Wasir
|
|
Wikipedia Indonesia tidak dapat bertanggung jawab dan tidak bisa menjamin bahwa informasi kedokteran yang diberikan di halaman ini adalah benar. Mintalah pendapat dari tenaga medis yang profesional sebelum melakukan pengobatan. |
| Wasir | |
| Klasifikasi dan bahan-bahan eksternal | |
| Skema anatomi penghidap wasir. | |
| ICD-10 | I84. |
| ICD-9 | 455 |
| DiseasesDB | 10036 |
| MedlinePlus | 000292 |
| eMedicine | med/2821 emerg/242 |
| MeSH | D006484 |
Wasir, atau sering disebut ambeien (dalam bahasa Inggris atau Latin disebut Hemorrhoid dan dalam bahasa kedokteran disebut Piles) adalah penyakit atau gangguan pada anus dimana Sphinchter Ani atau bibir anus, mengalami pembengkakan yang kadang-kadang disertai pendarahan. Dalam beberapa kasus, wasir atau ambeien disebabkan oleh kesalahan dalam melakukan gerakan pada olahraga tertentu misalnya pada olahraga angkat beban atau olahraga pernapasan, terlalu banyak duduk atau berdiri, faktor genetika (keturunan), mengejan terlalu keras saat buang air besar (biasanya akibat konstipasi) dan dapat terjadi juga pada wanita hamil. Tetapi umumnya, penyebabnya adalah karena mengejan terlalu keras saat buang air besar dan terlalu banyak duduk atau berdiri, juga lebih rawan terjadi pada wanita daripada pria. Itu disebabkan karena wanita lebih sering mengalami pelebaran pembuluh balik atau pembuluh vena (misalnya saat menstruasi atau hamil) dibandingkan pria.[1][2][3][4][5]
Secara umum, ambeien dibagi dua yaitu Ambeien Internal dan Ambeien Eksternal.
- Ambeien Internal, pembengkakan terjadi dalam rektum sehingga tidak bisa dilihat atau diraba. Pembengkakan jenis ini tidak menimbulkan rasa sakit karena hanya ada sedikit syaraf di daerah rektum. Tanda yang dapat diketahui adalah pendarahan saat buang air besar. Masalahnya jadi tidak sederhana lagi, bila ambeien internal ini membesar dan keluar ke bibir anus yang menyebabkan kesakitan. Ambeien yang terlihat berwarna pink ini setelah sembuh dapat masuk sendiri, tetapi bisa juga didorong masuk.
- Ambeien Eksternal menyerang anus sehingga menimbulkan rasa sakit, perih, dan gatal. Jika terdorong keluar oleh feses, ambeien ini dapat mengakibatkan penggumpalan (trombosis), yang menjadikan ambeien berwarna biru-ungu.
Daftar isi |
Gejala [sunting]
Wasir bisa mengeluarkan darah, terutama setelah buang air besar, sehingga tinja mengandung darah atau terdapat bercak darah di handuk ataupun tisu kamar mandi. Darahnya bisa membuat air di kakus menjadi merah. Lama kelamaan wasir dapat menyebabkan penderitanya mengalami kehilangan darah yang berat atau anemia sehingga memerlukan transfusi darah.
Wasir yang menonjol keluar mungkin harus dimasukkan kembali dengan tangan perlahan-lahan atau bisa juga masuk dengan sendirinya. Wasir dapat membengkak dan menjadi nyeri bila permukaannya terkena gesekan atau jika di dalamnya terbentuknya pembekuan darah.
