinus". University of Michigan Museum of Zoology. Animal Diversity Web. Diakses tanggal 2008-10-10. 

  • Dirksen L, Böhme W. 1998. Studien an Anakondas 2: Zum taxonomischen Status von Eunectes murinus gigas (Latreille, 1801) (Serpentes: Boidae), mit neuen Ergebnissen zur Gattung Eunectes Wagler, 1830.- Salamandra 34(4): 359-374.
  • Dirksen L. 2002. Anakondas. Monographische Revision der Gattung Eunectes (Wagler, 1830).- Natur und Tier-Verlag Münster. ISBN 3-931587-43-6. 187 pp.
  • Rivas, J. A., M. d. C. Muñoz, J. B. Thorbjarnarson, G. M. Burghardt, W. Holmstrom, and P. Calle. 2007. Natural History of the green anacondas in the Venezuelan llanos. Pages 128-138 in R. W. Henderson, and R. Powell, editors. Biology of Boas, Pythons, and Related Taxa. Eagle Mountain Publishing Company, Eagle Mountain.