Lompat ke isi

Alfred Gonti Pius Datubara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Yang Mulia

Alfred Gonti Pius Datubara

Uskup Agung Emeritus Medan
GerejaGereja Katolik Roma
Keuskupan agung
Medan
Penunjukan24 Mei 1976
(42 tahun, 102 hari)
Masa jabatan berakhir
12 Februari 2009
(75 tahun, 0 hari)
PendahuluAntoine Henri van den Hurk, O.F.M. Cap.
PenerusAnicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap.
Imamat
Tahbisan imam
22 Februari 1964
(30 tahun, 10 hari)
oleh Antoine Henri van den Hurk, O.F.M. Cap.
Tahbisan uskup
29 Juni 1975
(41 tahun, 137 hari)
oleh Justinus Kardinal Darmojuwono
Informasi pribadi
Nama lahirAlfred Gonti Pardamean Datubara[1]
Lahir(1934-02-12)12 Februari 1934
Lawe Bekung, Badar, Aceh Tenggara, Aceh
Meninggal17 Oktober 2025(2025-10-17) (umur 91)
Rumah Sakit Santa Elisabeth, Kota Medan, Sumatera Utara
MakamPurba Hinalang, Simalungun, Sumatera Utara
KewarganegaraanIndonesia
DenominasiKatolik Roma
Orang tua
  • Petrus Datubara (ayah)
  • Lousia boru Sihombing Lumbantoruan (ibu)
[1]
Jabatan sebelumnya
  • Uskup Auksilier Medan (1975–1976)
  • Uskup Tituler Novi (1975–1976)

Alfred Gonti Pius Datubara, O.F.M. Cap. (dikenal sebagai Pius Datubara; 12 Februari 1934  17 Oktober 2025) adalah Uskup Gereja Katolik Roma untuk Keuskupan Agung Medan sejak 24 Mei 1976 hingga pensiun pada 12 Februari 2009. Pius Datubara adalah Uskup Agung Medan sekaligus seorang uskup Katolik pertama yang berasal berasal dari kalangan etnis Batak sendiri.[2] Datubara meninggal dunia pada 17 Oktober 2025 di Rumah Sakit Santa Elisabeth, Medan, dalam usia 91 tahun.[3][4]

Pius Datubara ditahbiskan sebagai imam pada tanggal 22 Februari 1964 oleh Uskup Agung Medan saat itu, Antoine Henri van den Hurk. Ia terpilih menjadi Uskup Auksilier Medan dengan gelar Uskup Tituler Novi pada 5 April 1975. Ia ditahbiskan menjadi Uskup pada 29 Juni 1975 oleh Uskup Agung Semarang, Justinus Kardinal Darmojuwono. Bertindak sebagai uskup ko-konsekrator pada saat itu, Uskup Agung Medan, Antoine Henri van der Hurk, dan Uskup Padang, Raimundo Cesare Bergamin.

Pada 24 Mei 1976, Pius Datubara terpilih menjadi Uskup Agung Medan menyusul pengunduran diri pendahulunya, Antoine van den Hurk. Pius Datubara pensiun sebagai Uskup Agung Medan pada 12 Februari 2009 dan kepemimpinan Keuskupan Agung Medan dilanjutkan oleh Anicetus Bongsu Antonius Sinaga.

  • Omnibus Omnia: Biografi Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara, OFM Cap. Dalam Konteks Sejarah Keuskupan Agung Medan (2008)[5]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Madjalah Bimas Katolik. Vol. 3–7. Direktorat Djenderal Bimas Katolik, Projek Penerangan Agama Katolik. 1976. hlm. 5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. Mengenal Uskup Pius Datubara OFMCap. Pastor dan Uskup Pertama berdarah Batak, diakses tanggal 2022-07-19
  3. "Kabar Duka, Uskup Pertama dari Suku Batak Tutup Usia". detikSumut. 17 Oktober 2025. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  4. Pardosi, Maurits (17 Oktober 2025). Ayu Prasandi (ed.). "KABAR DUKA, Uskup Emeritus Pius Datubara Meninggal Dunia, Umat Katolik Kehilangan Sosok Pendoa". Tribun Medan. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  5. https://books.google.co.id/books/about/Omnibus_Omnia.html?id=4kLoSAAACAAJ&redir_esc=y

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Jabatan Gereja Katolik
Didahului oleh:
Antoine Henri van den Hurk, O.F.M. Cap.
Uskup Agung Medan
24 Mei 1976 – 12 Februari 2009
Diteruskan oleh:
Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, O.F.M. Cap.
Hanya gelar saja
Didahului oleh:
Abel Costas Montaño
 TITULER 
Uskup Novi
5 April 1975 – 24 Mei 1976
Diteruskan oleh:
Juan Ignacio Larrea Holguín