212 Mart

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
212 Mart
Koperasi
IndustriToko swalayan
Kantor
pusat
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
PemilikKoperasi Syariah 212
Situs webkoperasisyariah212.co.id/212mart/

212 Mart adalah merek minimarket Koperasi Syariah 212. 212 Mart menjual barang kebutuhan sehari-hari masyarakat seperti bahan pokok, perlengkapan rumah tangga, alat tulis, dll. Perbedaannya adalah 212 Mart tidak menjual rokok, minuman keras, alat kontrasepsi, dan produk yang digolongkan sebagai tidak halal.[1]

Pada Juli 2022, Bareskrim Polri melaporkan bahwa Koperasi 212 menerima saluran uang sejumlah Rp10 miliar dari lembaga kemanusiaan ACT yang menyelewengkan dana dari perusahaan Boeing, yang padahal dana itu seharusnya ditujukan demi membantu keluarga korban dari kecelakaan pesawat Lion Air JT-610.[2]

Dalam menjalankan bisnisnya, 212 Mart memberikan lapak kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk dapat menjual produknya. 212 Mart buka mulai pukul 7 dan tutup pada pukul 22 setiap hari. Setiap waktu salat, 212 Mart menutup gerai tokonya selama lebih kurang 15 menit.[3]

Pada Mei 2021, sejumlah kasus investasi bodong melibatkan 212 Mart terkuak, sehingga para korban melaporkan ke polisi. [4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Berawal dari aksi 212 pada Desember 2016, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggagas pembentukan Koperasi Syariah 212 yang kemudian meluncurkan secara resmi pendaftaran massal melalui saluran online pada tanggal 20 Januari 2017 di Sentul, Bogor.[5] Koperasi Syariah 212 tersebut telah resmi berdiri sejak 24 Januari 2017 berdasar pada Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 003136/BH/M.KUKM.2/I/2017 dan Akta No.02 tanggal 10 Januari 2017, yang dibuat dan disampaikan oleh Notaris SURJADI, SH., MKn., MM serta diterima pada 19 Januari 2017.[6]

212 Mart sebagai produk dari Koperasi Syariah 212 secara resmi diluncurkan pertama kali pada tanggal 10 Mei 2017 dengan gerai pertama beralamat di Jl. KH. Abdullah Bin Nuh, Ruko No. 80 Taman Yasmin Sektor VI, Bogor.[7] Direktur Eksekutif Koperasi Syariah 212 Ahmad Juwaini pada saat peresmian gerai ke-68 di Cimanggis, Depok, menyampaikan target untuk menambah jumlah gerai 212 Mart hingga mencapai 120 gerai di tahun 2018.[8]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Sejumlah artikel berita menyebutkan jika 212 Mart terseret kasus investasi bodong. Para korban melaporkan ke pihak kepolisian pada bulan Mei 2021.[9][10][11]

Referensi[sunting | sunting sumber]