Yesaya 9

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
pasal 8       Yesaya 9       pasal 10
Great Isaiah Scroll - Dead Sea Scrolls

Gulungan Besar Kitab Yesaya, yang memuat lengkap seluruh Kitab Yesaya, dibuat pada abad ke-2 SM, diketemukan di gua 1, Qumran, pada tahun 1947.
Kitab: Kitab Yesaya
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 23
Kategori: Nevi'im

Yesaya 9 adalah bagian dari Kitab Yesaya dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Berisi Firman Allah yang disampaikan oleh nabi Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem pada zaman raja Ahas dari Kerajaan Yehuda sekitar abad ke-8 SM.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

  • Ada 3 naskah sumber utama Kitab Yesaya: Masoretik, Septuaginta dan Gulungan Laut Mati.
  • Gulungan Besar Kitab Yesaya (the Great Isaiah Scroll'), yang berisikan Kitab Yesaya lengkap, ditemukan dalam gua Qumran dekat Laut Mati dan menurut analisis radioaktif berasal dari abad ke-2 SM. [3]
  • Pasal ini terdiri dari 20 ayat. Dalam Alkitab Inggris, terdiri dari 21 ayat, dimana ayat 1 adalah Yesaya 8:23 dalam Alkitab Indonesia.

Tradisi Kristen[sunting | sunting sumber]

Nubuat dalam pasal ini dan penggenapan dalam hidup Yesus Kristus:

Ayat 1[sunting | sunting sumber]

Yesaya 8:23-9:1 (dalam Alkitab Inggris: Yesaya 9:1-2): "Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain. Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar."
Penggenapan: Ia (Yesus) meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -- bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang." (Matius 4:13-16)

Ayat 5[sunting | sunting sumber]

Yesaya 9:5 (dalam Alkitab Inggris: Yesaya 9:6): Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang:

  • Penasihat Ajaib,
  • Allah yang Perkasa,
  • Bapa yang Kekal,
  • Raja Damai.

Penggenapan: Yesus mengajar orang dan mereka takjub atas pengajarannya. Mukjizat yang dibuat Yesus membuat orang-orang yang menyaksikannya menyatakan "Allah melawat kita". Injil Yohanes memberi kesaksian bahwa Yesus dan Bapa adalah satu. Yesus masuk ke Yerusalem dengan mengendarai keledai sebagai lambang "Raja Damai".

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Dianne Bergant dan Robert J.Karris (ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Jogjakarta: Kanisius.
  2. ^ (Indonesia) W.S. LaSor, D.A. Hubbard, F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2. Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. ISBN-13: 9789794150431
  3. ^ Radiocarbon, Vol. 37, No. 1, 1995, p. 14

Pranala luar[sunting | sunting sumber]