Seks anal
- Untuk kegunaan lain, lihat sodomi
Seks anal (bahasa Inggris: anal sex atau anal intercourse) adalah hubungan seksual di mana penis yang ereksi dimasukkan ke dalam rektum melalui lubang anus pasangan seksualnya.[1][2] Selain itu penetrasi anus dengan dildo, butt plug, vibrator, lidah, dan benda lainnya juga disebut seks anal. Seks anal dapat dilakukan oleh seorang laki-laki terhadap perempuan (hubungan heteroseksual), maupun dilakukan seorang laki-laki terhadap sesama laki-laki (hubungan homoseksual).
Daftar isi |
[sunting] Alasan
Dalam beberapa budaya persetubuhan anal reseptif perempuan (female receptive anal intercourse) diterima karena risiko kehamilan lebih rendah (walaupun tidak ada jaminan, karena mani dapat masuk dari anus melalui perineum ke vagina). Seks anal juga digunakan untuk menjaga keperawanan karena hymen tidak rusak. Alasan lain adalah karena anus lebih "ketat" daripada vagina (terutama setelah kelahiran bayi), karena itu lebih memberikan kepuasan bagi penis.
[sunting] Risiko kesehatan
Seks anal berisiko bagi kesehatan karena bakteri pada kolon sigmoideum, bagian dari usus besar yang dekat dengan rektum, akan terangkat dan masuk ke penis saat penis yang berukuran kurang lebih 15 cm memasuki anus. Kolon sigmoideum ini mengandung banyak bakteri yang dapat menginfeksi penis pelaku seks anal. Jaringan di dalam anus sangat halus, tipis dan rapuh sehingga tindakan penetrasi ke dalam rektum merusak jaringan dalam rektum sekaligus dapat menimbulkan rasa sakit.[1]
Adapun efek lainnya adalah merusak kekencangan otot di anus yang berdampak pada berkurangnya daya tahan dalam mengontrol buang air besar. Tindakan seks anal yang sering dilakukan dapat dikaitkan dengan pendarahan, kebocoran dan ketidakmampuan menahan buang air besar, rasa sakit pada rektum, serta munculnya benjolan atau sobekan pada dinding rektum.[3][4][5]
Seks anal berisiko lebih tinggi menularkan penyakit menular seksual dibandingkan hubungan seks melalui vagina. Hal ini karena jaringan otot di sekitar tepi anus dan jaringan dinding rektum adalah jaringan yang tipis, halus, dan mudah robek, sehingga peluang terjadinya sobekan kecil disertai pendarahan sangat besar. Sobekan kecil disertai pendarahan ini memungkinkan penyebaran penyakit.[6][7] Kondom dapat melindungi dari penularan penyakit, akan tetapi karena rektum tidak memiliki pelumas alami seperti yang dimiliki vagina, maka kondom dapat robek atau lepas saat melakukan seks anal, karena itulah hubungan seks anal jauh lebih berisiko kecuali dipastikan bahwa kedua belah pihak bebas penyakit.[8][9]
[sunting] Lihat pula
- Masturbasi anal
- Organisme anal
- Ass to Mouth (ATM atau A2M)
- Ass to Pussy
- Sodomi, merujuk kepada istilah hukum dan normatif dimana seks anal termasuk di dalamnya
- Barebacking
- Akta Buggery 1533
- Hukum mengenai homoseksualitas di dunia
- Klismaphilia
- Pegging (sexual practice)
- Santorum controversy
- Koprofilia
[sunting] Referensi
- ^ a b Dr. John Dean and Dr. David Delvin. "Anal sex". Netdoctor.co.uk. http://www.netdoctor.co.uk/sexandrelationships/analsex.htm. Diakses pada 29 April 2010.
- ^ "Anal Sex". Health.discovery.com. http://health.discovery.com/centers/sex/sexpedia/analsex.html. Diakses pada 15 Februari 2011.
- ^ "Pain from anal sex, and how to prevent it". Go Ask Alice!. Kesalahan: waktu tidak valid. http://www.goaskalice.columbia.edu/2130.html. Diakses pada 7 April 2011.
- ^ "Anal Health". sexualhealthchannel.com. http://www.sexualhealthchannel.com/analhealth/. Diakses pada 22 April 2010.
- ^ "Rectal Prolapse". Pedclerk.bsd.uchicago.edu. http://pedclerk.bsd.uchicago.edu/rectalProlapse.html. Diakses pada 26 Juni 2011.
- ^ Kesalahan pengutipan: Tag
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamadailyuw.com - ^ Kesalahan pengutipan: Tag
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamalubrication - ^ Westheimer, Ruth K. “Sex for Dummies.” Pages 157 in Chapter 9: Changing Positions: Variations on a Theme For Dummies (2006) ISBN 978-0470045237 p.432
- ^ "About Anal Sex". Minou.com. http://minou.com/aboutsex/analsex.htm. Diakses pada 6 Januari 2011. "“In the 1990s, anal sex has been given the bad rap because HIV, the virus that causes AIDS, is most easily transmitted by anal intercourse.”"
[sunting] Pranala luar
- Anal Intercourse and Analingus - from alt.sex FAQ
- Guide To Anal Sex