Caesarion

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sebuah relief Cleopatra dan Caesarion di kuil Dendera, Mesir

Ptolemy XV Philopator Philometor Caesar (dijuluki Caesarion (Caesar kecil), bahasa Yunani: Πτολεμαίος ΙΕ' Φιλοπάτωρ Φιλομήτωρ Καίσαρ, Καισαρίων, 23 Juni 47 SM – Agustus 30 SM) adalah firaun terakhir dalam dinasti Ptolemeus di Mesir. Ia memerintah sejak umur 3 tahun bersama ibunya, Cleopatra VII, dari 2 September 44 SM sampai Agustus 30 SM, ketika ia dibunuh oleh Oktavianus, yang kemudian menjadi kaisar Romawi Augustus.

Ia adalah anak laki-laki tertua Cleopatra VII. Kemungkinan besar ayahnya adalah Julius Caesar. Bila benar demikian, ia adalah anak kandung Caesar satu-satunya.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Ptolemy XV, kadang disebut "Ptolemy Caesar", biasanya dikenal dengan nama panggilan "Caesarion", dilahirkan di Mesir pada tahun 47 SM dan menjalani dua tahun, dari 46-44 SM, di Roma, di mana ia dan ibunya adalah tamu Caesar. Cleopatra VII berharap bahwa anaknya akan meneruskan ayahnya Caesar menjadi kepala Republik Romawi dan Mesir. Setelah pembunuhan Caesar pada 15 Maret 44 SM, Cleopatra dan Caesarion kembali ke Mesir. Caesarion menjadi raja dan bersama-sama memerintah dengan ibunya mulai 2 September 44 SM dalam usia 3 tahun, walaupun ia hanya menjabat sebagai raja, sedangkan Cleopatra VII memerintah sendiri.

Dalam masa sebelum sengketa antara Markus Antonius dengan Octavianus, Antonius, yang saat itu menguasai Republik dalam triumvirat dengan Oktavianus dan Lepidus, memberi daerah-daerah kekuasaan di timur dan gelar-gelar kepada Caesarion dan kepada 3 anak Markus Antonius bersama Cleopatra. Caesarion digelari "Raja segala Raja". Yang paling mengancam Oktavianus (yang kekuasaannya didasarkan pada statusnya sebagai anak keponakan dan anak angkat Julius Caesar), Antonius menggelari Caesarion anak kandung dan ahli waris Caesar. Pernyataan ini menyebabkan sengketa serius antara Antonius dan Oktavianus, yang mengumumkan perang melawan Antonius dan Cleopatra.

Ketika Oktavianus menyerang Mesir pada 30 SM, Cleopatra VII mengirim Caesarion, ketika itu berusia 17 tahun, ke pelabuhan Laut Merah Berenice untuk keamanannya, dengan rencana melarikan diri ke India. Oktavianus menduduki kota Alexandria pada 1 Agustus 30 SM, tanggal ketika Mesir dimasukkan ke Republik Romawi. Markus Antonius telah bunuh diri sebelum Oktavianus masuk ke ibukota; Cleopatra mengikuti bunuh diri pada 12 Agustus 30 SM. Penjaga-penjaga Caesarion, termasuk gurunya, mengkhianati dia dan Oktavianus memerintahkan pembunuhan Caesarion.

Oktavianus kemudian memerintah Mesir. Tahun 30 SM BC dianggap sebagai tahun pertama pemerintahan raja baru sesuai dengan sistem penanggalan tradisional Mesir. Dalam daftar-daftar saat itu Oktavianus disebut sebagai firaun dan pengganti Caesarion.

Didahului oleh:
Ptolemy XIV dan Cleopatra VII
Firaun
dengan Cleopatra VII
Diteruskan oleh:
Augustus