Al-Qur'an dan As-Sunnah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Muslim berpegang teguh bahwa Islam datangnya dari dua sumber, salah satunya adalah Al-Qur'an, dan yang satu lagi adalah sunnah, atau mengambil contoh dari kehidupan Nabi Muhammad.

Pandangan[sunting | sunting sumber]

Semua umat Islam percaya bahwa Al-Quran itu bersifat tidak memiliki kesalahan tetapi mereka memiliki beragam pendapat tentang Sunnah melalui cara menafsirkan dan memahami Al-Quran itu sendiri.

Al-Ghazali, ahli sufisme yang terkenal serta berpaham mazhab Sunni, telah membandingkan proses ini dengan metode mengelola tiram — rupa eksternal mereka tidaklah begitu menarik, tetapi jika mereka dibuka, kamu akan dianugerah sebutir mutiara. Jika kamu terus membuka tiram, kamu mungkin sekali menemukan mutiara. Jika kamu terus mengumpulkan mutiara, kemungkinan besar kamu akan menemukan mutiara hitam.

Dengan kata lain sesuai dengan Qur'an dan Sunnah, bukanlah doktrin khusus buat Sunni; itu dipatuhi oleh kedua Shi'a dan Sunni.[1]

Pandangan Ahli Syiah[sunting | sunting sumber]

Shi'a membagi sahabat nabi kepada beberapa kelompok[2] dan hanya mempercayai sejumlah dari mereka yang tidak menentang Ahlul Bait. Shi'a terkenal sebagai kritikus kepada Umar, karena mengakui bahwa dia tidak berbagi pandangan untuk mengikuti sunnah Nabi Muhammad, dan merujuk hadis sebagai bukti.

Pandangan Ahli Sunnah[sunting | sunting sumber]

Sunni berpandangan bahwa setiap Sahaba adalah benar dan dapat dipercaya dalam pengiriman sunnah mereka.

Pandangan Ahli Al-Quran[sunting | sunting sumber]

Ada juga sekelompok masyarakat minoritas yang menolak dan tidak percaya As-Sunnah sebagai salah satu unsur dalam Islam.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

sunnah alquran