Kadang-kadang, wasir bisa juga menyabakan keluarnya lendir dan menimbulkan perasaan bahwa masih ada isi rektum yang belum dikeluarkan. Perut terasa mau jebol karena banyak tinja yang tertahan akibat takut mengalamai rasa sakit saat buang air besar. Gatal pada daerah anus (pruritus ani) bisa menjadi gejala dari wasir. Rasa gatal ini terjadi karena keadaan wasir yang terkeluar itu menghambat pembersihan anus secara efisien, dapat menyebabkan partikel-partikel kecil dari feses menumpuk pada kulit perianal dan bekerja sebagai iritan. Iritan ini dapat berpotensi menjadi kanker bila tidak segera ditangani. Ada juga yang mengalami rasa sakit di bagian tulang belakang bagian bawah. Biasanya, gejala itu di alami oleh penderita yang sudah pada ambeien stadium 2.
Penyebab [sunting]
Sejumlah faktor dapat menyebabkan formasi dari wasir termasuk kebiasaan buang air besar tidak teratur (konstipasi atau diare), olahraga, nutrisi (diet rendah serat), peningkatan tekanan intra-abdomen (berkepanjangan tegang), genetika, tidak adanya katup dalam vena hemoroid, dan penuaan.
Konstipasi atau sembelit menyebabkan kotoran sulit untuk keluar saat buang air besar. Otomatis untuk mengeluarkannya butuh tekanan lebih besar, sehingga orang yang mengalami sembelit akan mengejan dengan sangat kuat saat buang air besar yang berdampak pada peningkatan risiko untuk terkena ambeien. Meski berkebalikan dengan sembelit, diare atau terlalu sering buang air besar juga dapat membuat penderitanya mengejan. Meski sering buang air besar, kotoran yang keluar biasanya cair dan hanya sedikit-sedikit sehingga penderita cenderung tidak sabar lalu mengejan untuk menuntaskannya agar tidak perlu keluar masuk kamar mandi. Buang air besar secara terburu-buru biasanya dilakukan oleh para mahasiswa yang tinggal di kos-kosan dan sering mengalami antrean panjang di kamar mandi, terutama pada pagi hari. Kondisi ini tidak ideal untuk buang air besar, karena jika terburu-buru maka tekanan saat mengejan cenderung lebih besar dengan tujuan agar tinjanya cepat keluar dan tuntas.[6]
Faktor lain yang dapat meningkatkan tekanan pada vena rektum sehingga menyebabkan wasir antara lain obesitas, duduk dalam jangka waktu yang lama, dan kehamilan. Selama kehamilan, tekanan dari janin di perut dan perubahan hormonal menyebabkan pembuluh hemorrhoidal untuk memperbesar. Persalinan juga menyebabkan peningkatan tekanan intra-abdomen. Terapi pembedahan jarang diperlukan, sebagai gejala ini biasanya hilang pasca melahirkan.
Diagnosis [sunting]
Diagnosis wasir yang membengkak dan terasa nyeri ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan di daerah anus dan rektum. Untuk keadaan yang lebih serius, misalnya tumor atau kanker, bisa dibantu dengan pemeriksaan anoskopi dan sigmoidoskopi.
Biasanya, wasir tidak membutuhkan pengobatan kecuali bila menyebabkan gejala. Obat pelunak tinja atau psilium bisa mengurangi konstipasi dan peregangan yang menyertainya.
Suntikan skleroterapi diberikan kepada penderita wasir yang mengalami perdarahan. Dengan suntikan ini, pembuluh vena digantikan oleh jaringan parut.
Wasir dalam yang besar dan tidak bereaksi terhadap suntikan skleroterapi, diikat dengan pita karet. Cara ini, disebut ligasi pita karet, meyebabkan wasir menjadi layu dan putus tanpa rasa sakit. Pengobatan ini dilakukan dengan selang waktu 2 minggu atau lebih. Mungkin diperlukan 3-6 kali pengobatan.
Wasir juga bisa dihancurkan dengan menggunakan laser (perusakan laser), sinar infra merah (fotokoagulasi infra merah) atau dengan arus listrik (elektrokoagulasi).
Pembedahan mungkin digunakan bila pengobatan lain gagal.[7]
Bila wasir dengan bekuan darah menyebabkan nyeri, maka bisa diobati dengan cara:
- duduk berendam dalam air hangat
- mengoleskan salep obat bius lokal
- pengompresan dengan kemiri.
