Sobekneferu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Didahului oleh:
Amenemhat IV
Firaun Mesir
Dinasti ke-12
Digantikan oleh:
tidak jelas, Sekhemre Khutawy Sobekhotep[1] atau, dalam studi lebih kuno, Wegaf
Sobekneferu
Nefrusobek
Skemiophris (dalam Manetho)
Patung dada Queen Sobekneferu (Louvre)
Masa pemerintahan 1806–1802 SM
Nama Sobekneferu
Kecantikan dari Sobek
Nama Horus
G5
ra mr M17 M17 t
Srxtail2.GIF
Meritra
Kesayangan Re
Nama Nebti
G16
{{{Nebty}}}
Satsekhem Nebettawy
Putri dari Yang Berkuasa,
Penguasa wanita dari dua negeri
Horus Emas
G8
Dd t xa
Z2
Djedetkhau
Dibentuk dari mahkota
Ayah Amenemhat III
Wafat 1802 SM

Sobekneferu (kadang-kadang ditulis "Neferusobek") adalah seorang Firaun wanita Mesir kuno dari Dinasti ke-12. Namanya berarti "kecantikan Sobek." Ia memerintah Mesir selama hampir 4 tahun, menurut kronologi tradisional dari tahun 1806 sampai 1802 SM.[1]

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Ia adalah putri Firaun Amenemhat III. Manetho menyatakan bahwa ia juga saudara perempuan Amenemhat IV, tetapi tidak ada bukti. Sobekneferu memiliki kakak lebih tua bernama Nefruptah yang bukan ahli waris. Nama Neferuptah dimasukkan ke dalam suatu cartouche dan ia mempunyai piramid tersendiri di Hawara. Neferuptah rupanya mati muda.[2]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Sobekneferu adalah penguasa wanita pertama yang diketahui di Mesir, meskipun Nitocris mungkin memerintah pada Dinasti ke-6 Mesir, dan ada lima wanita lain yang diyakini memerintah pada Dinasti pertama.

Amenemhat IV diduga meninggal (atau menghilang) tanpa ahli waris laki-laki, sehingga putri Amenemhat III, Sobekneferu, dinobatkan menjadi Firaun. Menurut Daftar Raja Turin, ia memerintah selama 3 tahun, 10 bulan, dan 24 hari[3] diperkirakan di akhir abad ke-19 SM.

Ia mati tanpa ahli waris dan pada akhir pemerintahannya berakhir pulalah dinasti ke-12 Mesir yang gemilang serta Zaman Keemasan dari Kerajaan Pertengahan karena Dinasti ketiga belas penerusnya jauh lebih lemah.

Peninggalan[sunting | sunting sumber]

Segel silinder Sobekneferu lukisan Flinders Petrie di British Museum.[4]

Sedikit monumen yang ditemukan darinya, meskipun ada banyak patungnya (tak berkepala) dilestarikan beserta landasan yang memuat nama dan gelarnya sebagai putri raja di Gezer.[5] Diketahui bahwa ia membuat tambahan-tambahan pada kompleks makam firaun Amenemhat III di Hawara (disebut sebagai labyrinth oleh Herodotus) dan juga membuat struktur-struktur di Herakleopolis Magna.

Sebuah segel silinder memuat namanya dan gelar kerajaan sekarang berada di British Museum.[6] Suatu graffito di tepi sungai Nil, di benteng Kumma di Nubia, mencatat kenaikan permukaan sungai Nil sampai 1,83 meter pada tahun ke-3 pemerintahannya.[7] Inskripsi lain ditemukan di Padang Gurun Timur mencatat tahun ke-4, bulan ke-2 musim peret.[8] Karya monumennya secara konsisten menghubungkannya dengan Amenemhat III, bukan Amenemhat IV, mendukung teori bahwa ia adalah putri firaun Amenemhat III dan mungkin hanya saudara tiri dari Amenemhat IV.[5] Ahli sejarah Mesir, Kim Ryholt, mencatat bahwa sumber-sumber kontemporari dari pemerintahannya bahwa Sobekneferu tidak pernah menggunakan gelar "Ratu" atau "Saudara perempuan Firaun"-- hanya 'Putri Firaun' -- yang mendukung hipotesis ini.[5]

Makamnya belum diidentifikasi secara positif, meskipun ia mungkin dimakamkan di dalam kompleks piramida di Mazghuna yang tidak memiliki inskripsi, dan di dekatnya di sebelah utara dalam kompleks yang serupa untuk Amenemhat IV. Suatu tempat diebut Sekhem-Neferu disebut-sebut dalam suatu papirus yang ditemukan di is mentioned in a papyrus found Harageh. Ini mungkin adalah nama piramidanya.

Kaitan dengan Musa[sunting | sunting sumber]

Ada dugaan bahwa Musa adalah Amenemhat IV dan Sobekneferu adalah "putri Firaun" yang mengambilnya sebagai anak.[9]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Kim S. B. Ryholt, The Political Situation in Egypt during the Second Intermediate Period, c.1800-1550 B.C., Museum Tusculanum Press, Carsten Niebuhr Institute Publications 20, 1997. p.185
  2. ^ Dodson, Hilton, The Complete Royal Families of Egypt, 2004, p. 98.
  3. ^ Kim Ryholt, The Political Situation in Egypt during the Second Intermediate Period, Carsten Niebuhr Institute Publications, Museum Tusculanum Press, (1997), p.15 ISBN 87-7289-421-0
  4. ^ Flinder Petrie: Scarabs and cylinders with names (1917), available copyright-free here, pl. XIV
  5. ^ a b c Ryholt, p.213
  6. ^ Gae Callender, 'The Middle Kingdom Renaissance' in Ian Shaw, The Oxford History of Ancient Egypt, (Oxford Univ. Press: 2003), paperback, p.159
  7. ^ Gae Callender, p.159
  8. ^ A. Almásy, Catalogue of Inscriptions, In: U. Luft (editor), Bi'r Minayh, Report on the Survey 1998-2004, Budapest 2011, ISBN 978-9639911116, p. 174-175
  9. ^ Searching for Moses by David Down (April 1, 2001)

Pustaka tambahan[sunting | sunting sumber]

  • Dodson, Aidan. Hilton, Dyan. 2004. The Complete Royal Families of Ancient Egypt, Thames & Hudson
  • W. Grajetzki, The Middle Kingdom of Ancient Egypt: History,Archaeology and Society, Duckworth, London 2006 ISBN 0-7156-3435-6, 61-63
  • Shaw, Ian. Nicholson, Paul. 1995. The Dictionary of Ancient Egypt. Harry N. Abrams, Inc., Publishers.
  • Shaw, Ian, Ed. 2000. The Oxford History of Ancient Egypt, Oxford University Press. Graffito ref. pg. 170.