Nyeri dan pembengkakan biasanya akan berkurang beberapa saat kemudian, dan bekuan menghilang setelah 4-6 minggu. Pilihan lainnya adalah memotong vena dan mengeluarkan bekuan, yang dengan segera akan mengurangi nyeri.
Pengobatan wasir dapat dilakukan secara herbal.[8][9][10][11][12][13]
Pencegahan [sunting]
Cara terbaik untuk mencegah wasir adalah untuk menjaga tinja tetap lunak sehingga dapat keluar dengan mudah, sehingga mengurangi tekanan dan tegangan pada anus tuntaskan sesegera mungkin setelah ada rangsangan buang air besar. Olahraga, termasuk berjalan, dan meningkatkan kandungan serat dalam diet dapat membantu mengurangi sembelit dan mengejan dengan menghasilkan tinja yang lebih lembut dan lebih mudah untuk keluar. Mengurangi waktu untuk buang air besar dan menghindari membaca sementara di toilet telah direkomendasikan.
Lihat pula [sunting]
Rujukan [sunting]
- ^ (Indonesia) Budiman, Doddy; Kristina Sutedjo. Wasir. PT Gramedia Pustaka Utama. ISBN 9792262210.ISBN 9789792262216
- ^ (Indonesia) Seri Ipa Biologi Smp Kelas Viii. Yudhistira Ghalia Indonesia. ISBN 9797467899.ISBN 9789797467890
- ^ (Indonesia) Tan, Drs. H. T.; Drs. Kirana Raharja. Obat-Obat Sederhana Untuk Gang Guan Sehari-Hari. ElexMedia Komputindo. ISBN 9792770844.ISBN 9789792770841
- ^ (Indonesia) Nadesul, Dr. Handrawan. Cantik Cerdas Feminin. Penerbit Buku Kompas. ISBN 9797094774.ISBN 9789797094775
- ^ (Indonesia) Mahendra, B. Tubuh anda cermin kesehatan anda. PT Niaga Swadaya. ISBN 6028661279. ISBN 9786028661270
- ^ Sering Terburu-buru Saat BAB Bisa Picu Ambeien
- ^ (Indonesia) LUMENTA, Dr. NICO A. Manajemen Hidup Sehat. Elex Media Komputindo. ISBN 979209993X.ISBN 9789792099935
- ^ (Indonesia) Suryo, Joko. Herbal Penyembuh Wasir dan Kanker Prostat. PT Mizan Publika. ISBN 9792438807.ISBN 9789792438802
- ^ (Indonesia) Wijayakusuma, Prof H. Hembing (2008). Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit. Niaga Swadaya. ISBN 9791481520.ISBN 9789791481526
- ^ (Indonesia) Handayani, M. Med (PH), dr. Lestari. Tanaman Obat untuk Masa Kehamilan & Pasca Melahirkan. AgroMedia. ISBN 9793357592.ISBN 9789793357591
- ^ (Indonesia) Wijayakusuma, Hembing. Penyembuhan dengan Terong. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 9794614750. ISBN 9789794614754
- ^ (Indonesia) GW, S.S, Riyanti. Muslimah Cerdas & Kreatif. QultumMedia. ISBN 9790170009. ISBN 9789790170001
- ^ (Indonesia) Dalimartha, Dr. Setiawan. 1001 Resep Herbal. Niaga Swadaya. ISBN 9790023464. ISBN 9789790023468
Pranala luar [sunting]
| Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai: |
- (Indonesia) Hemoroid - medicastore.com
- (Indonesia) Wasir/ambeien
- (Indonesia) Wasir sembuh tanpa operasi
- (Inggris) Hemorrhoid Symptoms In Women
- (Indonesia) WASIR
- (Indonesia) Safute, Pengobatan Wasir Tanpa Jahitan
- (Indonesia) wasirsafute
- (Indonesia) wasirsafute
